LHOKSEUMAWE – Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 di Kota Lhokseumawe berlangsung meriah melalui puncak kegiatan ‘Peukan QRIS Meusare-Sare’ yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe, di Harun Convention Hall, 16–17 Agustus 2026.
Masyarakat diajak semakin akrab dengan transaksi digital sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dengan mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak!” dan tagline “Jak Ta Pake QRIS”. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat akseptasi QRIS, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selama dua hari, Peukan QRIS Meusare-Sare menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan edukasi digitalisasi, pemberdayaan UMKM, olahraga, kegiatan sosial hingga hiburan. Rangkaian kegiatan di antaranya Pasee QRIS Fun Run 2026, Bazar UMKM, Pojok Literasi Bank Indonesia, Pojok QRIS, showcasing wakaf produktif, penukaran uang logam, CBP Corner, Pasar Murah, QRIS Merdeka Game, perlombaan tradisional dan modern, Kids Corner, serta panggung seni dan budaya.
Antusiasme masyarakat bahkan terlihat sejak pelaksanaan Pasee QRIS Fun Run 2026. Kegiatan yang mengusung jargon “Jak Ta Pake QRIS” itu berhasil menjaring 1.000 peserta hanya dalam waktu satu jam setelah pendaftaran dibuka. Selain menjadi sarana olahraga dan hiburan, juga menjadi media edukasi penggunaan QRIS dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Pojok Literasi Bank Indonesia memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai QRIS, pelindungan konsumen, Cinta Bangga Paham Rupiah, keuangan inklusif, hingga ekonomi syariah.Dari sisi pemberdayaan ekonomi, sebanyak 29 UMKM ikut ambil bagian dalam Bazar UMKM. Seluruh UMKM peserta telah terintegrasi dengan QRIS.
Selama dua hari pelaksanaan PQN 2026, nilai transaksi dari aktivitas UMKM dan wakaf produktif tercatat hampir Rp140 juta, yang berasal dari transaksi melalui QRIS maupun pembayaran secara tunai.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja sekaligus memanfaatkan kanal pembayaran digital. Salah satu hal yang membanggakan dalam pelaksanaan PQN 2026 adalah tingginya transaksi digital melalui QRIS.
“Yang paling membanggakan adalah traffic transaksi digital yang signifikan selama dua hari penyelenggaraan PQN 2026. Kami mencatat setidaknya terdapat transaksi digital melalui QRIS yang mencapai Rp95 juta, baik untuk transaksi UMKM maupun untuk wakaf produktif,” ujar Yudo dalam sambutan penutupan Peukan QRIS Meusare-Sare 2026.
Yudo menambahkan, percepatan transformasi ekonomi digital tidak dapat dilakukan Bank Indonesia sendiri, juga diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha dan masyarakat.
“Semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital dan memperluas penggunaan QRIS di tengah masyarakat,” kata Yudo.
Selain mendorong transaksi digital, Peukan QRIS Meusare-Sare juga menghadirkan Pasar Murah sebagai bagian dari upaya mendukung pengendalian inflasi daerah. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh akses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kehadiran Pasar Murah sekaligus memperlihatkan bahwa rangkaian PQN tidak hanya berorientasi pada digitalisasi sistem pembayaran, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Sebanyak 150 peserta mengikuti aksi donor darah. Ini bagian dari semangat Meusare-Sare yang bermakna kebersamaan dan gotong royong,” kata Yudo.
Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, mengapresiasi penyelenggaraan Peukan QRIS Meusare-Sare sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat digitalisasi ekonomi daerah. Perluasan ekosistem QRIS tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing.
“Melalui perluasan ekosistem digital QRIS ini, kita tidak hanya mempermudah transaksi sehari-hari, tetapi juga menaikkan kelas UMKM kita di Kota Lhokseumawe agar mampu berdaya saing global,” ungkap Haris.
Pemko Lhokseumawe juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Semangat Meusare-Sare dinilai berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung digitalisasi, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Acara puncak Peukan QRIS Meusare-Sare 2026 turut dihadiri sejumlah pimpinan dan pemangku kepentingan di Kota Lhokseumawe. Di antaranya, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh Kompol Muzakkir, S.H., serta Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe Dr. Ervy Sukmarwati, S.H.I., M.H.
Turut hadir atau diwakili pimpinan dari Korem 011/Lilawangsa, Danlanal, DPRK Lhokseumawe, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Kodim 0103/Aceh Utara, MPU Kota Lhokseumawe, Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Dandenpom Kota Lhokseumawe, Satuan Radar 102 Lhokseumawe, dan Baitul Mal Lhokseumawe.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan dan instansi vertikal. Sejumlah pimpinan perbankan dari BSI, Bank Aceh Syariah Merdeka, Bank Aceh Syariah Samudera, BSN, Bank Muamalat dan Danamon Syariah turut hadir.
Selain itu, hadir pula pimpinan dan perwakilan instansi vertikal seperti Bea Cukai, KPP Pratama, KPPN, BPS dan RRI.
Pelaksanaan Peukan QRIS Meusare-Sare 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Kota Lhokseumawe, perbankan, pelaku UMKM, komunitas dan masyarakat dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif.
Perpaduan digitalisasi, pemberdayaan UMKM, Pasar Murah, kegiatan sosial, olahraga dan hiburan menjadikan PQN 2026 bukan sekadar perayaan digitalisasi, tetapi juga ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Lhokseumawe.[]








