Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaNews7 Spesies Langka...

7 Spesies Langka ini Masih Ada di Taman Nasional Gunung Leuser Aceh Tenggara

TAMAN Nasional Gunung Leuser biasa disingkat TNGL adalah salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 Hektar yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Provinsi Aceh yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Dairi, Karo dan Langkat.

Taman nasional ini mengambil nama dari Gunung Leuser yang menjulang tinggi dengan ketinggian 3404 meter di atas permukaan laut di Aceh. Taman nasional ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pegunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya,pariwisata, dan rekreasi.

Salah satu taman nasional yang masih terdapat hewan langka adalah Taman Nasional Gunung Leuser. Taman nasional ini terletak di dua provinsi, yaitu Aceh dan Sumatera Utara. Luasnya 1.094.692 hektar, dan termasuk Kawasan Pelestarian Alam.

Ingin tahu hewan-hewan langka yang masih hidup nyaman di taman nasional ini? Simak ulasan berikut, Chek This Out ;

1. Orangutan Sumatera

Inilah orangutan paling langka. Hewan ini lebih suka hidup di atas pohon, untuk menghindari hewan buas. Makanan yang disukai adalah buah-buahan, serangga, telur burung, vertebrata kecil, dan rayap.

Orangutan Sumatera termasuk hewan cerdas. Mereka pandai membuat alat yang digunakan untuk mencari makan. Mereka dapat mematahkan cabang pohon, membuang ranting-rantingnya, lalu mengasah ujungnya. Jadilah sebuah batang. Hewan itu menggunakan batang tersebut untuk mencungkil lubang pohon dalam rangka mencari rayap.

2. Siamang

Yaitu jenis kera berbulu hitam, berlengan panjang, dan tidak berekor. Di antara jari kedua dan ketiga, terdapat anyaman. Hewan ini lincah dan gesit, sehingga sulit dimangsa binatang buas.

Keunikan lain adalah, suara hewan ini sangat nyaring. Sebab, di tenggorokan mereka terdapat kantung gular.

Populasi hewan ini sangat sedikit, karena habitatnya semakin berkurang. Biasanya karena habitat tersebut dibuka untuk lahan pemukiman dan pertanian.

3. Rangkong Papan

Burung ini sangat cantik. Bulunya berwarna hitam, paruhnya berwarna putih, dan memiliki tanduk berwarna hitam putih. Tanduknya berongga. Ada perbedaan warna mata antara rangkong jantan dan betina. Yang jantan matanya berwarna merah, yang betina berwarna biru.

Hewan ini sudah langka karena penangkapan liar dan semakin hilangnya habitat hutan bagi tempat tinggalnya.

4. Harimau Sumatera

Hewan ini sudah sangat langka. Populasinya yang hidup di alam bebas hanya 400-500 ekor. Langkanya hewan ini akibat perdagangan oleh manusia. Bahkan, tahun 1998-2000 tercatat 66 ekor harimau sumatera terbunuh. Penyebab lainnya adalah pembukaan hutan habitatnya untuk dijadikan pemukiman dan lahan pertanian.

5. Ajak

Ada yang tahu hewan ini? Ajak atau sering ditulis ajag adalah anjing hutan yang mirip serigala. Hewan ini adalah jenis anjing asli Indonesia. Sedangkan, anjing kampung dan anjing-anjing peliharaan, justru jenis anjing import.

6. Beruang Madu

Inilah beruang terkecil dibandingkan jenis beruang lainnya di dunia. Hewan ini dapat bergerak dengan kecepatan 8 km/jam. tenaganya pun sangat kuat. Bagian telapaknya tidak berbulu, karena biasa hidup di pepohonan.

Disebut beruang madu karena hewan ini senang makan madu. Lidahnya sangat panjang, dan dapat dipanjangkan lagi sesuai kebutuhan. Fungsinya untuk mengambil madu dari sarang lebah yang terdapat di pohon-pohon.

7. Gajah Sumatera

Hewan ini juga termasuk yang kritis. Populasinya hanya 2.700 ekor. Sekitar 65% gajah sumatera mati diburu manusia, untuk diambil gadingnya. Mamalia terbesar ini sangat dilindungi.

Itulah tujuh hewan langka yang masih dapat ditemui di Taman Nasional Gunung Leuser.[]Sumber:abulyatama

Baca juga: