BerandaBerita AcehBegini Pernyataan MaTA Soal Kejari Usut Kasus Pengadaan Tanah Kuburan di Lhokseumawe

Begini Pernyataan MaTA Soal Kejari Usut Kasus Pengadaan Tanah Kuburan di Lhokseumawe

Populer

LHOKSEUMAWE – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai Kejaksaan Negeri Lhokseumawe akan mampu membuktikan dengan cepat adanya tindak pidana korupsi dalam pengadaan tanah kuburan untuk Gampong Kutablang di Gampong Alue Lim bersumber dari APBK 2022.

“Kita menilai tidak ada hambatan yang dihadapi Kejari Lhokseumawe untuk memastikan adanya tindak pidana korupsi dalam pengadaan tanah kuburan ini, sangat mudah untuk membuktikannya. Jadi, prosesnya akan lebih cepat selama kejaksaan fokus terhadap kasus tersebut,” kata Koordinator MaTA, Alfian, saat menghubungi portalsatu.com, Kamis, 22 Februari 2024, sore.

Menurut Alfian, kebijakan pengadaan tanah di Kota Lhokseumawe selama ini berpotensi terlibat para penyelenggara negara/daerah baik pada 2022 maupun tahun-tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, Alfian berharap Kejari Lhokseumawe mengusut kasus ini secara transparan. “Karena status kasus pengadaan tanah kuburan tersebut sudah masuk tahap penyidikan, kita berharap Kejari Lhokseumawe segera mengumumkan tersangka,” ujar aktivis antikorupsi ini.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe sedang mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk kuburan Gampong Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, berlokasi di Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat.

Hal itu disampaikan Kajari Lhokseumawe, Lalu Syaifudin, S.H., M.H., didampingi Kasi Intelijen Kejari Therry Gutama, S.H., M.H., dan Kasi Pidsus Saifuddin, S.H., M.H., kepada para wartawan di kantornya, Kamis, 22 Februari 2024, siang.

Lalu Syaifudin menjelaskan pengadaan tanah seluas 14.000 meter persegi atau hampir 1,5 hektare untuk lokasi kuburan itu bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2022 senilai Rp1,17 miliar.

Menurut Lalu Syaifudin, setelah pihaknya meminta keterangan berbagai pihak, dan melakukan analisa yuridis, ditemukan peristiwa dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus pengadaan tanah itu.

“Perhitungan sementara ditemukan mark-up harga tanah hampir Rp500 juta,” kata Lalu Syaifudin.

Dugaan mark-up (penggelembungan), kata Lalu Syaifudin, karena pembayaran harga tanah tersebut jauh lebih tinggi dari harga pasaran.

Lalu Syaifudin menyebut pihaknya menyelidiki kasus tersebut sejak 14 hari lalu. Kasus itu ditingkatkan ke penyidikan sejak Kamis (22/2).

Baca: Kejari Lhokseumawe Usut Kasus Pengadaan Tanah Kuburan, Dugaan Mark-up Hampir Rp500 juta.[](red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya