BerandaBerita Aceh UtaraPengadaan Tiga Ambulans dan Satu Mobil Pusling di Aceh Utara Ditender

Pengadaan Tiga Ambulans dan Satu Mobil Pusling di Aceh Utara Ditender

Populer

ACEH UTARA – Pengadaan tiga ambulans dan satu mobil Pusling (Puskesmas keliling) di bawah Dinas Kesehatan Aceh Utara tahun anggaran 2021, metode pemilihan penyedianya melalui tender.

Data tersebut dilihat portalsatu.com, 6 Juli 2021, dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinas Kesehatan Aceh Utara tahun 2021, dan juga pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan data pada LPSE Aceh Utara, tender pengadaan empat mobil tersebut sudah selesai. Satu ambulans dari Dana Alokasi Khusus (DAK), tiga lainnya–salah satu di antaranya mobil Pusling–bersumber Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2021.

(Pengadaan ambulans dan mobil Pusling Aceh Utara tahun 2021. Sumber data: LPSE Aceh Utara. Foto: portalsatu.com)

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr. Adnani, dikonfirmasi portalsatu.com, Rabu, 7 Juli 2021, membenarkan metode pemilihan penyedia pengadaan empat mobil tersebut melalui tender.

“Proses tender ini dilakukan karena (pengadaan satu mobil ambulans) bersumber dari DAK batas waktunya terbatas yaitu pada pertengahan Juli 2021, maka perlu dikejar. Dan, pada Maret 2021 lalu juga belum tayang (pada sistem e-katalog), maka kita mempersiapkan terus untuk tender. Artinya, kita persiapkan tender biar lebih cepat,” kata Adnani saat ditanya mengapa pengadaan ambulans tersebut ditender, bukan melalui e-purchasing.

E-purchasing adalah tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik (e-catalogue). Katalog elektronik adalah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga barang/jasa tertentu dari berbagai penyedia barang/jasa pemerintah.

“Jika berbicara proses melalui sistem e-katalog, kalau pada awal tahun sampai Mei itu banyak yang belum tayang. Karena kan harus dimasukkan berkas dan penawaran ke LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) RI. Jadi, sedang proses-proses itu makanya yang banyak tayang (dari sistem e-katalog) seperti pada bulan Juni-Juli atau pertengahan tahun. Sehingga, ketika pertengahan tahun ini sudah ada pada e-katalog. Itu ada beberapa item yang membutuhkan waktu pengerjaan,” tambah Adnani.

Namun, kata Adnani, DAK batas waktunya singkat yaitu pada pertengahan Juli 2021. “Kalau telat atau tidak dimasukkan (dokumen) dalam input OM SPAN, itu tidak akan cair dananya dan tidak ter-cover sehingga dikhawatirkan anggaran tidak terpakai,” ucapnya.

“Pengerjaan untuk mobil ambulans ini kami perkirakan tidak selesai satu atau dua bulan. Karena kalau DAK gagal (dimanfaatkan) tahun ini tidak diberikan anggaran dan tahun depan akan dipangkas lagi. Artinya begini, dana sudah ada berarti tidak bisa dimanfaatkan. Makanya kita lakukan tender untuk pengadaan ambulans tersebut, bagaimana caranya ini bisa ter-cover untuk kebutuhan Aceh Utara,” ujar Adnani.

Menurut Adnani, pengadaan ambulans itu untuk Puskesmas yang saat ini kondisi mobil lama sudah kurang layak untuk dipakai. “Misalnya, pada Puskesmas Kecamatan Tanah Luas, dan (satu unit untuk) persiapan di Rumah Sakit Pratama Lhoksukon. Karena untuk operasional rumah sakit salah satu syaratnya harus ada mobil ambulans. Untuk ruang IGD maupun ruang inap di RS Pratama itu sudah ada, tapi ambulans tidak ada,” tuturnya.

Adnan mengakui proses tender empat mobil itu sudah selesai. “Saat ini sedang dalam proses pengerjaan dan belum masuk (dipasok oleh rekanan pemenang lelang) ke Dinkes Aceh Utara. Mungkin setelah lebaran Iduladha (1442 Hijriah/2021) nanti sudah masuk keempat mobil tersebut,” pungkas Adnani.

Penjelasan PPK Dinkes Aceh Utara itu masih menimbulkan tanda tanya. Jika pengadaan satu ambulans yang bersumber DAK metode pemilihan penyedia dilakukan melalui tender dengan alasan batas waktu pencairan dana sampai pertengahan Juli 2021, lantas apa pertimbangannya sehingga tiga ambulans–salah satunya mobil Pusling–dari DOKA juga ditender, bukan lewat e-purchasing?

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) juga melelang paket “Belanja obat-obatan Dinas Kesehatan (DAK)” tahun anggaran 2021 senilai Rp2.406.884.000 (Rp2,4 miliar lebih). Paket di bawah di Dinas Kesehatan Aceh Utara bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dilihat portalsatu.com, Jumat, 2 Juli 2021, pada laman resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP RI, dalam RUP Dinas Kesehatan Aceh Utara Tahun 2021, paket “Belanja obat-obatan Dinas Kesehatan (DAK)” Rp2,4 miliar (M) lebih, metode pemilihan penyedia melalui tender.

Sedangkan paket “Belanja obat-obatan Dinas Kesehatan (DAK Selisih) Rp1.953.116.650 (Rp1,9 M lebih) metode pemilihan e-purchasing; “Belanja Pengadaan Bahan Habis Pakai Kesehatan (DID)” Rp1,2 M metode pemilihan e-purchasing; dan “Belanja Bahan-Bahan Lainnya (Belanja Bahan Habis Pakai Kegiatan Dukungan Vaksinasi Covid 19)” Rp5 M, metode pemilihan juga e-purchasing.

Data pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Aceh Utara, paket “Belanja obat-obatan Dinas Kesehatan (DAK)” Rp2,4 M lebih itu tahapan tender saat ini pengumuman pascakualifikasi, download dokumen pemilihan, dan upload dokumen penawaran, 29 Juni hingga 6 Juli 2021. Adapun tahapan dan jadwal penetapan pemenang dan pengumuman pemenang pada 28 Juli, masa sanggah 29 Juli – 4 Agustus, dan penandatanganan kontrak 6 Agustus 2021.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinkes Aceh Utara, dr. Adnani, dikonfirmasi portalsatu.com, Jumat, 2 Juli 2021, mengatakan, “karena ini dana DAK maka kita mempersiapkan untuk tender. Dikhawatirkan jika (dari sistem) e-katalog tidak tampil semua (jenis obat-obatan yang akan dibeli) atau belum tayang semua. Jadi, Dinkes mempersiapkan tender juga, mengingat DAK waktunya terbatas, kalau tidak salah pada pertengahan Juli 2021”. (Baca: Paket Belanja Obat-obatan Dinkes Aceh Utara dari DAK 2021 Rp2,4 M Ditender,, Mengapa?)[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya