SUBULUSSALAM – Angka stunting di Kota Subulussalam di tahun 2023 turun 18,3 persen dari tahun sebelumnya berdasarkan hasil Surve Kesehatan Indonesia (SKI) yang baru dirilis pemerintah.

Pada tahun 2022 angka prevalensi stunting 47,9 persen, turun menjadi 29,6 persen di tahun 2023 atau ada penurunan 18,3 persen. "Alhamdulillah angka stunting di Kota Subulussalam turun dari 47,9 persen menjadi 29,6 persen," kata Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E kepada portalsatu.com/, Jumat, 26 April 2024.

Bintang mengatakan penurunan presentasi ini terbilang sangat signifikan berhasil dilakukan berkat kerja sama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Subulussalam, Pelayanan Posyandu di desa yang terus digalakkan, sehingga kesehatan bayi dan anak-anak serta balita termonitor dengan baik.

Selain itu, kerja sama lintas sektor ikut berperan dalam menekan angka stunting seperti SKPK terkait, para muspika, para kepala kampong, BPG, tim pendamping keluarga, termasuk tokoh adat dan tokoh ulama termasuk tokoh pemuda.

Foto: Tabel peringkat 23 kabupaten dan kota di Aceh dalam penanganan dan pencegahan stunting.

Atas keberhasilan ini, kata Walkot Bintang, Kota Subulussalam yang sebelumnya berada di urutan 23 naik ke posisi 11 se kab/kota di Provinsi Aceh. Sedangkan daerah tetangga Aceh Singkil dan Aceh Selatan masing-masing berada di urutan 21 dan 23 se Aceh.

Bintang mengajak seluruh elemen terkait jangan pernah lengah dan lalai, terus bangun koordinasi dan komunikasi serta melakukan pendampingan secara ekstra kepada keluarga resiko stunting (KRS), terlebih-lebih para kader di desa agar terus bersemangat dalam memberikan pelayanan.[]