BANDA ACEH – Jajaran petinggi Partai Aceh dan KPA menggelar pertemuan tertutup di Hotel The Pade, Minggu, 10 April 2016 sekitar pukul 18.20 WIB. Pertemuan ini diduga dilakukan untuk menyikapi kerusuhan internal yang terjadi di rapat Partai Aceh Ban Sigom Aceh di Hotel Grand Aceh, Banda Aceh, pagi tadi.

Hadir dalam pertemuan tertutup tersebut seperti Sarjani Abdullah, Aiyub Abbas, Teungku Darwis Jeunieb, Teungku Zulkarnaini Hamzah alias Teungku Ni, Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak dan puluhan mantan kombatan GAM eks-Tripoli. Tidak diketahui apa yang dibahas oleh para petinggi PA/KPA tersebut. Namun besar kemungkinan mereka membahas kisruh internal yang terjadi pagi tadi.

Usai menggelar rapat tersebut, para peserta ikut berfoto bersama Mualem dan meneriakkan takbir sebanyak tiga kali. Mereka juga terlihat bersalam-salaman dan berbincang antara satu dengan lainnya.

Dikabarkan, jajaran petinggi PA/KPA juga bertandang ke Mess Wali. “Ada rapat tertutup juga di sana,” ujar sumber portalsatu.com.

Sebelumnya diberitakan, musyawarah Partai Aceh Ban Sigom Aceh Tahun 2016 dalam rangka mempersatukan visi dan misi partai untuk menyambut Pilkadasung serentak 2017 di Hotel Grand Aceh, Banda Aceh, dikabarkan rusuh, Minggu, 10 April 2016. Informasi yang diterima portalsatu.com, kerusuhan tersebut terjadi pada awal musyawarah berlangsung dan mulai ramai diperbincangkan di dunia maya.

“Tadi waktu awal-awal musyawarah. Na karu bacut, jinoe hana le ka bubar,” ujar salah satu sumber portalsatu.com melalui sambungan telepon.

Namun dia menolak menyebutkan faktor penyebab rusuh tersebut. Menurutnya kerusuhan terjadi antara kader partai dengan elemen mantan kombatan GAM. “Infonya nanti ada konferensi pers. Ditunggu aja,” katanya tanpa menyebutkan waktu pelaksanaan konferensi pers tersebut.

Informasi kisruh internal Partai Aceh tersebut terus bergulir di jagat maya. Bahkan, salah satu pengawal tertutup Abu Razak dikabarkan terluka. Kepalanya bocor terkena benda tumpul.

Kabar diterima portalsatu.com juga menyebutkan adanya tembakan sebanyak 3 kali yang dilepaskan di ruangan tempat berlangsungnya partai tersebut. Tembakan ini dimaksud untuk merelai pertikaian kedua kubu yang saling berseberangan. Masih berdasarkan informasi portalsatu.com diketahui ada pihak-pihak yang menginginkan Muzakir Manaf menggunakan kalangan internal sebagai pendamping di Pemilukada 2017 nanti. Namun di pihak lain, ada yang mempertahankan hasil rapat PA di Hotel Hermes Pallace dengan menyerahkan keputusan tersebut kepada Mualem.

Perbedaan pendapat ini memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Salah satu pihak tidak bisa menahan emosi sehingga terjadi tindakan anarkis. Akhirnya sidang yang dipimpin oleh Jufri Hasanuddin tersebut ditutup.

Hingga berita ini diturunkan, informasi yang diterima wartawan masih simpang siur. “Usai Maghrib ada jumpa pers di Kantor Partai Aceh di Batoh,” ujar Jubir PA Suadi Sulaiman alias Adi Laweung singkat yang menghubungi portalsatu.com sekitar pukul 18.40 WIB tadi.[](bna)