BerandaInspirasiIslamInteraksi yang Autentik dengan Alquran

Interaksi yang Autentik dengan Alquran

Populer

Interaksi yang Autentik dengan Alquran

Oleh: Taufik Sentana
Praktisi Studi Tadabbur Al Quran
Albanna International College Aceh
pernah belajar di Pesantren Darularafah Medan dan mengabdi di Misbahul Ulum Lhokseumawe serta program S1 Pai STAIS Malikussaleh 2003.

Kita paham bahwa Alquran bukan sekadar kitab semesta yang menjawab semua keingintahuan manusia dengan angka empiris.

Banyak hal hal tak terduga ditawarkan Alquran. Banyak pula dimensi ruang yang dapat kita jelajahi saat berinterksi dengan Alquran.

Kelebihan utama Alquran adalah karena ia wahyu. ia adalah kalam ilahi. sebagaimana umat terdahulu yang menerima kalamNya. Selebihnya, Alquran sangat terukur dan diakui keautentikannya.

Karena Alquran merupakan kalam dari yang Maha sempurna, maka teknik identifikasi keautentikannya pernah diususulkan oleh Zakir Naik, yaitu menakar keautentikan kitab suci itu dengan tantangan zaman dan dari  kemurnian bahasa awalnya.

Bila semakin dekat kitab suci itu dengan bahasa aslinya, maka tingkat keasliannya pun semakin kuat. itulah yang terjadi dengan Alquran.

Cara interaksi kita dengan Alquran juga beragam. dari yang mukmin hingga munafik, semua diberi ruang untuk berinteraksi dengan kadar masing masing: dengan pengaruh dan pengalaman yang berbeda.

Namun batasan batinnya adalah, hanya yang muthahhar (tersucikan) yang dapat menyentuh kandungan makna dari Alquran (kadang ini membuat kita takut dan cemas).

Adapun cara paling umum dalam menggapai pengalaman autentik dengan alquran adalah dengan menganggap bahwa ia sedang diturunkan untuk anda. Anggaplah anda baru saja menerima Alquran itu.

Begitu pesan guru guru kita. Bacalah alquran dengan bahasa dan cara sebagaimana ia diturunkan. Saya selalu mendapatkan, ketika ia saya memulai Alquran dengan acak, sering kali peristiwa dalam sajian ayatnya sesuai dengan keadaan (mood/kondisi) diri saya.

Banyak pakar psikologi modern mengukur bahwa pengaruh Alquran bukan karena maknanya saja, ketukan irama dan daya magis hurufnya juga memberi kesan pada jiwa audiens. Pengalaman ini juga mendorong kita untuk merasakan pengalaman autentik bersama  Alquran.

Tentu masing masing kita memiliki pengalaman yang bertingkat tentang interaksi dengan Alquran. Para influencer Barat yang terinspasi dengan Alquran, merasakan krisis nilai dalam masyarakar mereka, di sisi lain mereka memandang bagaimana umat Islam berkomitmen terhadap Ajaran Alquran.

Lalu para influencer itu membandingkan dengan cara pandang mereka terhadap sistem nilai dan kitab suci mereka sendiri.

Sehingga yang mereka respon kemudian adalah penerimaan terhadap Alquran, suatu pengakuan dan kepasrahan.

Itulah diantara poin autentik saat kita berinteraksi dengan Alquran, selain memperkuat wawasan dan watak keimanan kita.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya