BANDA ACEH – Kementerian Kesehatan drop lagi 38.300 dosis vaksin Sinovac mengisi stok vaksin yang dilaporkan mulai menipis di kabupaten/kota di Aceh. Masyarakat diimbau melakukan vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan selalu disiplin 5 M.

“Vaksin yang didrop hari ini segera didistribusikan ke kabupaten/kota untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi masyarakat di seluruh Aceh,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani akrab disapa SAG, di Banda Aceh, Jumat, 30 Juli 2021.

Sebelumnya Satgas Penanganan Covid-19 Aceh telah menerima sebanyak 666.840 dosis vaksin Sinovac hingga 28 Juli 2021. Didistribusikan terakhir pada 22 Juli 2021 sebanyak 37.400 dosis. Hari ini Kementerian Kesehatan kirim 38.800 dosis lagi untuk kelancaran vaksinasi Covid-19 di Aceh.

SAG melaporkan hingga kemarin (Kamis, 29 Juli 2021), sebanyak 669.886 orang sudah divaksinasi dosis I, atau sekitar 16,63 persen dari total sasaran sebanyak 4.028.891 penduduk Aceh. Sementara yang telah menuntaskannya dengan vaksinasi dosis II sebanyak 263.396 orang, atau sekitar 6,54 persen.

Progres vaksinasi menurut kelompok sasaran, lanjut SAG, cakupannya bervariasi. Tenaga kesehatan (Nakes) yang telah vaksinasi dosis I sebanyak 52.859 orang di seluruh Aceh, atau sekitar 93,6 persen dari target 56.470 orang. Nakes yang sudah vaksinasi dosis kedua sebanyak 46.429 orang, atau 82,2 persen.

Kemudian, kelompok usia lanjut (Lansia) yang telah melakukan vaksinasi dosis I sebanyak 18.390 orang, atau sekitar 5,4 persen dari target sebanyak 339.125 orang. Lansia yang telah menuntaskan dengan vaksinasi dosis II sebanyak 5.503 orang atau sekitar 1,6 persen.

Selanjutnya petugas pelayan publik yang telah vaksinasi dosis I sebanyak 399.888 orang, atau sekitar 83,6 persen dari target 478.489 orang. Petugas publik yang sudah tuntas melakukan vaksinasi dosis II sebanyak 133.891 orang, atau sekitar 28,0 persen.

Lebih lanjut vaksinasi bagi kelompok masyarakat rentan dan masyarakat umum. Target vaksinasi kelompok ini sebanyak 2.577.792 orang. Sebanyak 197.934 orang telah melakukan vaksinasi dosis I, atau 7,7 persen. Sedangkan 77.571 orang telah mendapatkan dosis II sesuai waktu yang ditetapkan.

Sedangkan kelompok remaja yang telah mendapatkan vaksinasi dosis I sebanyak 815 orang, atau sekitar 0,1 persen dari sasaran sebanyak 577.015 orang. Sementara yang telah melakukan vaksinasi dosis II sebanyak dua orang. Vaksinasi bagi kelompok remaja, termasuk umur 12 – 17 tahun itu, baru dimulai pada 1 Juli 2021, jelas SAG.

Satgas Covid-19 Aceh mengimbau masyarakat yang telah ditetapkan sebagai sasaran prioritas vaksinasi Covid-19 di Aceh untuk melakukan vaksinasi pada kesempatan pertama. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan vaksinasi itu. Vaksin Sinovac itu sudah terbukti aman, halal, dan efek KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sangat minimal. Jutaan orang sudah disuntik vaksin Sinovac dan belum ada laporan efek KIPI yang fatal, kata SAG.

“Dorong semua anggota keluarga untuk segera melakukan vaksinasi agar masa Pandemi Covid-19 ini segera berakhir di negeri tercinta ini,” begitu tutur SAG.

Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara maksimal dengan membiasakan 5M dalam kehidupan sehari-hari untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Yakni, Memakai masker dan Menjaga jarak, sering Mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas atau bepergian, kecuali untuk keperluan sangat mendesak.

Kasus kumulatif

SAG juga melaporkan kasus akumulatif kasus Covid-19 Aceh yang telah mencapai 22.812 orang, per 30 Juli 2021.  Jumlah penderita  yang sedang dirawat sebanyak 5.139 orang. Para penyintas Covid-19, (penderita yang sembuh) sebanyak  16.694 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 979 orang.

Data kasus Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru harian yang bertambah lagi sebanyak 240 orang, pasien yang sembuh 66 orang, dan penderita meninggal dunia bertambah lagi 10 orang di Aceh.

Penderita baru Covid-19 meliputi warga Banda Aceh 62 orang, Aceh Tengah dan Aceh Besar sama-sama 30 orang. Kemudian warga Pidie 16 orang, Aceh Barat 15 orang, Aceh Jaya 14 orang, Aceh Tamiang 12 orang, dan warga Lhokseumawe 11 orang. Warga Bireuen sembilan orang, Aceh Utara tujuh orang, Pidie Jaya dan Aceh Selatan masing-masing enam orang.

Lebih lanjut warga Langsa, Nagan Raya, dan Aceh Singkil sama-sama empat orang. Warga Aceh Tenggara dan Sabang masing-masing tiga orang. Berikutnya warga Aceh Timur dua orang, warga Gayo Lues dan Bener Meriah masing-masing satu orang.

Sementara itu, penderita Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 66 orang, meliputi warga Aceh Besar sebanyak 51 orang, Pidie enam orang, warga Bireuen, Aceh Jaya, dan warga Aceh Barat Daya, masing-masing tiga orang.

“Pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah lagi 10 orang,” katanya.

Kasus-kasus meninggal dunia tersebut meliputi warga Bireuen sebanyak tiga orang dan warga Sabang dua orang. Kemudian warga Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Simeulue, dan warga Aceh Singkil, masing-masing satu orang.

SAG memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 872 orang, meliputi 745 orang selesai isolasi, 51 orang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni kasus yang gejala klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, jelasnya.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.602 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.427 orang, sedang isolasi di rumah 148 orang, dan 27 orang sedang diisolasi di rumah sakit, pungkasnya.[](*)