TAKENGON – Pengusaha dan eksportir kopi Gayo, Haji Rasyid mengatakan, untuk menghindari permainan harga kopi international perlu ada upaya mengembangkan perdagangan kopi di tingkat nasional saja.
“Bila penjualan dan peredaran kopi di tingkat nasional 30 persen saja, itu akan dapat menghindari permainan harga kopi internasional,” kata Haji Rasyid saat Ketua Partai Demokrat Aceh Nova Iriansyah berkunjung ke Gudang Orro Coffee milik pengusaha itu di Kampung Mongal, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, Rabu, 30 November 2016.
Rasyid menjelaskan, akibat permainan harga kopi di tingkat perdagangan internasional hanya memperkaya pedagang saja, bukan para petani.
“Dalam hal ini pemerintah harus melakukan tata kelola kopi dengan baik. Membuka peluang yang besar untuk mendorong perdagangan kopi nasional saja yang saat ini sudah banyak permintaannya,” ujar Rasyid.
Menurut Rasyid, saat ini uang rakyat dari penjualan kopi yang beredar mencapai Rp1,3 triliun. Itu untuk penjualan kopi dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, katanya.
Ia mengklaim Gudang Orro Coffee miliknya mengekspor kopi ke berbagai negara mencapai 19 ton perhari.[]


