Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaKetua KPA Aceh...

Ketua KPA Aceh Selatan Ajak Semua Pihak Hormati Proses Hukum

TAPAKTUAN – Pernyataan Juru Bicara Tim Pemenangan Irwandi – Nova Aceh Selatan, Tgk Samsul Bahri alias Mamak dalam konfrensi pers kemarin, mendapat respon keras dari Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Kabupaten Aceh Selatan, Tgk Irhafa Manaf.

Irhafa mengajak semua pihak agar menahan diri dengan tidak mengeluarkan pernyataan yang melebar kemana-mana sehingga berpotensi semakin memperkeruh suasana.

“Sebaiknya dalam pesoalan ini kita saling menahan diri untuk menciptakan suasana damai dan nyaman dalam menghadapi Pilkada. Semua pihak kami minta hormati proses hukum berjalan sesuai aturan berlaku. Lebih dari itu adalah perdamaian lebih utama,” kata Tgk Irhafa Manaf dalam siaran persnya kepada wartawan di Tapaktuan, Sabtu 14 Januari 2017.

Irhafa mengatakan, pernyataan Juru Bicara Tim Pemenangan Irwandi – Nova Aceh Selatan, Samsul Bahri yang menuding Ketua Koalisi Partai Pengusung dan Pendukung Muzakir Manaf – TA Khalid Aceh Selatan, T Heri Suhadi alias Abu Heri Rotterdam telah mengeluarkan pernyataan tidak berdasar serta sebagai pendatang baru dalam Partai Aceh dinilai pihaknya terlalu mengada-ada serta kekanak-kanakan.

Sebab, kata Irhafa Manaf, Abu Heri Rotterdam mengeluarkan pernyataan  tersebut jelas-jelas dalam konteks merespon pernyataan Koordinator Tim Pemenangan Irwandi – Nova Barat Selatan, Tgk Abrar Muda yang menyebutkan akan melakukan perusakan APK milik pasangan calon nomor 5 tersebut mulai dari Aceh Selatan sampai Banda Aceh. Karena pernyataan tersebut sudah dikategorikan sebuah bentuk intimidasi dan teror kepada masyarakat.

“Perlu saya jelaskan bahwa tanggapan Abu Heri Rotterdam dalam konteks menanggapi pernyataan intimidasi yang mengancam akan merusak seluruh alat peraga kampanye mereka dari Aceh Selatan sampai Banda Aceh, mereka yang dimaksud itu adalah Tim Mualem – TA Khalid,” tegasnya.

Menurutnya, pernyataan tersebut dinilai bagian dari intimidasi terhadap seluruh komponen masyarakat karena pendukung Mualem – TA Khalid terdiri dari seluruh kompenen masyarakat termasuk beberapa ulama bukan hanya PA/KPA.

“Perlu kami sampaikan bahwa Partai Aceh itu milik seluruh rakyat Aceh bukan hanya milik Kombatan GAM,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Irhafa Manaf juga merespon pernyataan Samsul Bahri yang menuding Abu Heri Rotterdam sebagai pendatang baru dalam Partai Aceh sehingga tidak perlu terlalu jauh ikut campur.

“Pernyataan seperti ini jelas-jelas sangat kekanak-kanakan. Bisa jadi karena mereka sudah panik sehingga mencari-cari alasan,” sesalnya.

Pihaknya, sambung Irhafa Manaf, juga sangat menyayangkan ultimatum yang dikeluarkan tim Irwandi – Nova kepada Kapolres Aceh Selatan untuk menangkap pelaku penyerangan posko pemenangan Irwandi – Nova di Desa Jambo Dalem dalam waktu lima jam.

“Ultimatum ini dikeluarkan seolah-olah atau terkesan mereka pura-pura lupa bahwa pada malam harinya telah terjadi pembakaran bendera Partai Aceh,” kata Irhafa Manaf.

Karena itu, Ketua KPA Aceh Selatan Tgk Irhafa Manaf kembali mengingatkan kepada pihak tertentu agar jangan terlalu jauh mencampuri Partai Aceh. Apa lagi pihak-pihak yang dimaksudnya tersebut sudah menjadi “pengkhianat” dalam perjuangan.

“Lebih baik kita fokus saja meminimalisir masalah, jangan sampai melebar ke pribadi. Sebab perlu di ingat bahwa, sebelum MoU Helsinki setiap orang punya peran dan strategi masing-masing dalam gerakan perjuangan. Sehingga sebaiknya dalam pesoalan ini kita saling menahan diri untuk menciptakan suasana damai dan nyaman, biarlah proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan perdamaian lebih utama,” pintanya.[]

Laporan Hendrik Meukek

Baca juga: