28.7 C
Banda Aceh
Kamis, Februari 9, 2023

Partai Aceh akan Bentuk Satgas, Antisipasi Politik Uang pada 2024

BANDA ACEH – Menghadapi pemilihan umum (pemilu) serentak pada 2024 mendatang, Partai Aceh akan kembali membentuk Satuan Petugas (Satgas) partai dan sedikit memodifikasi cara-cara berkampanye di lapangan.

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh (PA), Nurzahri, ketika ditemui portalsatu.com, Selasa, 24 Januari 2023, di Banda Aceh.

Nurzahri mengatakan, tujuan Partai Aceh membentuk kembali Satgas partai untuk mencegah masifnya money politics (politik uang) di Aceh seperti yang terjadi dalam dua periode belakangan.

Menurutnya, Partai Aceh meninjau fenomena yang terjadi pada pemilu-pemilu di belakang. Sebagai tindak lanjut, partai pimpinan Muzakir Manaf tersebut menilai perlu mengambil langkah-langkah serius mengantisipasinya. “Dengan itu, Partai Aceh berencana akan membentuk kembali satgas partai”.

Nurzahri menyebutkan, pada pemilu 2009, satgas partai sangat efektif dalam memantau pergerakan kecurangan pemilu. Sementara pada 2014 dan 2019, satgas partai kurang mendapat perhatian dari partai.

“Ke depan Partai Aceh akan membentuk kembali Satgas partai, dan juga akan mencoba membuat kerjasama dengan penyelenggara pemilu dalam sektor pengawasan,” kata Nurzahri.

Hal ini penting, kata Nurzahri, supaya mereka (Panwaslih) dapat bekerja proaktif. Sebab selama ini, Bawaslu dan Panwaslih sifatnya pasif. “Bila ada laporan, mereka baru bertindak”.

Jadi, sambung Nurzahri, hal-hal seperti itu juga menjadi pantauan Partai Aceh, karena permasalahan money politik di Aceh sangat menggerus hak-hak suara pemilih tradisional. Di samping itu, dengan berbagai upaya lain, Partai Aceh akan sedikit memodifikasi pola kampanyenya.

Partai Aceh Memiliki Tujuan

“Partai Aceh tetap tujuannya adalah untuk memperjuangkan MoU Helsinki (Kesepahaman atau Memorandum of Understanding GAM-RI pada 15 Agustus 2005 di ibukota Filnandia, Helsinki),” ujar Nurzahri.

Lebih lanjut Nurzahri menjelaskan, tujuan Partai Aceh jelas, memperjuangkan MoU Helsinki untuk bisa terealisasi. Jadi, pola kampanye menyangkut MoU Helsinki, selama ini nampak sedikit monoton, sehingga ada sisi-sisi yang perlu dimodifikasi.

“Supaya masyarakat lebih paham, apa maksud dan tujuan Partai Aceh. Karena, Partai Aceh satu-satunya partai yang punya visi-misi yang jelas,” papar Nurzahri.

Partai Aceh, kata Nurzahri lagi, sedari dulu memang punya target dan visi-misi, berbeda dengan partai lain yang hanya memikirkan pola untuk sekedar meloloskan calon anggota legislatifnya ke parlemen. “Setelah itu selesai,” katanya.

“Tak ada target apapun yang mau mereka (partai lain) lakukan di parlemen. Kalau Partai Aceh jelas punya target. Ada target politik, bahkan ada target kesejahteraan rakyat yang mau dicapai,” ungkap Nurzahri.

Nurzahri menyebutkan, program yang terealisasi atau lahir selama 15 tahun ke belakang merupakan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Itu, lahirnya dari Partai Aceh. “Seperti JKA, beasiswa anak yatim, bahkan program beasiswa pada umumnya,” katanya.

Program-program itu, sebut Nurzahri, merupakan program yang telah membantu dan menunjang kehidupan masyarakat dalam sektor kesehatan dan pendidikan. Program-program ini tak pernah lahir dari partai lain. Sebab, partai lain tak punya visi-misi. “Palingan secara personal saja”.

Mungkin, tambah Nurzahri, selama ini sosialisasi terkait program-program yang telah dilahirkan oleh Partai Aceh terkesan agak sedikit monoton. Sehingga pada pemilu mendatang akan coba diubah dengan pola-pola yang lebih mudah dimengerti oleh masyarakat.

“Kita akan merubah pola untuk mudah dipahami oleh masyarakat, pun dapat dipahami oleh kaum milenial,” jelasnya.[]

Penulis: Adam Zainal
Editor: Thayeb Loh Angen.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

MaTA Pertanyakan Kepastian Hukum Kasus Monumen Samudra Pasai, Ini Kata Kejari Aceh Utara

LHOKSUKON - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mempertanyakan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Monumen...

Edar Ganja, Seorang Kakek di Pidie Ditangkap Polisi

SIGLI - Seorang kakek berinisial B (60 tahun), warga Gampong Puuk, Kecamatan Delima, Kabupaten...

Normalisasi Sungai dan Drainase BPBD Pidie Kerahkan Enam Beko

SIGLI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie mengerahkan enam alat berat ekskavator (beko)...

Habibi Inseun: Partai Buruh Aceh Konsisten Perjuangkan Hak Para Buruh

"Partai Buruh lebih bertekad dan berharap dapat mengisi parlemen, mendapat amanat dari rakyat, petani,...

Menyoal Komitmen Partai Lokal Aceh

Menurut lansiran laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, (akses Januari 2023) KPU telah menetapkan...

LSM Desak Pemko Lhokseumawe Tes Urine Semua Pejabat, Jangan Hanya Tenaga Kontrak

LHOKSEUMAWE - Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh mempertanyakan kebijakan Pemko Lhokseumawe yang...

PKK Subulussalam Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Penanggalan Timur

SUBULUSSALAM - Tim Penggerak PKK Kota Subulussalam menyerahkan bantuan sembako, pakaian layak pakai dan...

Sepuluh Anggota PPS Pidie Diganti, Ini Alasan Ketua KIP

SIGLI - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie mengganti 10 anggota Panitia Pemungutan Suara...

Presiden Jokowi akan Kunjungi Aceh Utara, Korem Lilawangsa Gelar Apel Pasukan

LHOKSEUMAWE - Presiden RI, Joko Widodo, akan berkunjung ke Lhokseumawe dan Aceh Utara, Jumat,...

Tgk M Yunus Sambut Baik Pemberangkatan Umrah Melalui Bandara SIM

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fraksi Partai Aceh, Tgk. M...

Rakor CSR, Pj Wali Kota Lhokseumawe: Janji-Janji, Realisasinya Mana?

LHOKSEUMAWE – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, menunjukkan sikap tegas di hadapan perwakilan...

Ketua PKS Aceh: Semua Pihak Perlu Duduk Kembali, Rembuk UUPA

"Setahu saya, itu kan sudah disahkan oleh Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), tinggal, ya, kemudian...

MaTA Sorot Sejumlah Proyek APBN di Aceh Mangkrak, Bendungan Irigasi Hingga Rumah Susun Pesantren

BANDA ACEH – Masyarakat Transparasi Aceh (MaTA) menyoroti sejumlah proyek bersumber dari APBN tahun...

JASA Bireuen Nilai DPRA Bungkam Terkait Bendera Bintang Bulan

"Kami mempertanyakan, kami ingin DPRA memperjelas qanun bendera Aceh yang sudah disahkan oleh pemerintah...

Persaudaraan Aceh Seranto Sampaikan Dukacita Atas Gempa Turki

"Saya mewakili seluruh pengurus PAS Aceh meluangkan dukacita mendalam untuk korban gempa Turki dan...

PUPR Aceh Utara Paparkan Perjuangan Lahirnya Proyek Jembatan Sarah Raja, Balai Jalan Nasional Harus Tuntaskan

ACEH UTARA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara merespons terkait...

Pengulu Desa Lestari Dipanggil Kejari Gayo Lues, Ini Kasusnya

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gayo Lues memanggil Pengulu (Kepala Desa) Lestari atas...

Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Diduga Mangkrak

ACEH UTARA - Warga Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh...

Anies Baswedan Disebut Utang Rp 50 Miliar ke Sandiaga Uno

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Terima Pengurus IDI, Ketua DPRK Diskusikan Stunting di Banda Aceh

BANDA ACEH - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar,...