Apam, kue khas dengan bahan tepung dan santan jadi hidangan khusus masyarakat Aceh, mulai dari kenduri setelah gempa sampai hukuman bagi pria yang tidak ke masjid di hari Jumat.
Membuat kue apam dalam berbagai perhelatan (khanduri) merupakan tradisi dalam masyarakat kampung di Aceh. Sampai sekarang kebiasaan ini masih dipertahankan dalam bentuk khanduri apam (kenduri apam).
Kenduri apam biasa dilaksanakan pada 27 Rajab yang diperingati sebagai hari israk mikraj Nabi Muhammad SAW. Pada malam 27 Rajab, masyarakat desa berkumpul di Meunasah (Surau) untuk mendengar cermah tentang peristiwa israk mikraj yang dialami Nabi Muhammad SAW. Ceramah ini disampaikan oleh seorang teungku, baik oleh teungku di gampong tersebut maupun teungku yang didatangkan dari daerah lain.
Baca Juga: Ragam Mode Baju di Aceh tempo Dulu.
Orientalis Belanda H Christian Snouck Hurgronje dalam buku Aceh di Mata Kolonial mengungkapkan sebuah cerita turun temurun dalam masyarakat Aceh. Konon katanya, kenduri apam bermula dari seorang pria Aceh yang ingin mengetahui nasib orang di dalam kubur, terutama tentang pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh malaikat Mungkar dan Nakir terhadap si mayat, serta hukuman yang akan dijatuhkan terhadap si mayat bila tak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan kedua malaikat tersebut.



