Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaBerita LhokseumaweImran Ditunjuk Jadi...

Imran Ditunjuk Jadi Pj Wali Kota Lhokseumawe, Putra Cunda yang Berkarier di Kemendagri

Putra Gampong Meunasah Mesjid, Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, kelahiran 26 Oktober 1973, ini telah menduduki sejumlah jabatan di Kementerian Dalam Negeri. Mulanya, Imran menjadi Kepala Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat pada tahun 2008. Kariernya terus menanjak hingga ia memanggul jabatan Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum sejak Februari 2020 hingga sekarang. Dr. Imran, M.Si., M.A., kini ditunjuk oleh Presiden melalui Mendagri menjadi Penjabat Wali Kota Lhokseumawe.

Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, atas nama Presiden RI, dijadwalkan akan melantik Imran sebagai Pj. Wali Kota Lhokseumawe di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis, 14 Juli 2022, sekitar pukul 16.30 WIB. Hal itu sesuai surat undangan diterima Sekda Lhokseumawe, T. Adnan, yang menjadi Pelaksana harian (Plh.) Wali Kota, Rabu (13/7). Surat undangan menghadiri pelantikan Pj. Wali Kota Lhokseumawe itu diteken Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, atas nama Gubernur Aceh.

T. Adnan menjawab portalsatu.com, Rabu (13/7), membenarkan sudah ada kepastian bahwa Mendagri menunjuk Imran sebagai Pj. Wali Kota Lhokseumawe yang akan diambil sumpah jabatannya dan dilantik oleh Pj. Gubernur Aceh, Kamis (14/7), sore.

Imran telah berada di Banda Aceh, Rabu. Pihak keluarganya dari Meunasah Mesjid, Cunda, Lhokseumawe, juga akan hadir pada acara pelantikan Imran. Salah satunya, Nasrullah, abang sepupu Imran.

Imran merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya (alm.) Ramli Tahir, pensiunan PNS Departemen Agama Kota Lhokseumawe. Ibu kandung Imran, Jamiah (68), saat ini masih menetap di Jalan Haji Nafi, Dusun Haji Nafi, Gampong Meunasah Mesjid, Cunda.

[Imran. Foto: Ist]

Sebagai anak Meunasah Mesjid Cunda, Imran menamatkan SD Negeri No. 2 Cunda tahun 1986, SMP 1 Lhokseumawe (1989), dan SMA Negeri Lhokseumawe (1992).

Imran kemudian menempuh pendidikan DIII Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, di Jatinangor, lulus tahun 1995. Lalu, S1 Manajemen Sumber Daya Manusia Institut Ilmu Pemerintahan, Jakarta (2000), S2 Ilmu Sosial Universitas Padjajaran, Bandung (2003), S2 Community Development La Trobe University Bendigo, Australia (2008), dan S3 Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia, Jakarta (2017).

Imran pernah mengikuti sejumlah pelatihan. Di antaranya, Training Progammer on Decentralizied and Delivery of sevice Throught Effective Human Resource Development di Hyderabad, India pada tahun 2012, dan Training Infrastuctture Development for Indonesia di Beijing, China, 2014.

Setelah resmi menjadi PNS pada 1 Mei 1993, Imran bertugas sebagai staf pada Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemendagri sejak 2004, lalu staf pada Sekretaris Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kemendagri pada 2007. Dia mulai mendapat jabatan sebagai Kepala Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kemendagri, 2008.

Selanjutnya, Imran menjadi Kepala Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kemendagri pada 2010, dan Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kemendagri, 2012.

Imran kemudian diangkat sebagai Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kemendagri pada 2014, Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, 2015. Lalu, Imran menjadi Direktur Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa pada Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa sejak 2019.

Sejak Februari 2020, Imran menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri sampai sekarang.

[Imran. Foto: Ist]

Pria 48 tahun tersebut lulus Diklat Kepemimpinan Lemhanas Tahun 2021. Imran dipercayakan menjadi Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Penyelenggaraan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Lemhannas RI Masa Bakti Tahun 2021-2026.

Imran telah menerima Satyalancana Karya Satya X Tahun 2009 dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun 2016 dari Presiden RI.

Imran menikah dengan Rosnelly, SKM., gadis kelahiran Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, 17 Oktober 1978 pada 18 Juni 2004. Imran- Rosnelly telah dikarunia tiga anak, yaitu Najla Marha Sabrina (lahir di Lhokseumawe, 30 Maret 2005), Naflah Sahda Zakiyyah (lahir di Bogor, 28 Agustus 2007), dan M. Raid Zhaffran Shadiq (lahir di Bogor, 11 Mei 2012).

Saat portalsatu.com kemarin mengetahui bahwa dirinya merupakan putra Cunda yang disebut-sebut sebagai calon Pj. Wali Kota Lhokseumawe dan akan dilantik pada Kamis (14/7), lewat pesan WhatsApp, Imran berkata, “Iya, koen ureung laen (Iya, putra Cunda, Lhokseumawe, bukan orang dari daerah lain)”.[](red)

Baca juga: