Jumat, Juni 21, 2024

Dua Jemaah Haji Asal...

BANDA ACEH - Dua Jemaah Haji asal Embarkasi Aceh meninggal dunia di Tanah...

Festival Ekonomi Kreatif Seribu...

BLANGKEJEREN - Festival Ekonomi Kreatif Seribu Buki tahun 2024 resmi dibuka Pj Bupati...

Kasat Lantas, Kasat Reskrim,...

LHOKSEUMAWE- Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, memimpin upacara serah terima jabatan Kasat Lantas,...

PLN Nusantara Power UP...

LHOKSEUMAWE - PT PLN Nusantara Power UP Arun merayakan Hari Raya Iduladha 1445...
BerandaBerita LhokseumaweIni Kata Kajari...

Ini Kata Kajari Soal Saksi Kasus PT Rumah Sakit Arun Kembalikan Uang tak Diproses Hukum

LHOKSEUMAWE – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe telah menyerahkan berkas perkara dua tersangka kasus dugaan korupsi pada pengelolaan PT Rumah Sakit Arun Lhokseumawe (RSAL) tahun 2016-2022 kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diteliti. Kedua tersangka kasus itu, Hariadi, Direktur PT RSAL periode 2016-2023, dan Suaidi Yahya, mantan Wali Kota Lhokseumawe.

Kajari Lhokseumawe, Lalu Syaifudin, S.H., M.H., kepada para wartawan, Jumat, 11 Agustus 2023, mengatakan hasil penelitian JPU terhadap berkas kedua tersangka itu, ada beberapa item yang harus disempurnakan. “Ini sedang proses penyempurnaan (berkas). Dalam waktu dekat nanti dilakukan tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada JPU), baru nanti proses penahanan menjadi kewenangan JPU,” ujarnya.

“Kita instruksikan kepada teman-teman penyidik dan JPU, nanti berkasnya cepat selesai untuk segera dilimpahkan (ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh),” kata Lalu Syaifudin.

Ditanya mengapa para saksi yang telah mengembalikan uang terkait kasus PT RSAL itu tidak diproses hukum, Lalu Syaifudin mengatakan, “Orang menilai silakan. Tapi ketika penilaian dilakukan hanya melihat dari luar, maka penilaian itu menjadi tidak objektif dan tidak didukung oleh data yang representatif”.

“Penilaian itu semestinya harus didasarkan pada data-data konkret, menjadikan seseorang tersangka atau tidak tersangka itu berdasarkan alat bukti yang cukup untuk dijadikan tersangka,” tambah Lalu Syaifudin.

Lalu Syaifudin memberikan salah satu contoh. “Ada seorang saksi mengembalikan uang (kerugian negara). Kenapa dikembalikan uang itu, karena dia dibeli rumahnya oleh tersangka. Makanya silakan ambil rumah itu, uangnya kembalikan ke sini. Wajar tidak kalau dia menjadi tersangka, kalau pertanyaannya kenapa orang mengembalikan uang tidak menjadi tersangka,” ungkapnya.[]

Get notified whenever we post something new!

Continue reading

Tiga Anak Terseret Ombak di Pantai Bantayan Aceh Utara, Satu Orang Meninggal Dunia

ACEH UTARA - Tiga anak terseret ombak saat bermain air laut di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Selasa, 18 Juni 2024. Dua korban berhasil diselamatkan, dan satu lainnya meninggal dunia.Korban meninggal Ulfatul Munajira (12 tahun, perempuan), warga Gampong...

Polisi Serahkan Tersangka Penipuan Rumah Bantuan Baitul Mal ke Kejari Aceh Utara

ACEH UTARA - Tim Unit Reskrim Polsek Lhoksukon jajaran Polres Aceh Utara menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan penipuan dan penggelapan rumah bantuan Baitul Mal kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Rabu, 12 Juni 2024. Tersangka kasus terebut berinisial...

Warga Aceh Utara Meninggal Diduga Dianiaya, Ini Penjelasan Polisi

ACEH UTARA - Warga Gampong Teungoh, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Ismail (73), diduga dianiaya pelaku berinisial S (41), warga Gampong Glong, Syamtalira Bayu, di Gampong Glong, Jumat, 7 Juni 2024.Pengakuan keluarga korban, akibat penganiayaan tersebut Ismail meninggal dunia...