29.7 C
Banda Aceh
Kamis, Desember 9, 2021

Cerita Warga Ikut Vaksinasi Setelah Yakin Halal

Irma sempat ragu dengan vaksin Covid-19 karena terpengaruh dengan informasi yang dia peroleh di media sosial disebarkan orang tidak bertanggung jawab. Warga asal Seunuddon, Aceh Utara, baru bersedia mengikuti vaksinasi setelah membaca imbauan sejumlah ulama yang merupakan pimpinan dayah (pesantren) di Aceh.

Imbauan sejumlah ulama kharismatik Aceh yang ikut mengajak masyarakat menerima vaksin tertulis pada baliho-baliho dan media lainnya yang dipasang pemerintah daerah dan unsur Forkopimda di berbagai lokasi, terutama tepi jalan raya sejak beberapa bulan terakhir. Dalam baliho tersebut, sejumlah pimpinan dayah maupun Ketua Majelis Permusyawaran Ulama (MPU) di masing-masing kabupaten/kota di Aceh menyampaikan bahwa vaksin yang diberikan pemerintah aman dan halal.

“Selain pada baliho dan spanduk, saya juga membaca pernyataan sejumlah ulama Aceh dalam berita-berita dari sumber resmi. Itu yang kemudian membuat saya yakin vaksin benar-benar halal sehingga saya bersedia disuntik vaksin di tempat vaksinasi massal yang dibuat di daerah saya,” tutur Irma, Selasa, 23 November 2021.

Irma berharap pemerintah daerah di Aceh terus mengampanyekan atau meneruskan informasi berisi pernyataan para ulama kharismatik tentang vaksin halal kepada masyarakat luas. “Karena sebagian besar masyarakat kita masih mendengarkan nasihat-nasihat dari ulama dan mengikutinya,” ucap wanita 30 tahun itu.

Rusli, warga Banda Sakti, Lhokseumawe, juga menyampaikan hal sama. Dia juga berharap pemerintah daerah melakukan “jemput bola” vaksinasi ke desa-desa dengan lebih banyak lagi cara yang dapat menarik minat masyarakat.

“Seperti yang dilakukan salah satu unsur Muspida yang memberikan tiket umrah gratis dengan cara diundi, selain bantuan sembako kepada masyarakat yang ikut vaksinasi. Jadi, perlu banyak cara yang menarik untuk menyentuh masyarakat sehingga mau disuntik vaksin. Karena penting bagi semua orang menerima vaksin sebagai upaya mencegah penularan Covid-19,” ujar Rusli.

Rusli berpandangan pemberian voucer umrah, token listrik, dan sembako gratis itu dapat menjadi pemantik atau semacam bonus jika beruntung. “Memang yang paling penting bukan hadiahnya, tapi itu dapat menarik minat banyak orang untuk menerima vaksin,” ucapnya.

Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Tgk. M. Rizwan Haji, M.A., menilai peluncuran voucer vaksin berhadiah umrah oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto pada Oktober 2021 lalu, patut didukung bersama. Karena memiliki dua manfaat sekaligus, yaitu mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi sebagai ikhtiar untuk menghadapi pandemi Covid-19.

“Manfaat kedua adalah memberikan motivasi kepada umat Islam di Aceh untuk mempersiapkan diri supaya tetap sehat dalam melaksanakan ibadah umrah saat pemerintah dan pemerintah Arab Saudi mengizinkan pelaksanaan umrah,” ujar Tgk. Rizwan.

Umat Islam di seluruh dunia selalu berdoa supaya kegiatan umrah dan haji dapat kembali dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi. Kerinduan umat Islam sangat tinggi untuk dapat melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

Namun, normalisasi situasi tersebut baru dapat dilakukan jika program vaksinasi sudah berhasil secara luas.

PCNU Kota Lhokseumawe berharap inisiatif Kapolres Lhokseumawe dapat diikuti kapolres lainnya di seluruh Aceh. Sehingga dapat menggerakkan masyarakat untuk menyambut program vaksinasi mencegah Covid-19.

“Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara juga perlu proaktif memberikan berbagai insentif kepada masyarakat supaya program vaksinasi dapat berhasil sesuai harapan,” ucap Tgk. Rizwan.

Sosiolog Univeristas Malikussaleh (Unimal), Dr. Nirzalin, mengatakan sumber referensi tindakan masyarakat Aceh adalah teungku dayah, teungku imum, dan teungku pengajian di meunasah (surau) atau musala. Jika transformasi dari para elite agama membolehkan vaksin dilakukan, umumnya orang Aceh akan melakukannya, dan meminta keluarganya melakukan hal yang sama.

“Untuk Aceh yang harus dilakukan adalah transformasi dan kesediaan dari pemimpin agama untuk mengajak warga bersedia melakukan vaksinasi secara sukarela, dan tentu diawali dengan mereka terlebih dahulu,” ujar Nirzalin, 21 September 2021 lalu.

Gubernur Aceh dalam laporannya yang disampaikan Sekda Aceh, Taqwallah, saat kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI, K.H. Ma’ruf Amin, ke Aceh, 16 November 2021, mengatakan capaian vaksinasi Aceh sudah berada pada posisi 34,5 persen per 15 November 2021. Jumlah tersebut meningkat dari 19 persen pada Agustus. Peningkatan tajam terjadi pada September sebanyak 6,3 persen, kemudian Oktober 5,9 persen dan per 15 November 2021 meningkat 3,5 persen.

“Kenaikan signifikan terjadi pada kelompok usia sekolah atau remaja, yaitu 28,9 persen dari sebelumnya 2,8 persen,” kata Sekda Aceh saat rapat dengan Wapres.

Sekda mengatakan peningkatan terjadi setelah dilakukannya sosialisasi massif untuk kelompok usia remaja pada 1.141 pesantren dan 2.677 sekolah serta pertemuan dengan 6.497 kepala desa, 289 camat, 360 kepala puskesmas dan dukungan dari para ulama.

“Saat ini, persepsi masyarakat terhadap vaksin semakin positif, dan antusiasme melakukan vaksin juga semakin tinggi, setelah sebelumnya sempat terjadi penolakan akibat masifnya informasi hoaks,” kata Sekda.

Sekda menjelaskan saat ini sisa target realisasi vaksinasi tinggal 45 persen. Artinya, dengan sisa waktu 45 hari, pihaknya harus mengejar 1 persen per hari, atau sekitar 40.000 sampai 50.000 vaksinasi per hari.

“Oleh sebab itu dibutuhkan ketersediaan vaksin per hari sebanyak 40.000 sampai 50.000 dosis, yang bila diakumulasikan mencapai sekitar 4,3 juta dosis,” ujar Taqwallah.

Wapres Ma’ruf Amin menegaskan keseriusan pemerintah pusat yang ingin mempercepat capaian vaksinasi di daerah yang vaksinasinya masih rendah, termasuk Aceh salah satunya.

“Salah satu strategi yang kita tempuh untuk capaian vaksinasi nasional itu adalah dengan percepatan-percepatan di daerah termasuk Aceh,” ujar Wapres kepada awak media di sela-sela kunjungan untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar, 16 November 2021.

Selain itu, Wapres mendorong agar sosialisasi semakin digencarkan di tengah masyarakat, dengan melibatkan semua pihak, termasuk ulama dan warga dayah. “Dan, tentu saja dengan terus menjaga kecukupan stok vaksin,” tuturnya.

Wapres juga menyampaikan selama ini komitmen para ulama untuk menyukseskan vaksinasi sudah sangat baik. “Tapi kita tentu ingin capaian vaksinasi lebih tinggi lagi. Apalagi di beberapa negara telah terjadi gelombang ketiga dan ditemukan varian-varian baru. Kita ingin mengingatkan masyarakat bahwa vaksinasi adalah ikhtiar bersama dalam menghadapi pandemi ini,” kata Wapres.

Sementara itu, untuk mencegah varian baru, Pemerintah akan memperketat pintu masuk ke RI, baik darat, laut dan udara. “Sebagai sumber devisa, kita tentu memerlukan kunjungan wisatawan, namun menyelamatkan warga bangsa tentu jauh lebih penting. Oleh karena itu, selain memperketat pintu masuk, percepatan vaksinasi juga terus kita lakukan,” tegas Wapres.

Pimpinan Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah, Tgk. H. Faisal Ali akrab disapa Lem Faisal, mengaku siap membantu pemerintah dalam mengejar capaian vaksinasi agar kekebalan kelompok atau herd immunity segera terbentuk.

“Dalam rangka membantu tujuan mulia pemerintah, kita tentu siap menyukseskan gerakan vaksinasi ini,” ujar Lem Faisal.

Selain pentingnya mengikuti vaksinasi, masyarakat juga harus selalu disiplin Memakai masker dan Menjaga jarak, sering Mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas atau bepergian, kecuali untuk keperluan sangat mendesak. Tujuan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal dengan cara membiasakan 5M itu dalam kehidupan sehari-hari untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro Level 3 dan 2 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat gampong di Aceh. Perpanjangan PPKM itu berlaku sejak 23 November 2021 sampai 6 Desember 2021.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto, Rabu 24 November 2021, menyebutkan perpanjangan PPKM level 3 dan 2 tersebut tertera dalam Instruksi Gubernur (Ingub) No.25 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Level 3 dan 2, serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat gampong.

“Perpanjangan PPKM itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujar Iswanto.

Terdapat enam kabupaten kota di Aceh yang berstatus level 2 serta 17 kabupaten kota lainnya berada pada status level 3.

Adapun enam daerah level 2 tersebut yaitu Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Jaya, Kota Banda Aceh, Kota Sabang dan Kota Langsa.

Sementara 17 daerah yang berstatus level 3 yakni Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Simeulue dan Aceh Singkil. Selanjutnya adalah Kabupaten Bireuen, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Pidie Jaya, Kota Lhokseumawe dan Kota Subulussalam.

“Dalam instruksi tersebut Gubernur meminta kepada walikota dan bupati yang wilayahnya ditetapkan sesuai kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen dengan kriteria level 2, selain mengatur PPKM Mikro secara umum, juga secara khusus mengatur sebagaimana Diktum Keempat, Diktum Kelima, dan Diktum Kesepuluh Instruksi Menteri Dalam Negeri dimaksud dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan kondisi kekinian,” ujar Iswanto mengutip poin yang tertera dalam Instruksi Gubernur itu.

Hal tersebut, lanjut Iswanto, juga berlaku kepada walikota dan bupati yang wilayahnya ditetapkan sesuai kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen dengan kriteria level 3.[](Irm/*)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Ini Ketentuan dalam Ingub Aceh Soal PPKM yang Berlaku pada Lingkungan Kerja Instansi Pemerintah

BANDA ACEH - Selain mengatur pemberlakuan PPKM Mikro sampai tingkat gampong/desa, dalam Instruksi Gubernur...

Ini Waktu Shalat Paling Besar Pahalanya

Ustaz Khalid Basalamah mengatakan shalat merupakan salah satu kewajiban yang harus dikerjakan kaum Muslimin....

PPKM Mikro di Aceh Kembali Diperpanjang, Begini Pemberlakuan Tingkat Gampong

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengeluarkan Instruksi Gubernur Aceh Nomor 26/INSTR/2021/ tentang...

Rakyat Aceh Sumbang Mobil Tangki Air untuk Warga Gaza Palestina

LHOKSEUMAWE - Ikatan Muslimin Aceh Meudalat (IMAM) bekerja sama dengan Hilal Merah Indonesia-Front Persaudaran...

Capaian Vaksinasi Tanggung Jawab Bersama, Masyarakat Diimbau Ikut Membantu

BANDA ACEH - Kapolda Aceh Irjen Pol. Ahmad Haydar mengajak seluruh elemen masyarakat membantu...

Harga CPO Terus Bergerak, TBS Diperkirakan Bisa Tembus Rp 3.000 per Kilogram

SUBULUSSALAM - Harga Tandan Buah Sawit (TBS) kelapa sawit terus mengalami kenaikan sejak setahun...

Bupati Gayo Lues Lantik 45 Pengulu, Ini Nama-Namanya

BLANGKEJEREN - Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru melantik dan mengambil sumpah jabatan 45...

Seluruh Kepala Sekolah dan Guru Diminta Maksimalkan Capaian Vaksinasi Siswa

BANDA ACEH - Seluruh kepala sekolah dan guru SMA maupun SLB yang kewenangannya di...

Ini Kata Sekretaris Perusahaan PT PAG Soal Kunjungan Ahok

LHOKSEUMAWE – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, berkunjung ke...

HMI Lhokseumawe Serahkan Petisi kepada Ahok saat Berkunjung ke PAG

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara menyerahkan petisi dan...

Capai Target Vaksinasi, Muspika Muara Satu dan Nisam Dapat Penghargaan

LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto memberikan penghargaan kepada Muspika Muara Satu dan...

Gubernur Aceh Silaturahmi dengan Ketua Yarsis dan Rektor Unusa

SURABAYA - Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT melakukan silaturahmi dengan Ketua Yayasan Rumah...

Massa IKBAL Hadang Mobil Rombongan Ahok di PAG Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Masyarakat tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) menghadang mobil rombongan Komisaris...

Alquran dan Sains Ungkap Gunung Selalu Bergerak Dinamis

GUNUNG Semeru meletus dan mengeluarkan sejumlah material vulkanis pada Sabtu, 4 Desember 2021, sekira...

Ini Langkah Sederhana Istri Menuju Surga

Seorang perempuan itu sejatinya sangat mudah untuk menjadi penghuni surga. Banyak hadis yang menjelaskan...

Aceh Raih Tiga Juara Nasional Vokalis Gambus dan Pop Religi di NTB

LOMBOK –Tiga putra putri Aceh di bawah binaan Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI)...

Pidie Jaya Juara Umum Pra-PORA Muaythai

BANDA ACEH – Para fighter asal Kabupaten Pidie Jaya sukses mendominiasi perolehan medali pada...

SMAN 9 Tangsel dan SMPN 19 Jakarta Selatan Juara Festival Tari Ratoh Jaroe

JAKARTA - Panitia Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) akhirnya menyerahkan Piala Bergilir Gubernur Aceh...

Milad GAM, Bendera Bintang Bulan Sempat Berkibar di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Warga dan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tergabung dalam Majelis Wilayah...

Kapolres Subulussalam Ingatkan Netizen Tentang Ujaran Kebencian, Ada Sanksi Pidana

  SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengingatkan pengguna media sosial (medsos) di wilayah...