Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita Banda AcehTarmizi Sebut Pengurus...

Tarmizi Sebut Pengurus PNA Laporkan Asep ke Polisi Bentuk Kriminalisasi Kader

BANDA ACEH – Ketua I DPP PNA, Tarmizi, M.Si., menyoroti sikap salah seorang pengurus partai itu membuat laporan ke Polda Aceh terkait aksi pembubaran acara bimtek. Tarmizi menyebut tindakan melaporkan Usman Jalil alias Asep ke kepolisian sebagai bentuk kriminalisasi terhadap kader PNA.

“Terkait dengan penghentian pertemuan bimtek yang dilakukkan sebenarnya ada tiga komponen yang datang menghentikan pertemuan bimtek itu. Pertama, kawan-kawan yang masih di pengurus dan masih sah di dalam surat keputusan, tetapi tidak mendapatkan undangan ataupun diberitahukan,” kata Tarmizi dalam keterangan tertulis, Senin, 7 Februari 2022.

Kedua, kata Tarmizi, Ketua dan Anggota Satgas DPP PNA yang seharusnya bertanggung jawab terhadap keamanan seluruh kegiatan DPP, tapi tidak diundang juga. Ketiga, Tim Pemenangan Anggota DPRA PNA yang merupakan para kader PNA, datang karena berkembangnya isu PAW terhadap anggota dewan yang didukungnya.

“Ketiga unsur ini adalah kader-kader PNA yang telah memberikan kontribusi besar sejak PNA didirikan sampai dengan posisi hari ini telah memiliki fraksi penuh di DPRA, 46 kursi DPRK dengan 5 pimpinan, dan 1 Bupati serta Gubernur yang telah mengkhianati perjuangan mereka,” tegas Tarmizi.

Menurut Tarmizi, ketiga unsur tersebut datang karena pertemuan yang dibuat dengan tema “bimtek” itu dianggap sebuah konspirasi untuk justifikasi keputusan-keputusan yang akan dikeluarkan nantinya. “Kecurigaan ini didasarkan pada beberapa kegiatan sebelumnya yang tidak memenuhi syarat, tetapi selanjutnya dipaksakan hasilnya dipakai untuk justifikasi keputusan berikutnya, dan bahkan untuk menyingkirkan kawan-kawan yang tidak seide,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Tarmizi merasa apabila pihak kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut, “itu berlebihan. Biarkan masalah internal itu diselesaikan oleh pengurus PNA sendiri”.

“Kita punya mekanisme untuk menyelesaikan persoalan kader yang nakal ataupun kader yang merasa dirugikan. Melaporkan mereka karena tidak puas terhadap prilaku pimpinan yang inkonstitusional itu adalah kriminalisasi kader. Hal ini bisa berakibat tidak baik bagi perkembangan demokrasi di masa yang akan datang,” ujar Tarmizi.

Diberitakan sebelumnya, Polda Aceh akan menyelidiki kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi saat sejumlah orang membubarkan acara bimtek DPP PNA di Hotel Rasa Mala, Banda Aceh, 29 Januari 2022. Penyelidikan tersebut dilakukan setelah salah seorang pengurus DPP PNA, Asiah (42), membuat laporan di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Aceh, Rabu (2/2/).

Adapun terlapor dalam kasus itu berinisial US alias AS Cs. “Kejahatan yang dilaporkan tersebut berupa pencurian dengan kekerasan (saat pembubaran acara bimtek DPP PNA),” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, dalam keterangan persnya, Senin (7/2).

Winardy menjelaskan dalam laporan itu juga disertakan dua saksi, yaitu ES (28) dan BAW (55), serta barang bukti berupa video bimtek DPP PNA.

Akibat peristiwa itu, kata Winardy, pelapor merasa dirugikan Rp50 juta, karena terlapor diduga mengambil daftar hadir, materi bimtek, badge nama peserta, SK Kemenkumham, dan buku agenda pelaporan DPP PNA.

“Laporan tersebut akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Nantinya penyidik akan menyelidiki terlebih dahulu untuk mencari alat bukti lain agar bisa ditentukan peristiwa pidana apa yang terjadi,” ujar Winardy.

Baca juga: Ini Kata Polda Aceh Setelah Terima Laporan PNA Soal Dugaan Kejahatan saat Pembubaran Bimtek

[](ril)

Baca juga: