LHOKSUKON – Bayi yang diberikan air susu ibu (ASI) secara ekslusif akan terhindar dari risiko stunting. Sebab, ASI berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan anak, perkembangan otak, kesiapan saluran penceranaan, serta mencegah terjadinya penyakit alergi atau infeksi di kemudian hari.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Jalaluddin, SKM., M.Kes., Selasa, 8 Juli 2025. Karena itu, pihaknya memberikan perhatian terhadap ibu menyusui agar mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Gizi seimbang pada ibu menyusui artinya asupan gizi harus memenuhi kebutuhannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan bayinya. Asupan gizi ibu sangat penting karena berkaitan dengan status gizinya dan produksi air susu ibu, serta tumbuh kembang bayi. Asupan gizi ibu harus memenuhi kaidah gizi seimbang sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan.

Pola pemberian makan yang baik untuk bayi sejak lahir sampai anak berusia dua tahun meliputi: pemberian ASI kepada bayi dengan segera dalam waktu satu jam setelah lahir (inisiasi menyusu dini/IMD); dan pemberian hanya ASI saja sejak bayi lahir sampai usia enam bulan sebagai makanan utama bayi (ASI eksklusif) yang dilanjutkan hingga usia dua tahun bersamaan dengan pemberian MPASI.

Pemberian asupan gizi dan stimulasi yang cukup sejak lahir dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tidak terlaksananya IMD dan gagalnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya stunting.

Lebih lanjut, dalam buku Stunting-pedia: Apa yang Perlu Diketahui tentang Stunting, beberapa pola menyusui untuk bayi:

Menyusui Eksklusif. Menyusui eksklusif berarti menyusui dengan tidak memberikan bayi makanan atau minuman lain, termasuk air, selain ASI (kecuali obat-obatan dan vitamin atau mineral tetes, serta ASI perah).

Menyusui Predominan. Menyusui predominan berarti menyusui bayi, tetapi pernah memberikan sedikit air atau minuman berbahan dasar air, seperti teh.

Menyusui Sebagian/Parsial. Menyusui sebagian atau parsial berarti memberi bayi sedikit ASI dan beberapa makanan lain, seperti susu formula dan bubur.

Pemberian Makan melalui Botol.Pemberian makan melalui botol berarti memberi makan bayi dari botol, apa pun makanan yang ada di dalam botol, termasuk ASI perah.

Pemberian Makanan Buatan. Pemberian makanan buatan berarti memberi makan bayi dengan makanan yang dibuat/dimasak dan tidak menyusui sama sekali.

Pemberian Makanan Pendamping ASI Tepat Waktu. Pemberian makanan pendamping ASI yang tepat waktu berarti memberi bayi makanan lain selain ASI setelah anak usia enam bulan.

Pentingnya Pemberian ASI

ASI mempunyai beberapa keunggulan:

a. ASI mengandung kolostrum untuk meningkatkan imunitas tubuh bayi;
b. ASI mudah dicerna dan mengandung zat gizi yang berkualitas;
c. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih, dan bebas kontaminasi;
d. ASI mendekatkan hubungan kasih sayang ibu dan bayi,
meningkatkan kecerdasan anak, praktis, dan murah;
e. ASI mengandung Imunoglobulin A sekretorik yang tidak dicerna di lambung, sehingga dapat melindungi usus bayi.

Menyusui tidak hanya memberikan manfaat yang baik bagi anak, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan ibu. Di antaranya:

Isapan bayi akan merangsang terbentuknya hormon oksitosin. Oksitosin membantu rahim ibu kembali ke ukuran semula dan mengurangi pendarahan postpartum.

Pemberian ASI menurunkan angka kejadian kanker payudara dan kanker ovariaum.

Dengan menyusui, ibu merasa bangga dan diperlukan oleh bayi, serta memperkuat rasa kasih sayang.

Menyusui adalah salah satu fondasi kesehatan, perkembangan, dan kelangsungan hidup anak. Perannya penting dalam mencegah terjadinya diare, pneumonia, dan kekurangan gizi sebagai penyebab umum kematian pada anak di bawah lima tahun.

Menyusui juga membantu mengurangi kelebihan berat badan (obesitas) dan melindungi kesehatan ibu.[](*)