ACEH UTARA – Masyarakat Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, menggelar doa bersama memohon kepada Allah SWT agar segera turun hujan. Pasalnya, sawah petani di kawasan itu sudah lama dilanda kekeringan sehingga tanaman padi berpotensi gagal panen.
Beralaskan tikar, warga duduk di landasan pacu (runway) di Kecamatan Tanah Luas, Jumat, 13 Januari 2023, sore. Lokasi doa bersama itu di dekat makam ulama Teungku Di Panyang. Doa bersama tersebut dipimpin Imum Gampong Ampeh, Tgk. Ismail Ahmad, dan Tgk. H. Sufiyan Suri (Guru Majelis Taklim).
Mukim Tengah Kecamatan Tanah Luas,
H. Muhammad Nur Ibrahim, mengatakan masyarakat berinisiatif menggelar doa bersama meminta hujan kepada Allah SWT, karena sudah 45 hari sawah mengalami kekeringan. Di Gampong Apeh, sawah petani seluas 49 hektare dilanda kekeringan, belum lagi di gampong atau kecamatan lainnya.
Masyarakat setempat menilai penyebab utama adalah Bendung Irigasi Krueng Pase belum berfungsi sama sekali hingga sekarang. Para petani mengaku sudah lelah menunggu rampungnya bendung tersebut.
“Kondisi sawah sudah retak-retak, usia tanaman padi saat ini satu bulan setengah sampai dua bulan. Diperkirakan apabila tidak turun hujan selama 20 hari ke depan, tanaman padi akan gagal panen pada musim tanam kali ini, karena sumber air dari irigasi pun tidak ada sama sekali. Maka kita berdoa bersama-sama semoga segera turun hujan untuk kebutuhan air di sawah para petani,” kata Muhammad Nur Ibrahim, didampingi Keuchik Gampong Ampeh, Murhadi, kepada wartawan, Jumat.
Muhammad Nur menambahkan pihaknya mewakili petani dari sembilan kecamatan di Aceh Utara dan satu kecamatan masuk wilayah Lhokseumawe, berharap pembangunan Bendung Irigasi Krueng Pase dapat segera diselesaikan, supaya kebutuhan air bagi sawah para petani dapat terpenuhi.
Lihat pula: Proyek Bendung Irigasi Krueng Pase Belum Tuntas, Begini Penjelasan Rekanan.[]




