Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsWarga Aceh Guru...

Warga Aceh Guru Tahfiz di Ukraina Bertahan di Ivano, Ini Alasannya

BANDA ACEH – Seorang warga asal Aceh, Muhammad Fata, menjadi guru tahfiz di salah satu rumah sekolah Islam di Ukraina sejak enam bulan lalu. Pria asal Nagan Raya itu masih memilih menetap di kota Ivano, Ukraina. Fata belum berniat keluar dari negara itu yang tengah diserang Rusia.

Fata memutuskan tetap tinggal di Ivano karena asrama yang ditempatinya merupakan tempat yang aman. Pasalnya, tempat itu terletak cukup jauh dari Kiev, Ibu Kota Ukraina, sekitar 14 jam perjalanan. Ivano, lebih dekat ke Polandia, sekitar 4 jam perjalanan.

Asrama sekolah tempat Fata mengajar dijadikan lokasi mengungsi bagi murid dan 70 warga muslim lainnya dari Kiev. Jika kondisi tidak aman, kata Fata, maka mereka akan ke Polandia. Fata berharap agar konflik Rusia dan Ukraina cepat berakhir.

“Saya mohon doanya dari teman-teman semua agar konflik ini cepat berakhir,” ucap Fata dalam Rapat Koordinasi membahas kondisi warga Aceh di Ukraina. Rapat itu digelar Forum Mahasiswa Aceh Dunia (Formad) secara virtual, Kamis, 3 Maret 2022, sore.

Selain Fata, ada satu warga Aceh lainnya di Ukraina yang sedang menempuh pendidikan spesialis ortopedi, yakni Arif Fazila. Mahasiswa asal Beurenuen, Pidie, itu sudah dievakuasi ke Bucharest, Romania, tetangga Ukraina.

Arif dievakuasi bersama 70 WNI lainnya, 12 di antaranya positif Covid-19, termasuk Arif. Saat ini, Arif sedang karantina di hotel yang difasilitasi KBRI Bucharest. Arif menyatakan akan pulang ke Indonesia setelah terkonfirmasi negatif Covid-19.

Juru Bicara Formad, Zainal Abidin Hasbullah, mengatakan mahasiswa Aceh di luar negeri yang mendapat masalah seperti sekarang ini perlu segera ditindaklanjuti. Formad berharap Arif dan Fata bisa dipulangkan ke Indonesia, tapi keputusan akhir dikembalikan lagi kepada pihak berwenang.

“Kita selaku anggota Formad terus berkomunikasi dengan teman-teman, memberi support sesama WNI terutama sesama mahasiswa dan perantau Aceh. Selebihnya kita serahkan pada yang berwajib. Semoga kita bisa mengambil jalan yang terbaik buat teman-teman, khususnya buat Bang Arif dan Bang Fata” ujar Zainal yang juga Koordinator Hubungan Antar-Lembaga Formad.

Zainal menjelaskan informasi awal diketahuinya keberadaan Arfi dan Fata berawal dari komunikasi Ketua Umum Formad, Andri Munazar, bersama tim pengurus Formad melalui jejaring mahasiswa Aceh. Salah satunya dengan Ikatan Mahasiswa Aceh Turki (Ikamat), yakni Akbar, Haykal, Ikram, dan Darlis.

“Kita mendapat kontak mereka, langsung dikomunikasikan, lalu kita ajak zoom meeting bersama. Hal ini sesuai arahan Ketua Formad agar perlu segera dikoordinasikan, dikoneksikan dengan pihak Pemerintah Aceh/BPPA. Rekan-rekan mahasiswa Aceh di negara tetangga seperti Romania (Ilham), Polandia (Fakhurradhi), dan dengan tokoh-tokoh Aceh di Jakarta,” kata Zainal.

“Alhamdulillah telah terhubung secara virtual zoom dan sudah dibuatkan group WA khusus untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi serta kami terus memantau keberadaan mahasiswa Aceh lainnya di Ukraina,” tutur Zainal yang juga mahasiswa Aceh di Tunisia.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang turut hadir pada rapat koordinasi terbatas secara virtual yang diadakan Formad tersebut berharap agar mahasiswa Aceh untuk terus memberi kabar melalui BPPA. Namun, jika ada kendala kondisi sangat mendesak, segera menghubunginya langsung. Nova meminta Fata untuk menyiapkan rencana B jika kondisi di Ivano tidak aman dan kesulitan untuk dievakuasi ke Polandia.

“Paling penting jaga kesehatan dan keselamatan, pokoknya kondisi di-update setiap saat, via WA saya langsung atau ke Kepala BPPA Pak Almuniza, bisa menghubungi Andri Formad, saya terus memantau situasi kalian,” ujar Nova.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Almuniza Kamal, mengatakan pihaknya akan memantau dan terus update kondisi masyarakat Aceh di Ukraina. BPPA akan mengomunikasikan perihal ini dengan Kementerian Laur Negeri sesuai arahan Gubernur Aceh.

“Bagaimanapun juga kita ingin mengetahui kondisi teman-teman di Ukraina. Yang penting tetap berkabar,” ujar Almuniza dalam rapat koordinasi itu.

Keputusan kepulangan masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya bergantung dari keputusan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenlu. “Kami telah menerima informasi sebenarnya dari Kemenlu, namun tidak diberitahu identitas, nomor kontak. Namun, Formad pada (Kamis, 3/3) sore ini telah dapat memfasilitasi ini semua, saya ucapkan terima kasih,” kata Almuniza.

Penasihat Formad, Surya Darma yang juga Ketua Taman Iskandar Muda (PP TIM) mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Formad, Andri Munazar, yang telah bergerak cepat dalam menghubungi teman-teman jejaring Formad untuk mencari informasi keberadaan masyarakat Aceh di Ukraina.

Surya Darma berharap semua warga Aceh di Ukraina dalam kondisi yang aman, sehat, selamat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. “Selalu update komunikasi karena dalam kondisi begini, komunikasi adalah hal yang paling penting. Saling sharing kontak komunikasi sebagai media update perkembangan,” ujarnya.

“Kalau bisa diberikan kontak orang penting yang dapat dihubungi saat genting. Itu penting dalam kondisi begini selain jaga kesehatan. Komunikasi adalah media pertama yang dibangun karena belum tentu kedutaan punya data. Kami juga dari Formad, Taman Iskandar Muda, dan diaspora global Aceh tentu ingin berupaya turut menjaga. Jika ada yang perlu dibantu, tolong diupdate,” tutur Surya Darma.[](red)

Baca juga: