Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsTakut Kehamilannya Diketahui,...

Takut Kehamilannya Diketahui, Wanita Ini Buat Laporan Palsu ke Polisi

LHOKSEUMAWE –  Takut kehamilannya diketahui oleh orang tuanya, Hr, 18 tahun, wanita asal Gampong Tumpok Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe nekat membuat laporan palsu kepada polisi di Kecamatan setempat.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono didampingi Kasat Reskrim AKP M.Yasir kepada awak media di Mapolres setempat, Selasa 19 Januari 2016 mengatakan awalnya  hari Minggu, 10 Januari lalu pihaknya mendapat laporan adanya kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh enam orang kepada seorang perempuan dengan inisial  Hr, warga tumpok tengoh, Banda Sakti,” kata AKBP Anang.

Kapolres AKBP Anang menambahkan setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata apa yang dilpaorkan itu tidak benar.

“Laporan ini  tidak benar, dapat dikatakan laporan palsu karena dari hasil pengembangan materi di lapangan kenapa yang  bersangkutan melaporkan diri  ke kita dengan berbagai alibi,” ujar AKBP Anang.

Dia menambahkan merunut pengakuan kepada polisi yang bersangkutan sebelumnya telah berbuat hubungan intim dengan pacarnya sehingga dia takut diketahui oleh orang tuanya. Ketakutan itulah yang membuat Hr berani membuat laporan palsu.

Selanjutnya, Kata AKBP Anang, akhirnya  dia memberikan alibi lagi bahwasanya  telah diperkosa. Hal ini dikuatkan dengan pengakuan dari rekan yang telah melakukan hubungan intim dengannya itu.

“Terkait Hr memberikan keterangan palsu nantinya akan kita dalami lagi, yang jelas permasalahan ini perlu kita luruskan kepada masyarakat,  jangan sampai nanti timbul keresahan di masayarakat,” sebut Anang.
Dia menyebutkan  kemarin ada laporan sekelompok orang dengan menggunakan mobil mikrolet L300 yang mana kita ketahui bersama  itu merupakan  kendaraan untuk transportasi masyarakat di sini.  Jadi jika ada isu pemerkosaan di dalam mobil itu, nantinya masyarakat takut dengan asumsi siapa tahu nanti pelaku melakukan perbuatan yang sama dengan korban berbeda.

“Ini kita luruskan bahwa hal ini tidak benar, dan belum ada modus pemerkosaan dengan menggunakan mobil mikrolet L300 di wilayah hukum Polres Lhokseumawe,” pungkas Anang.[](tyb)

Baca juga: