BerandaPeunutohTemu Rindu Ramazan, Seniman Aceh Bersamadiyah dan Berbuka Puasa Bersama

Temu Rindu Ramazan, Seniman Aceh Bersamadiyah dan Berbuka Puasa Bersama

Populer

Temu Rindu Ramazan, Seniman Aceh Bersamadiyah dan Berbuka Puasa Bersama

Oleh: Thayeb Loh Angen
Penyair dari Sumatra

Sore itu udara cerah, walaupun sebelumnya gerimis sempat disemburkan oleh langit ke sebagian kota pusaka, Banda Aceh, ini.

Sekira pukul 17:00 WIB, para seniman dari berbagai usia berdatangan ke TB Koffie, Taman Budaya. Mereka menghadiri acara “Samadiyah dan Buka Puasa Bersama Majelis Seniman Aceh (MaSA), 1445 H – 2024”.

Ketika sudah ada puluhan orang seniman hadir, acara pun dimulai. Pemandu acara, Cut Ratnawati, membuka acara. Ketua Umum Majelis Seniman Aceh, Chairiyan Ramli, dan Penasehat, Razuardi Ibrahim memberikan sambutannya.

Chairiyan Ramli berterima kasih atas kerja keras panitia sehingga acara berhasil. Dia pun berterima kasih kepada handai taulan yang telah membantu dengan segala macam bentuk bantuannya.

Razuardi Ibrahim menceritakan kilas balik acara-acara berbuka puasa bersama yang dilakukan oleh Majelis Seniman Aceh sejak tahun 2018, dan berbagai acara lainnya.

Setelah sambutan, pemandu acara mempersilakan Ustaz Muhammad Yasir memimpin acara samadiyah.

Di dalam samadiyah tersebut, didoakan arwah para seniman atau keluarganya, Doa-doa itu dikirimkan kepada arwah para almarhum dan almarhumah, yaitu kepada arwah:

Hasbi Burman bin Musa, M. Yunus bin Yacob, Syamsuddin bin Jalil, Dindin Achmad Nazmudin bin Muhammad Sumya, Ridwan bin Yunus, Jefri Muntazir bin Hasballah, Muhamad Ahyar bin Sofyan, Raden Mas Sayyidina Putradi Ika Permana bin Raden Mas Sayyidin Aryo Supeno, Herisandi bin Fahmi Ayus.

Juga kepada Syarifuddin bin Tailah, Hj. Rukiyah binti Muhammad, Muhammad Amin Umar. Bin Teuku Umar, Sulastri binti Rayyan, Cut Roslaini binti Teuku Burhannuddin, Ishak Junaidi Bin Abu Juned, Teuku Asnawi bin Teuku Umar, Maiwansyah Putra Bin Syahruddin, Cut Intan Meutia Sari Binti Tgk. Ibnoe Arhas.

Setelah samadiyah usai, pimpinan samadiyah memberikan nasehat singkat beberapa menit.

Setelah nasehat agama yang disampai dengan santun dan didengarkan dengan khusyuk itu, sebagaimana kebiasaan acara seniman, pemandu acara mempersilakan hadirin untuk membaca puisi, bernyanyi, atau lawak (stand up comedy), diiringi keyboard oleh M Zaini dan Safwan Ibnoe Arhas.

Para seniman pun tampil menarik secara bergantian. Mereka memperdengarkan dan menunjukkan keahliannya masing-masing. Di antaranya ada Cut Fahra, Dede Rachel, Ustaz Mujiburrizal, Farah Banget, Zul Kirbi, Anissa dari Teater Home, dan lainnya.

Sebagaimana motto Majelis Seniman Aceh “Silaturrahmi Terjaga Berkarya Seumur MaSA”, pada hari itu terlihat para seniman bersilaturrahmi, bercengkrama, melepas rindu antar kawan lama, bagi yang jarang berjumpa. Acara tersebut menjadi penggerak untuk berjumpa lagi.

Acara “Samadiyah dan Buka Puasa Bersama Majelis Seniman Aceh (MaSA), 1445 H – 2024”, di TB Koffie, Taman Budaya, Banda Aceh. @Majelis Seniman Aceh

Setelah salat magrib dan makan-makan usai, sebagian hadirin meninggalkan tempat acara. Sebagian lagi tetap bertahan di sana sampai tengah malam, membicarakan berbagai hal tentang seni dan budaya Aceh.

Acara samadiyah dan buka puasa bersama ini terlaksana atas izin Allah Taala. Juga berkat semangat para seniman yang meuripee (memberikan belanja secara bersama-sama dengan sukarela). Ada empat puluhan orang yang meuripee uang dan kue, peralatan, serta pikiran dan tenaganya.

Acara yang berlangsung lancar ini diketuai oleh Teuku Zulkarnain (Ipoel Sajak), bendahara Syekh Ghazali LKB, sekretaris Cut Ratnawati. Ada sekira seratus dua puluh orang menghadiri acara ini.

Makanan dan minuman yang dihidangkan pada hari itu adalah berbagai macam kue, termasuk ie bu peudah, dengan makanan pokok nasi putih berlauk ayam bakar dan ayam goreng.

Acara “Samadiyah dan Buka Puasa Bersama Majelis Seniman Aceh (MaSA), 1445 H – 2024” ini adalah acara kedua yang dilaksanakan Majelis Seniman Aceh tahun 2024.

Sebelumnya, pada 1 Januari 2024 dilaksanakan perayaan internasional, hari lahir Laksamana Keumalahayati, yang ditetapkan oleh UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada Sidang Umum ke-42 UNESCO pada 22 November 2023 di Paris, Prancis.

Majelis Seniman Aceh merupakan sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh para seniman sejak akhir tahun 2017.

Organisasi yang didirikan oleh Ayah Panton (syamsuddin Jalil) dan kawan-kawan yang sekarang dipimpin oleh Chairiyan Ramli ini mendapatkan SK Kemenkumham (Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manunia) RI sebagai perkumpulan pada akhir tahun 2022.

Pada kesempatan tersebut, Chairiyan Ramli, mengatakan, pada akhir tahun 2024 ini sampai 1 Januari 2025, Majelis Seniman Aceh berencana mengadakan perayaan internasional Hari Laksamana Keumalahayati di Banda Aceh, Jakarta, dan Paris, Prancis.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya