Kamis, Juli 25, 2024

Capella Honda Gandeng Jurnalis...

BANDA ACEH - Dalam rangka kampanye Sinergi Bagi Negeri, PT Astra Honda Motor...

Kejari Gayo Lues Eksekusi...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali mengeksekusi uqubat cambuk terhadap delapan...

Pj Bupati Gayo Lues...

 BLANGKEJEREN - Askab PSSI Kabupaten Gayo Lues mulai mengelar pertandingan sepak bola Antar...

Bank Indonesia Aceh Ajarkan...

BANDA ACEH - Bank Indonesia Provinsi Aceh, melaksanakan kegiatan Kick Off serentak implementasi...
BerandaBerita AcehPerdana di Indonesia,...

Perdana di Indonesia, KPI Aceh Sukses Ujicoba Peringatan Dini Bencana Melalui TV Digital

BANDA ACEH – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh sukses melakukan ujicoba Sistem Peringatan Dini (Early Warning Sistem) dari bencana melalui siaran Televisi Digital. Acara simulasi evakuasi mandiri yang berlangsung pada Kamis pagi 26 Oktober di Mesium Tsunami Aceh ini dihadiri Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Nezar Patria dan perwakilan KPI Pusat, yaitu Ubaidillah selaku Ketua dan Hasrul Hasan selaku komisioner.

Selain itu, juga dihadiri unsur pemerintah Aceh yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Persandian (Kominsa) Aceh, Marwan Nusuf dan para tamu undangan lainnya sebagainya. Selain itu, dari unsur KPI Aceh dihadiri oleh para jajaran komisionernya seperti Acik Nova, Teuku ZulkhairI, Putri Novriza dan Ahyar.

Ketua KPI Aceh, Faisal Ilyas mengatakan, kegiatan simulasi evakuasi mandiri melalui Early Warning System (EWS) yang melibatkan hampir empat ribuan siswa di Kota Banda Aceh ini dapat terlaksana antara lain yaitu dengan dukungan maksimal enam stasiun Televisi penyelenggara Multipleksing di Aceh, yaitu Trans Media Aceh, TVRI Aceh, MNCTV Aceh, TV Emtek Aceh, Metro TV Aceh, dan Viva TV Aceh, serta turut melibat masyarakat umum, petugas keamanan hingga Relawan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia).

Tiga Status : Waspada, Siaga dan Awas

Faisal Ilyas mengatakan, kegiatan evakuasi mandiri melalui EWS ini bertujuan untuk menghadirkan alternatif teknologi siaran Televisi Digital untuk membangun pemahaman masyarakat tentang tentang pentingnya kesiagaan menghadapi bencana.

“Kita ingin membangun kebiasaan di benak pelajar kita, khususnya anak-anak usia dini melalui EWS ini agar mereka mendapatkan literasi tentang peringatan dini dari siaran Televisi digital dimana setiap TV akan memunculkan tiga status saat munculnya bencana, yaitu status Waspada, Siaga dan Awas,” ujarnya menjelaskan.

Faisal llyas juga mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya juga menyampaikan kepada pihak sekolah tentang pentingnya evakuasi mandiri ini, yaitu untuk tujuan membangun kebiasaan siap siaga menghadapi bencana dan menggunakan teknologi siaran digital ini untuk tujuan tersebut.

Pada pelaksanaan simulasi ini, siswa, guru dan seluruh pihak yang hadir diberikan edukasi tentang peringatan dini melalui siaran digital dengan tiga status, yakni waspada, siaga dan awas sehingga para siswa dan siswi khususnya memahami tentang langkah yang harus ditempuh saat munculmnya status peringatan dini tersebut di Televisi secara otomatis.

Baik status waspada yang pertama kali muncul, lalu status siaga dimana siswa diajarkan untuk memperbanyak zikir sambil menunggu informasil selanjutnya dan ketiga yaitu status “awas” dimana para siswa-siswi diajarkan melakukan evakuasi mendiri ke sejumlah titik aman.

Ujicoba Sistem Peringatan Dini EWS melalui siaran Televisi Digital ini diikuti oleh sebanyak 3.917 siswa –siswi sekolah dasar hingga jenjang SMA di Banda Aceh, yaitu siswa-siswi dari SDN 1 Banda Aceh, SDN 2, SMAN 1, SMPN 1, SMAS Al-Misbah, Smpn 17, SD 2 Muhammadiyah, SDS Karya Budi, SMPS Budi Dharma, SMAS Katolik dan TKSK Kartika.

Wakil Menteri Kominfo Republik Indonesia, Nezar Patri dalam sambutannya mengapresiasi ujicoba sistem EWS yang dilakukan KPI Aceh ini dan mendapatkan dukungan dari seluruh stasiun Televisi di Banda Aceh. Nezar Patria yang merupakan putra Aceh ini berharap sistem EWS melalui siaran TV Digital yang pertama diujicoba di Aceh oleh KPI Aceh ini dapat menjadi contoh bagi Indonesia.

Nezar dalam sambutannya berharap sistem peringatan dini EWS melalui siaran Televisi Digital yang diujicoba hari ini di Banda Aceh dapat menjadi contoh untuk diterapkan juga di wilayah lainnya di Indonesia. Nezar mengungkapkan bahwa nencana tsunami yang pernah terjadi di Aceh telah menjadi pelajaran bukan hanya bagi Aceh, tapi juga regional dan juga global dan netapa pentingnya Early Warning Sistem ini untuk diterapkan.

“Saya ingat cerita-cerita seputar tsunami. Korban itu terjadi karena tidak tahu air laut sudah berjalan. Ada sesi waktu 15 sampai 20 menit. Dan bahkan lima menit saja kita bisa menyelamatkan ratusan bahkan ribuan nyawa. Jadi betapa pentingnya Early Warning Sistem ini dan semoga yang dilakukan di Aceh ini bisa menjadi model untuk tingkat nasinal, “ harap Nezar Patria.(ril)

Baca juga: