BANDA ACEH Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil angkat bicara terkait ditemukannya ladang ganja sebanyak 2 hektar di Lamteuba beberapa hari lalu. Hal itu disampaikan setelah diskusi publik yang digelar Badko HMI, di Lampineung, Kamis, 9 Maret 2017.
Ya sebenarnya kepolisian itu punya program Bersinar (Bersihkan Sindikat Narkoba) jadi harapan kita sebenarnya yang dituntaskan itu sindikat, kata M. Nasir Djamil.
M. Nasir Djamil sangat menyayangkan apabila pihak kepolisian hanya menangkap para pekerja di lapangan ataupun perkebunan ganja. Namun, kurang dalam penindakan bagi para sindikat. Sehingga dia mengkhawatirkan ini akan terus berlanjut di Aceh
Itu kan hanya pekerja, sindikatnya itu tidak pernah diberangus. Nah itu yang kita sayangkan kepada aparat kepolisian, agar sindikat-sindikat narkoba dan juga ganja, itu yang harus dituntaskan, kata M. Nasir Djamil.
Karena sindikat itu akan mencari orang lain dan kemudian mencari lahan lain yang untuk ditanam ganja. Nah bagaimana memotong jaringan sindikat ganja di Aceh itu, itu yang menjadi prioritas, katanya lagi.
M. Nasir Djamil mengatakan besar kemungkinan ada oknum-oknum keamanan yang bermain bersama para sindikat, mengingat lokasi penemuan di Lamteuba terbilang tidak jauh (1 jam perjalanan) dari daerah pemukiman masyarakat.
Ya tidak tertutup kemungkinan juga kalau sindikat ini bermain dengan oknum. Tentu mereka akan mencari oknum-oknum mereka yang bisa ajak kerja sama, kata M. Nasir Djamil.
Jadi kalau ada signalman bahwa ada oknum-oknum yang ikut mem-backup, mem-backing bisnis ganja ini, itu tidak bisa dipungkiri, katanya lagi.
Anggota Komisi III DPR RI ini juga mengatakan perlu pengawalan bersama mengenai kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan dan mereka dari anggota dewan juga mendukung dengan anggaran agar pihak kepolisian bisa bekerja.
Saya pikir, ini harus dikawal bersama sebab terkadang ketika isu ini tidak lagi muncul ke permukaan. Jangan sampai kemudian berhenti di tengah jalan atau kelelahan, kata M. Nasir Djamil.
Makanya kita mendukung dan anggaran juga kita push, kita dorong, kita dukung sehingga kemudian mereka bisa bekerja dengan baik, katanya lagi.[]




