BLANGKEJEREN – Petani Kopi Arabika di Kabupaten Gayo Lues mulai memasuki masa panen raya tahun 2025. Panen raya Kopi Gayo itu diperkirakan berlangsung bulan Agustus hingga Desember mendatang.

Aman Adit salah seorang petani kopi Arabika di Blangkejeren, Gayo Lues, Senin, 21 Juli 2025, mengatakan saat ini sudah masuk panen kopi, tetapi jumlah yang masak masih sedikit.

“Dalam satu hektar kebun Kopi Gayo, palingan hasil panenya hanya sekitar satu hingga delapan kaleng gabah, kemungkinan puncaknya di Bulan September atau Oktober 2025,” katanya.

Meskipun panen raya masih di depan mata, harga gabah kopi di Kabupaten Gayo Lues masih mahal, dan tidak mengalami perubaham dengan tahun 2024 yang lalu.

“Harga gabah kopi yang saya jual kemarin Rp 50 ribu per bambu, atau Rp 500 ribu per kaleng kepada toke, dan harga ini masih sangat tinggi karena sepanjang sejarah, harga gabah kopi tertinggi di Gayo Lues Rp 52 ribu per bambu, atau Rp 520 ribu per Kaleng pada tahun 2023 lalu,” ujarnya.

Saat ini, buah kopi petani kopi di Kabupaten Gayo Lues cendrung lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun 2023 dan 2024, salah satu penyebabnya adalah kemarau panjang yang berakibat banyak buah rontok dan dimakan ulat (pesel).

“Meskipun tidak sebanyak tahun yang lalu hasil panenya, sebagai petani kita masih bersukur karena hasil panen masih cukup untuk kebutuhan dapur dan bisa menyekolahkan anak. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih banyak lagi buah kopi di Gayo Lues,” katanya.[]