BILA membahas gembong narkoba paling berbahaya di dunia, terdapat dua nama yang pantas mendapatkan sebutan tersebut yaitu Pablo Escobar dan El Chapo. Membangun kerajaan bisnis obat terlarang, El Chappo pun menjadi buronan paling dicari di dunia.
Joaquin El Chapo Guzman Loera lahir pada 1950-an di wilayah Negara Bagian Sinaloa, Meksiko. Ketika masih mengenyam pendidikan di kelas tiga sekolah dasar, Guzman keluar dari sekolah dan ia mulai semakin terlibat dalam penjualan narkoba.
Karena sudah melanglang buana di dunia hitam cukup lama, pada akhir 1980-an Guzman mulai dapat membangun usaha haramnya sendiri. Nyawa Guzman sempat diincar pada 1993 oleh pesaingnya. Sayangnya, bukannya Guzman yang tewas, seorang Kardinal Katolik Roma dan enam warga sipil lainnya menjadi korban salah sasaran dari pesaing Guzman.
Tidak lama dari insiden pembunuhan tersebut, Guzman ditangkap di Guatemala dan dikembalikan ke Meksiko. Di Meksiko, Guzman dijatuhi hukuman penjara 20 tahun atas dakwaan perdagangan narkoba, penyuapan dan konspirasi.
Nampaknya teralis besi tidak menghentikan Guzman membangun kerajaan barang haramnya. History, Rabu (22/2/2017), melansir, ketika dipenjara di wilayah Jalisco, Guzman membayar otoritas penjara dan kembali mengontrol penjualan narkoba.
Pada Januari 2001, Guzman dilaporkan melarikan diri dan berdasarkan kesaksian dari pihak staf penjara, ia kabur menggunakan gerobak cucian. Namun, hal yang berbeda disampaikan beberapa sumber yang mengindikasikan pejabat penjara menutup mata ketika Guzman keluar begitu saja.
Selama masa pengejaran, Guzman sembunyi di wilayah pegunungan Sinaloa dan berbagai wilayah di Meksiko. Guzman menghilang dari radar penegak hukum dengan kekerasan, penyuapan, dan jaringan informan yang ia miliki.[] Sumber: okezone.com



