BerandaNewsIni Kata Wakapolda Aceh Soal Penyebab Kerusuhan di Lapas Banda Aceh

Ini Kata Wakapolda Aceh Soal Penyebab Kerusuhan di Lapas Banda Aceh

Populer

BANDA ACEH – Polisi mengamankan tujuh orang yang diduga sebagai provokator terjadinya kerusuhan berujung pembakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh, di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis, 4 Januari 2018.

“Kita sudah menangkap tujuh orang yang diduga mendalangi kerusuhan di dalam (lapas),” ujar Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Bambang Soetjahyo, setelah melakukan pemeriksaan di dalam lapas itu, Kamis sore.

Bambang menjelaskan, penyebab kerusuhan terkait dengan rencana pemindahan tiga napi di lapas itu ke Medan. Salah seorang napi berinsial G, kata dia, tidak ingin dipindahkan dari lapas tersebut, sehingga memprovokasi rekannya.

“Ketiganya terkena kasus narkoba. Yang duanya sudah bersedia untuk dipindahkan ke Medan. Nah yang satu inilah yang kemudian memprovokasi rekan-rekannya untuk membuat kerusuhan di dalam (lapas),” kata Bambang. “Sebenarnya yang satu itu dia tidak mau dibawa, dia sudah melobi pihak LP (lapas) supaya tidak dibawa. Akhirnya dia kemudian memprovokasi rekan-rekannya,” ujar Wakapolda lagi.

Menurut Bambang, alasan pemindahan ketiga napi tersebut karena mereka terjerat hukuman rata-rata di atas 10 tahun.

Akibat kerusuhan, beberapa ruangan di Lapas itu hangus terbakar, satu mobil public address turut dibakar oleh para napi. “Di dalam memang ada tadi satu kendaraan yang kita pakai untuk public address untuk memberikan imbauan kepada mereka. Tetapi ternyata mereka bakar,” ujar Bambang.

Ketujuh napi yang diduga sebagai provokator terjadinya kerusuhan sudah diamankan ke Polda Aceh. “Terhadap mereka melakukan kerusuhan ditahan di Polda. Kita akan sidik mereka, karena mereka telah membuat kerusuhan dan kerusakan,” ujarnya.

Wakapolda Aceh menambahkan, saat ini kondisi di dalam lapas kembali normal sehingga tidak perlu dilakukan evakuasi para napi meski sebagian gedung sudah terbakar.

“Evakuasi tidak ada karena ini kondisinya sudah aman, sudah normal, dan mereka sekarang sudah ada di ruangan selnya masing-masing. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dari aparat maupun napi,” tegasnya. “Nanti pengamanan akan dibantu oleh pihak Polresta (Banda Aceh) sejumlah satu peleton,” kata Bambang.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya