27 C
Banda Aceh
Rabu, Oktober 27, 2021

Teka Teki Juara dan Fenomena Top Skor Gol Bunuh Diri Euro 2020

Oleh Yulia Erni

Tertunda selama satu tahun karena pandemi Covid-19, akhirnya 11 Juni hingga 11 Juli 2021 waktu lokal, secara resmi UEFA menetapkan jadwal pergelaran Euro 2020 dengan menunjuk Stadio Olimpico, Roma, Italia, yang ikonik sebagai tempat open ceremony dengan menghadirkan Turki kontra Italia pada laga pembuka.

Jika sebelumnya tuan rumah Euro maksimal hanya dua negara seperti Belgia-Belanda (Euro 2000), Austria-Swiss (Euro 2008), dan Polandia-Ukraina (Euro 2012), tahun ini sungguh spesial, sebelas negara dipersiapkan tampil sebagai tuan rumah di ajang bergengsi seantero Eropa tersebut. Sebenarnya dua belas negara, namun Irlandia Utara mengundurkan diri, sedangkan Spanyol hanya memindahkan venue saja dari Bilbao ke Sevilla. Dengan kata lain, tuan rumah Euro 2020 adalah negara Eropa. Hal ini jauh-jauh waktu telah dirancang guna menyambut ulang tahun Euro ke-60 sejak pertama kali digelar tahun 1960.

Untuk berikutnya akan kembali seperti biasa. Hingga kini Jerman unggul sebagai tempat penyelenggaraan Euro 2024 dibanding Turki (bisa jadi ada perubahan).

Tak ada alasan untuk menafikan bahwa sepak bola merupakan olahraga paling antusias yang memiliki peran penting mencakup dunia luas. Sebagai contoh, bagaimana murkanya Rusia saat FIFA ingin mencoret mereka sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Warga negara turun ke jalan melakukan aksi protes terhadap Vladimir Putin dan Menpora.

Beberapa hari kemudian di berbagai headline news, tak segan-segan Menpora Rusia memberi ultimatum lewat pidatonya bahwa ancaman perang dan krisis ekonomi Ukraina jadi sasaran utama jika FIFA tidak mencabut maklumat tersebut. Belum lagi ancaman serangan di berbagai situs yang membuat FIFA akhirnya berdamai. Padahal Rusia sendiri bukan negara yang diperhitungkan dalam laga sepak bola, ya, kembali ke antusiasme.

Di Indonesia sendiri sepak bola telah mempersatukan selera kelas kapitalis dan proletar di warung kopi. Sepak bola dan warung kopi ibarat dua sisi mata uang logam, tak bisa dipisahkan.

Sepak bola merupakan olahraga berpeluang tinggi mengaduk-aduk sportivitas larut dalam politik dan kejahatan apalagi ketika simbol-simbol ‘My Game is fair Play’ dan ‘Say No To Rasicm’ diinjak-injak oleh segelintir orang yang terlibat di dalamnya.

Masih ingatkah skandal Piala Dunia 2002 berbasis kepentingan politik Asia yang melibatkan sejumlah petinggi FIFA? Atau dua belas peluru menghujani Andreas Escobar setelah gol bunuh diri Kolombia yang membuat pailit salah satu rumah judi? Satu dari sekian kasus politik dan kejahatan di dunia sepak bola. Pepatah memang sulit dipatahkan “Ada politik ada kejahatan, ada kejahatan ada politik.”

Dalam sepak bola, gol bunuh diri ibarat dosa besar yang menghantui di setiap mimpi buruk sang eksekutor dalam melanjutkan karier atau reputasinya. Apalagi jika dilebel gelar pemain termuda own goal seperti Pedri atau Ampandu di posisi kartu merah. Noda hitam karier akan terus melekat. Dunia sepak bola memang keras. Satu kesalahan akan berdampak fatal.

Namun, Euro musim ini sepertinya ada sedikit nuansa berbeda yang terkesan lebih dingin. Laga pembuka Turki kontra Italia yang disaksikan hampir 17 ribu umat di Stadion Olimpico, Roma, Italia, diawali gol bunuh diri oleh pemain Turki, Merih Demiral. Dalam laga tersebut, Gli Azzurri sebutan timnas Italia sukses telak memaksa Turki tiga kali memungut bola di gawangnya sendiri.

Langkah pertama menentukan tampilan selanjutnya itu ada benarnya. Gol bunuh diri Demiral seperti melahirkan sugesti skuat lain untuk meniru secara berjemaah. Belum usai babak 8 besar, tercatat sudah 10 gol bunuh diri terjadi dan 6 kartu merah. Euro 2020 mencatatkan rekor gol bunuh diri terbanyak sepanjang sejarah Euro, bahkan mengalahkan jumlah gol sang top skor Cristiano Ronaldo yang mengoleksi 5 gol selama ia tampil di Euro 2020.

Sejauh ini, terbanyak dilakukan oleh pemain Slovakia dan juara bertahan Portugal dengan catatan dua gol bunuh diri sekaligus dalam satu laga. Hitung-hitung mengikuti jejak Spanyol musim 2008-2012, ternyata modal optimisme saja tidak cukup untuk mempertahankan berturut trofi Henri Delaunay, meski sang mega bintang tampil cukup apik dan piawai pada laga terakhir versus Belgia.

Malang, kekalahan tipis membuat skuad Fernando Santos angkat koper lebih cepat. Apa benar itu kutukan Ederzito pahlawan tunggal Portugal juara Euro 2016 di partai final? Mitos jenis ini sering sekali dikait-kaitkan dalam dunia sepak bola seperti kutukan Mario Gotze atas Jerman di Piala Dunia 2018.

Padahal, secara penguasaan bola dan shoot on target, Portugal lebih unggul dibanding Belgia. Namun, Dewi Fortuna sering memberi kejutan di luar prediksi sehingga pertarungan di lapangan hijau sulit ditebak. Julukan kuda hitam yang dulu dianggap kerikil untuk menghentikan langkah tim-tim besar sepertinya sudah expired jika melihat nama skuat yang terpampang dalam daftar perempat final saat ini.

Lihat saja Belanda dilibas Ceko 2-0 di babak 16 besar, walau sempat garang di fase grup. Apakah ini sejarah kemalangan yang berulang menimpa pelatih saat tampil sebagai pemain skuat Orange pada Euro 2000 silam? Dunia sepak bola memang realistis namun di sisi lain mitos cukup kental di sana.

Berbalik 180 derajat dengan Spanyol. Babak 16 besar begitu garang meski masuk juga dalam daftar kontribusi gol bunuh diri dan kegagalan penalti Morata, namun di fase grup sempat terseok-seok mengejar poin. Beruntung di akhir laga sukses membobol gawang lawan bak kesurupan. Sekejap nasib Polandia berubah. Kekecewaan Lewandoski terbaca saat melalui sorotan kamera.

Perempat final sudah berlangsung dua laga. Italia satu-satunya negara yang menyapu semua kemenangan dengan torehan catatan dua kebobolan saat melawan Austria dan Belgia. Jika dilihat kembali pertarungan dengan Austria itu pun ada kejanggalan. Wasit asal Inggris, Anthony Taylor menambah perpanjangan waktu selama 32 menit di babak kedua. Sungguh ironis. Bukankah perpanjangan waktu per babak maksimal hanya 15 menit? Jika memang harus ditambah lagi mestinya beracu pada hasil imbang. Sedangkan Italia telah membobol 2 kali gawang Austria di menit 95 dan 105. Artinya, permainan benar-benar sudah harus diakhiri.

Kebijakan demikian tak begitu adil. Lebih baik penalti atau kembali ke masa lalu tarik sistem golden goal biar standar waktunya jelas. Ivan Zazzaroni mewakili keresahan publik Italia melalui Corriere Dello Sport edisi Jumat menulis sebuah artikel “Hati-hati wasitnya orang Inggris.” Anehnya, Carlo Ancelotti justru menyebutkan bahwa Anthony adalah wasit terbaik di Premier League.

Wasit adalah pemimpin laga yang memiliki otoritas mutlak terhadap jalannya pertandingan meski ia sendiri tak jarang melakukan pelanggaran. Peran wasit sangat seram jika kita membaca ulang dengan teliti kalimat itu. Tak jarang wasit melakukan hal-hal konyol di lapangan seperti yang dialami bek Kroasia tahun sebelumnya, Simunic menerima kartu kuning tiga kali atau sebelum kehadiran VAR, beberapa gol bantuan tangan disahkan sedangkan gol indah justru dianulir. Belum lagi simpang siur gol bunuh diri Pedri-Unai Simon di Euro musim ini. Di sini jelas terlihat, meski telah menghadirkan VAR, namun pertandingan tak akan berjalan dengan mulus-mulus saja.

Meski sudah melaju ke semifinal, Italia sendiri masih trauma dengan fenomena macam ini karena pernah didepak dari Piala Dunia Korea Selatan saat Byron Moreno ditunjuk sebagai wasit yang belakangan terungkap bahwa laga tersebut telah terjadi pengaturan skor atau match fixing. Terkadang kekalahan tim bukan karena faktor pemain melainkan karena ulah wasit.

Bukan hal tabu pertarungan sepak bola selalu menghadirkan hal-hal baru di luar prediksi yang tak terpikirkan oleh bravo atau pengamat sekali pun. Musim ini, tim-tim jagoan khalayak gugur satu persatu.

Dari Portugal, Perancis, Kroasia, Jerman, Belanda, dan Swedia, kita bisa belajar tentang kejamnya sepak bola. Jadi, wajar saja jika juara masih menjadi teka-teki. Baru dua nama terpampang dalam bagan semifinal yaitu Italia versus Spanyol. Sedangkan empat lainnya sedang memperebutkan dua tiket yang tersedia. Di sana ada Inggris versus Ukraina dan Republik Ceko menghadapi Denmark.

Satu hal yang pasti, siapa pun juaranya pastilah mereka tim terbaik saat ini.[]

*Penulis adalah seorang guru.
Alamat: Jalan Banda Aceh-Medan Km. 121, Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Organisasi: PBSI Pidie periode 2020-2024. Hobi: Membaca, menulis, main badminton, main musik.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Warga Buat Laporan Terbuka Soal Tanggul Krueng Pase, Begini Respons Kementerian PUPR

LHOKSUKON - Marzuki, warga Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, membuat laporan terbuka kepada Kementerian...

Wali Nanggroe Aceh Kukuhkan Anggota Majelis Tuha Peut, Ini Nama-Namanya

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

PLN Aceh Pasang Meteran Listrik di Rumah Al-Walid MZ, ‘Meugreb Laju Hu’

LHOKSEUMAWE – Muhammad Al-Walid MZ (13), anak berprestasi di Gampong Meunasah Buket, Buloh Blang...

Majelis Hakim Tunjuk Mediator Perkara Rekanan Gugat Dinas PUPR Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Pengadilan Negeri Lhokseumawe menggelar sidang perkara gugatan Wakil Direktur III CV Muhillis...

Doa Agar Rezeki Mengalir Lancar

Tugas seorang Muslim adalah menjemput rezeki yang halal dengan cara-cara yang baik dan sesuai...

Ini Sosok Otoniel, Gembong Narkoba Ditangkap dalam Operasi Libatkan 500 Tentara dan 22 Helikopter

KOLOMBIA - Kolombia akhirnya berhasil menangkap gembong narkoba paling dicari, Dairo Antonio 'Otoniel' Usuga....

Pertamina Bersama Masyarakat Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 1 bersama masyarakat dan mahasiswa menggelar...

Harga Kopi Gayo Terus Bergerak Naik, Ini yang Harus Dilakukan Pencinta Kopi

  BLANGKEJEREN - Harga kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues terus melonjak naik sejak sebulan...

Babinsa Latih Warga Budi Daya Maggot untuk Hasilkan Uang

LHOKSUKON – Serda Samsudin, Babinsa Koramil 29/Lkh Kodim 0103/Aceh Utara, melatih masyarakat di Desa...

113 Atlet Panjat Tebing Aceh Perebutkan Tiket PORA Pidie

BANDA ACEH - Sebanyak 113 atlet panjat tebing putra dan putri dari kabupaten/kota se-Aceh...

Peningkatan Wawasan Keilmuan bagi Ratusan Imam Masjid dan Khatib di Subulussalam

SUBULUSSALAM - Ratusan Imam Masjid dan khatib mengikuti program pembinaan peningkatan kapasitas wawasan keilmuan...

Ini Kata Sekda Aceh saat Sosialisasi Vaksinasi di Dayah MUQ Pagar Air

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi semua...

Ini Harapan Politikus Kepada Agam Inong Aceh 2021

BANDA ACEH – Muhammad Akkral (Kota Banda Aceh) dan Salwa Nisrina Authar Nyakcut Daulat...

Cerita Then Soe Na Keturunan Tionghoa Memeluk Islam

Hidayah bisa datang melalui orang-orang terdekat. Then Soe Na mengakui, cahaya petunjuk Illahi diterimanya...

Ini Jadwal Terbaru Seleksi CPNS 2021, Pengumuman Hasil SKD hingga Ujian SKB

JAKARTA – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS dipastikan mundur dari yang dijadwal sebelumnya....

Masyarakat Lancok-Lancok Rayakan Maulid, Teungku Imum: Umat Terbaik Meneladani Kekasih Allah

BIREUEN - Masyarakat Lancok-Lancok, Kecamatan Kuala, Bireuen, mengadakan kenduri untuk merayakan Maulid Nabi Besar...

Membangun Personal Mastery

Oleh: Muhibuddin, SKM Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK)  Personal...

Dayah Perbatasan Aceh Singkil Diminta Kembalikan Kejayaan Syekh Abdurrauf

SIGKIL - Sebanyak 10 tenaga kontrak/non-PNS tambahan sebagai tenaga administrasi, tenaga teknis, dan penunjang...

Belajar Digital yang Mudah, Murah, dan Aman

LHOKSUKON - Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir....

BMK Bireuen Salurkan Zakat Rp1,9 Miliar kepada 3.047 Penerima, Ini Rinciannya

BIREUEN – Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si., menyalurkan secara simbolis...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat