KUTACANE – Beredar informasi dugaan peredaran narkoba kian marak di Lapas Kelas II B Kutacane, Aceh Tenggara. Hal ini diduga terjadi lantaran dinilai lemahnya pengawasan dan buruknya kinerja Plh. Kepala Lapas Kutacane.

Informasi itu diperoleh dari keluarga narapidana hendak berkunjung. Informasi diperoleh selama ini maraknya peredaran narkoba sering terdengar ketika melakukan kunjungan ke Lapas.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Provinsi Aceh, Pajri Gegoh mengatakan diduga maraknya peredaran narkoba di Lapas Kelas II B Kutacane itu karena lemahnya pengawasan dan leluasanya handphone masuk ke dalam Lapas.

“Kami mendesak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh untuk mengevaluasi kinerja Plh. Kepala Lapas Kelas IIB Kutacane dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) yang terkesan berkinerja buruk,” kata Pajri Gegoh kepada portalsatu.com/, Rabu, 22 Januari 2025.

Menurut Gegoh, informasi yang diterima belakangan ini, bahwa sudah dilakukan tes urine dan masih ada narapidana ditemukan positif menggunakan narkoba.

Hal ini, kata Gegoh, membuktikan betapa lemahnya pengawasan di Lapas kelas IIB Kutacane. “Berpikir secara logika apabila pengawasan dilakukan secara ketat dan menyeluruh maka saya jamin tidak akan ada lagi peredaran narkoba dan narapidana positif narkoba”.

“Berharap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh untuk dapat turun ke Aceh Tenggara agar dapat melihat kondisi Lapas Kelas IIB Kutacane dan mengevaluasi Plh. Kalapas Kutacane,” ujarnya.

Plh. Kalapas Kutacane, Feri Irawan ketika dikonfirmasi terkait dugaan maraknya peredaran narkoba di dalam Lapas mengatakan bahwa isu itu tidak benar. Karena selama ini dirinya sering melakukan razia seminggu sekali terhadap tahanan Lapas.

“Untuk melakukan konfirmasi terkait permasalahan itu langsung saja ke bagian humas, duduk dulu agar menyajikan berita tersebut tidak bohong,” ucapnya.

“Kalau pun ada isu itu benar, tolong bawa kemari sumbernya sama kita mendengarkan, berbicara. Saat ini juga kami melakukan razia,” ungkap Feri.[](Supardi)