BANDA ACEH – Tidak hanya di provinsi, belanja dikelola sebagian besar pemerintah kabupaten/kota di Aceh selama ini juga lebih didominasi Belanja Pegawai (BP). Akibat besarnya BP membebani Belanja Kabupaten/Kota (BK), anggaran untuk kebutuhan pembangunan melalui Belanja Modal (BM) menjadi kecil.

Bahkan, beberapa kabupaten/kota, porsi BP-nya masih tampak melambung tinggi di atas BM dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten/Kota Tahun Anggaran (APBK TA) 2015 dan 2016. Itu terlihat dari data dipublikasikan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) melalui laman Monitoring dan Evaluasi atau Monev LKPP, diperoleh portalsatu.com, 3 Februari 2017.

Kondisi sama terlihat dalam APBK TA 2017—bagi kabupaten/kota yang sudah mengesahkan anggaran. Namun, porsi BP dan BM dalam APBK 2017 masih berpotensi bertambah atau berkurang saat Perubahan APBK pada penghujung tahun nantinya.

Dalam APBK, BP merupakan bagian dari Belanja Operasi (BO). BP mendapat porsi terbesar dalam BO, disusul Belanja Barang/Jasa, Belanja Bunga, Belanja Hibah, dan Belanja Bantuan Sosial alias Bansos.

Sedangkan BM untuk Belanja Tanah, Belanja Peralatan dan Mesin, Belanja Gedung dan Bangunan (BGB), Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan (BJIJ), dan Belanja Aset Tetap Lainnya. Dalam BM, porsi BJIJ dan BGB lebih besar. Ada kabupaten/kota yang mengalokasikan BJIJ lebih besar, ada pula BGB lebih dominan dalam BM.

Artinya, BP sebagai biaya operasional termasuk dana perjalanan dinas dan remunerasi (gaji/tunjangan) alias ongkos kerja. Sedangkan BM biaya/modal untuk pembangunan daerah. Ketika BP masih lebih tinggi daripada BM, bukankah itu menunjukkan ongkos kerja lebih mahal dibandingkan hasil pekerjaan?

Satu sumber menyebut “anggaran publik (anggaran daerah) adalah bahan bakar mesin dan roda pembangunan”. Sejatinya, porsi Belanja Modal lebih besar daripada Belanja Pegawai. Bukan sebaliknya, seperti kenyataan selama ini. “Jika BM lebih tinggi dibandingkan BP, baru layak disebut: ‘APBK pro-rakyat, bukan pro-pegawai sebagai pelayan rakyat’.”

Berikut perbandingan Belanja Pegawai (BP) dan Belanja Modal (BM) sejumlah kabupaten/kota di Aceh berdasarkan data dipulikasikan TEPRA melalui laman Monev LKPP RI:

Aceh Utara

Total Anggaran Tahun Anggaran (TA) 2015 Rp2,22 triliun lebih:

– BP Rp1 triliun lebih (BP dalam Belanja Tidak Langsung/BTL Rp961,72 M, dan BP pada Belanja Langsung/BL Rp95,15 M)

– BM Rp419,77 M)

Total Anggaran TA 2016 Rp2,71 triliun lebih:

-BP Rp1 triliun lebih (BP dalam BTL Rp952,25 M, dan BP pada BL Rp80,77 M)

-BM Rp471,21 M)

 

Aceh Selatan

Total Anggaran TA 2015 Rp1,32 triliun lebih:

-BP Rp575,5 M (BP dalam BTL Rp545,76 M, dan BP pada BL Rp29,74 M)

-BM Rp316,44 M

(Anggaran TA 2016 belum dipublikasikan pada laman Monev LKPP)  

 

Aceh Timur

Total Anggaran TA 2015 Rp1,66 triliun lebih:

-BP Rp711,16 M (BP dalam BTL Rp618,72 M, dan BP pada BL Rp92,44 M)

-BM Rp408,76 M

 

Total Anggaran TA 2016 Rp1,90 triliun lebih:

-BP Rp714,68 M (BP pada BTL Rp621 M, dan BP pada BL Rp93,68 M)

-BM Rp433,73 M

 

Aceh Barat

Total Anggaran TA 2015 Rp1,25 triliun lebih:

-BP Rp539,41 M (BP pada BTL Rp504,06 M, dan BP pada BL Rp35,35 M)

-BM Rp310,58 M

 

Total Anggaran TA 2016 Rp1,40 triliun lebih:

-BP Rp538,68 M (BP pada BTL Rp504,92 M, dan BP pada BL Rp33,76 M)

-BM Rp325,83 M

 

Aceh Tengah

Total Anggaran TA 2015 Rp1,25 triliun lebih:

-BP Rp601,8 M (BP pada BTL Rp509,26 M, dan BP pada BL Rp92,54 M)

-BM Rp265,40 M

(Anggaran TA 2016 belum dipublikasikan pada laman Monev LKPP

 

Aceh Besar

Total Anggaran TA 2015 Rp1,62 triliun lebih:

-BP Rp770,99 M (BP pada BTL Rp706,57 M, dan BP pada BL Rp64,42 M)

-BM Rp315,96 M

 

Total Anggaran TA 2016 Rp2 triliun lebih:

-BP Rp803,71 M (BP pada BTL Rp736,07 M, dan BP pada BL Rp67,64 M)

-BM Rp490,43 M

 

Pidie

Total Anggaran TA 2015 Rp1,85 triliun lebih:

-BP Rp909,85 M (BP dalam BTL Rp760,57 M, dan BP pada BL Rp149,28 M)

-BM Rp352,99 M

 

Total Anggaran (murni) TA 2016 Rp2,17 triliun lebih (data anggaran perubahan belum dipublikasikan pada laman Monev LKPP):

-BP Rp973,15 M (BP dalam BTL Rp809,21 M, dan BP pada BL Rp163,94 M)

-BM Rp392,15 M

 

Banda Aceh

Total Anggaran (murni) TA 2015 Rp1,16 triliun lebih:

-BP Rp680,18 M (BP dalam BTL Rp591,44 M, dan BP pada BL Rp88,74 M)

-BM Rp210,48 M.

 

Total Anggaran TA 2016 Rp1,45 triliun lebih:

-BP Rp739,57 M (BP dalam BTL Rp652,36 M, dan BP pada BL Rp87,21 M)

-BM Rp272,89 M.

Beberapa kabupaten/kota lainnya, porsi BP-nya tidak terlalu tinggi dibandingkan BM. Dan, hanya sedikit kabupaten/kota yang porsi BM-nya lebih tinggi dari BP. Di antaranya, Subulussalam (2015-2016), Gayo Lues (2015-2016), dan Pidie Jaya (2016).[](idg)