BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Dr. H. Taqwaddin, mengatakan Muhammadiyah tidak melarang warganya menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam Kitab Tarjih atau Himpunan Putusan Tarjih dinyatakan bahwa Maulid Nabi tidak dilarang dan juga tidak diwajibkan. “Itu ijtihadiyah, yang bermakna bahwa warga Muhammadiyah boleh memperingati Maulid Nabi,” ungkapnya .
Pernyataan tersebut disampaikan Taqwaddin dalam ceramah agama memperingati Milad ke-111 Muhammadiyah yang dilaksanakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Aceh Selatan, di Masjid Taqwa Labuhan Haji, Ahad, 19 November 2023.
Dalam ceramahnya itu, Taqwaddin juga menyampaikan, “Milad Muhammadiyah saja kita peringati, masak Milad Nabi Muhammad tidak kita semarakkan. Hanya saja perayaan Maulid Nabi jangan sampai menimbulkan kemudharatan yang justru melanggar perintah Allah”.
“Misalnya, jangan sampai karena kesibukan memeriahkan Maulid Nabi mengakibatkan ibu-ibu dan juga bapak-bapak tidak melaksanakan kewajiban shalat. Ini yang tidak boleh dalam Muhammadiyah. Hukum menunaikan shalat adalah wajib, sedangkan merayakan Maulid Nabi hukumnya boleh,” tegas Taqwaddin, yang juga Hakim Tinggi Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi.
Memperingati Hari Lahir ke-111 Muhammadiyah, 18 November 1912, Taqwaddin menguraikan bagaimana sejarah perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan dalam melahirkan pergerakan Muhammadiyah hingga menjadi organisasi dengan manajemen terbaik dan memiliki aset terbanyak di dunia.
Aset kekayaan Muhammadiyah pada 2022 antara lain 11.198 Masjid Taqwa/mushalla, 7.651 sekolah, 174 perguruan tinggi, 340 pesantren, 457 rumah sakit, 318 panti asuhan, 54 panti jempol, 82 panti rehabilitasi cacat, tanah wakaf 21 juta meter. “Total nilai aset diperkirakan mencapai 1000-an triliun rupiah,” ungkap Taqwaddin.
Taqwaddin mewakili Ketua PWM Aceh memberi apresiasi tinggi kepada Ketua PDM Aceh Selatan, Ustaz Ashar yang telah menyelenggarakan acara Milad Muhammadiyah dengan sangat baik dan semarak.
“Apresiasi yang tinggi juga saya berikan kepada Pj. Bupati Aceh Cut Syazalisma. Saya mencatat pernyataan penting Bapak Pj. Bupati tadi bahwa organisasi tempat kita bertemu dan bersatu, bukan untuk kita bertinju. Pernyataan ini sangat dalam maknanya, dan kiranya ini akan menjadi pedoman bagi PDM Aceh Selatan memanej organisasi yang besar ini. Terima kasih Pak Pj. Bupati,” pungkas Taqwaddin yang juga Dosen Fakultas Hukum USK.[](ril)




