LHOKSUKON – Penjabat Bupati Aceh Utara Azwardi, AP., M.Si., mengajak para pengusaha tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk berperan nyata dan terukur dalam membangun ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Azwardi dalam arahannya saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) VI Kadin Kabupaten Aceh Utara, di Aula Kantor Bupati, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kamis, 16 Februari 2023.

Turut hadir pada kegiatan itu Ketua Kadin Aceh Ir. H. Muhammad Iqbal Piyeung, Komisaris PT PIM Drs. Marzuki Daud, Ketua Kadin Sabang Pon Bit, Ketua Kadin Lhokseumawe Muhammad Amany, Ketua Kadin Pidie, Kajari Aceh Utara Dr. Diah Ayu H. L. Akbari, mewakili Kodim dan Polres Aceh Utara, Wakil Direktur III Politeknik Negeri Lhokseumawe Ir. Sariyusda, M.T., sejumlah pengurus Kadin Aceh di antaranya T. Yusuf (mantan Pj. Wali Kota Sabang), dan TAF Haikal.

Azwardi menyebut salah satu indikator geliat ekonomi daerah yang sangat dekat dengan gejolak inflasi adalah mahalnya harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat. Padahal, sebagian besar barang-barang tersebut dapat diproduksi di daerah. Misalnya beras.

“Beras mahal, kenapa? Padahal kita Aceh Utara punya sawah yang luas, hasil gabah surplus, tapi kita tak punya industri, misalnya rice mill. Gabah Aceh Utara diangkut ke Medan, digiling, diolah, kemudian baru dipasarkan kembali ke Aceh Utara,” ungkap Azwardi.

Untuk itu, Pj. Bupati Azwardi mengajak para pihak, terutama kalangan pengusaha, untuk bisa menghadirkan industri pengolah gabah atau rice mill di Aceh Utara. Dengan adanya industri yang mumpuni, maka gabah dari Aceh Utara tidak lagi perlu diangkut keluar daerah, apalagi keluar provinsi, yang ujung-ujungnya nanti bisa menyebabkan permainan harga di pasaran lokal, dan berefek terhadap gejolak inflasi.

“Inflasi harus kita jaga, kita kendalikan, saya minta peran pengusaha-pengusaha Kadin untuk itu,” ucapnya.

Saat ini pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas kerja pemerintah demi menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah daerah juga diminta untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan inflasi, dengan menjalankan berbagai program terkait.

“Kemarin kami bersama Kapolres, dan Ibu Kajari, melakukan panen raya padi di Paya Bakong. Dari sini kita harapkan dapat memasok gabah ke pasar lokal, sehingga harga beras menjadi normal,” kata Pj. Bupati.

Sebelumnya, Pemkab Aceh Utara melakukan kerja sama dengan Pemkab Bener Meriah untuk menjaga rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat.

“Kebutuhan beras dan produk ikan kita kirim ke Bener Meriah, nanti dari Bener Meriah kita mendapatkan pasokan cabe, tomat, kentang dan sayuran lainnya,” ujar Azwardi seraya menyebut kerja sama itu merupakan bagian untuk pengendalian inflasi daerah.

Azwardi meminta Pengurus Kadin ke depan agar segera mempererat konsolidasi internal, dan berkolaborasi dengan Pemda. Dengan aktifnya kembali Kadin di Bumi Pase ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, pemikiran, dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kalangan UMKM.

“Semoga perekonomian di daerah ini kembali menggeliat dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih maksimal, seperti di sektor pariwisata dan perdagangan,” ucap Pj. Bupati.

Ketua Kadin Aceh, Muhammad Iqbal Piyeung mengatakan dalam dekade terakhir Kadin Pusat sempat terpecah menjadi dua kubu kepengurusan. Kemudian dari hasil konsolidasi yang difasilitasi Pemerintah akhirnya kedua kubu ini berhasil disatukan kembali dalam satu kepengurusan, di mana kemudian pemerintah mengeluarkan Keppres Nomor 18 Tahun 2022 yang mengatur kembali tentang AD/ART Kadin.

Kadin merupakan mitra strategis pemerintah yang dibentuk melalui UU Nomor 1 tahun 1987. Artinya bahwa Kadin merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menjadi induk dari asosiasi-asosiasi pengusaha. Tujuannya untuk membantu dunia usaha. Karena itu, Kadin dibolehkan menerima sharing dana dari pemerintah, misalnya dari APBN, APBD atau APBK.

“Tapi kita pengusaha Kadin malulah kalau harus minta-minta dana APBK kepada Pemda, biasanya kita pengusaha yang bantu ke Pemda,” kata Iqbal.

Plt. Ketua Kadin Aceh Utara, Iqbal Idris Ali, dalam sambutannya mengatakan kegiatan Muskab VI ini diharapkan akan lahir kepengurusan definitif untuk periode tahun 2023-2028, guna membangkitkan dunia usaha di Aceh Utara. Hal ini sejalan dengan tema diusung dalam Muskab, yaitu ‘Saudagar Pase Bangkit, Ekonomi Aceh Utara Maju’.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Iskandar Ali mengatakan anggota Muskab Kadin Aceh Utara kali ini berjumlah 39 orang. Jumlah ini tergolong sedikit, dibanding dulu yang sampai ratusan pengusaha ikut dalam keanggotaan Kadin Aceh Utara.

“Ke depan insya Allah dengan bantuan Pj Bupati kita optimis membangun organisasi ini dan berkolaborasi dengan Pemda. Kami mohon arahan dan bimbingan dari Pj. Bupati,” ucapnya.[](adv)