Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaNewsOmbudsman Beberkan Temuan...

Ombudsman Beberkan Temuan Soal Seleksi Beasiswa Aceh

BANDA ACEH – Ombudsman RI Perwakilan Aceh membeberkan temuan persoalan kurang informatifnya dalam proses seleksi penerima beasiswa dari Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2021.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, Selasa, 12 Oktober 2021, mengatakan temuan ini terungkap setelah banyak pihak melaporkan ke Ombudsman terkait tidak transparannya proses seleksi tersebut.

“Kami menemukan adanya informasi publik yang kurang tersampaikan pada pihak pemohon dalam proses seleksi beasiswa tersebut. Berdasarkan hasil permintaan keterangan di lapangan, pemeriksaan dokumen, dan keterangan saksi ahli, Komisi Informasi Aceh (KIA), akhirnya kami menemukan adanya pelayanan publik yang kurang optimal,” ungkap Taqwaddin.

“Di mana panitia pelaksana tidak transparan pada proses akhir,” tambah Taqwaddin.

Taqwaddin menyebut pihaknya telah meminta keterangan tenaga ahli terkait laporan yang diproses. “Kami telah meminta pandangan dari pihak Komisi Informasi Aceh bahwa itu bukan seluruhnya informasi yang dikecualikan. Maka panitia atau pelaksana harus mengumumkan hasil akhir,” ujar.

Menurut Taqwaddin, Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) akan segera diserahkan ke pihak Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh selaku terlapor.

Dalam LAHP nantinya pihak Ombudsman akan menyampaikan saran dan tindakan korektif yang harus dilaksanakan terlapor, dalam hal ini pihak BPSDM Aceh.

“Pertama, kami meminta agar panitia pelaksana mengumumkan hasil akhir seleksi tersebut. Kedua, agar pihak BPSDM Aceh merevisi Peraturan Kepala Badan tentang Juknis Proses Seleksi Beasiswa tersebut,” tutur Taqwaddin.

Kedua, untuk proses seleksi beasiswa ke depan agar lebih transparan sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan publik yang macam-macam. “Hal ini penting agar kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Aceh akan meningkat,” kata Kepala Ombudsman Aceh itu.

Ketiga, Ombudsman menyarankan agar Pemerintah Aceh mengalokasikan penambahan anggaran untuk program beasiswa, baik dalam maupun luar negeri. Sehingga, dengan adanya tambahan anggaran maka kuota untuk beasiswa dapat diperbanyak.

“Ini penting kita sampaikan, agar ke depan panitia harus transparan. Dan terkait penambahan anggaran, supaya penerima manfaat lebih banyak,” kata Taqwaddin.

“Nanti generasi penerus Aceh yang berpendidikan tinggi, juga merupakan suatu kebanggan bagi masyarakat Aceh,” tambah Taqwaddin.

Berikut data pagu beasiswa yang dananya ditempatkan pada BPSDM Aceh, diperoleh portalsatu.com pada laman resmi SIRUP LKPP:

(Tangkapan layar laman resmi SIRUP LKPP terkait data dana beasiswa di BPSDM Aceh tahun anggaran 2021. Foto: portalsatu.com)

[](nsy)

 

Baca juga: