Kamis, Juli 25, 2024

Warga Lhoksukon Dihebohkan Penemuan...

LHOKSUKON - Masyarakat Gampong Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dihebohkan penemuan mayat laki-laki...

Capella Honda Gandeng Jurnalis...

BANDA ACEH - Dalam rangka kampanye Sinergi Bagi Negeri, PT Astra Honda Motor...

Kejari Gayo Lues Eksekusi...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali mengeksekusi uqubat cambuk terhadap delapan...

Pj Bupati Gayo Lues...

 BLANGKEJEREN - Askab PSSI Kabupaten Gayo Lues mulai mengelar pertandingan sepak bola Antar...
BerandaBerita AcehTiga Anak Terseret...

Tiga Anak Terseret Ombak di Pantai Bantayan Aceh Utara, Satu Orang Meninggal Dunia

ACEH UTARA – Tiga anak terseret ombak saat bermain air laut di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Selasa, 18 Juni 2024. Dua korban berhasil diselamatkan, dan satu lainnya meninggal dunia.

Korban meninggal Ulfatul Munajira (12 tahun, perempuan), warga Gampong Beurandang, Kecamatan Rantoe Peureulak, Aceh Timur.

Sedangkan korban selamat Airin Faiza (14, perempuan), warga Tanjong Tualang Kecamatan Rantoe Peureulak, Aceh Timur, dan Muhammad Aril (11, laki-laki), warga Gampong Matang Lada, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksaputera, melalui Kapolsek Seunuddon Ipda Muh. Zainal DJ. Madas, dalam keterangannya, Rabu, 19 Juni 2024, mengatakan korban perdagangan terseret ombak itu Muhammad Aril, sekira pukul 15.00 WIB. Namun, korban berhasil diselamatkan pihak keluarga yang ikut bersama ke pantai dan dibantu warga lainnya. Korban dievakuasi personel Polsek ke Puskesmas Seunuddon untuk mendapat perawatan.

Zainal menyebut pukul 17.00 WIB dua anak perempuan tenggelam. Airin Faiza berhasil diselamatkan lima menit kemudian oleh pengunjung pantai lainnya. Sementara Ulfatul Munajira ditemukan pada pukul 18.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Korban dievakuasi ke Puskesmas oleh personel Polsek dan pihak terkait lainnya yang disiagakan selama libur lebaran di kawasan Pantai Bantayan.

“Kita menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa ini. Perlu kerja sama untuk mencegah kejadian serupa jangan sampai terulang lagi, melalui edukasi dan pengawasan lebih ketat terhadap anak-anak dari pihak keluarga atau teman-teman saat beraktivitas di pantai, sehingga akan mengurangi risiko kecelakaan,” kata
Zainal.

“Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan anak-anak kita,” pungkas Zainal.[]

Baca juga: