Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsPersoalan Perbup Tapal...

Persoalan Perbup Tapal Batas Bikin Warga Bawa Surat Tanpa Stempel Keuchik ke Kantor Camat

LHOKSUKON – Aksi puluhan keuchik mengembalikan stempel ke Kantor Bupati Aceh Utara sebagai bentuk penolakan terhadap Perbup No. 1 Tahun 2021 tentang Tapal Batas Kecamatan Tanah Luas dan Paya Bakong, kini berdampak terhadap pelayanan masyarakat. Ramai warga dari sejumlah desa di Kecamatan Tanah Luas mendatangi kantor camat setempat, Senin, 15 Maret 2021.

Para warga itu membawa surat keterangan sudah diteken keuchik, tapi tanpa stempel. Di antaranya, Zainuddin (26), warga Desa Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, membawa surat keterangan jual beli hewan yang sudah diteken keuchik gampong itu tanpa dilengkapi stempel. Ada pula warga membawa surat keterangan kurang mampu, telah ditandatangani keuchik, tapi belum berstempel.

“Kami datang ke Kantor Camat Tanah Luas karena stempel keuchik sudah dikembalikan ke Kantor Bupati Aceh Utara. Saya tidak bisa jual sapi karena surat keterangan tidak ada stempel keuchik. Padahal, saya butuh uang, apalagi satu bulan lagi kita menyambut bulan Ramadan,” ujar Zainuddin kepada para wartawan di Kantor Camat Tanah Luas.

Menurut Zainuddin, setelah keuchik mengembalikan stempel ke Kantor Bupati Aceh Utara, sejumlah warga lainnya juga mengalami kendala untuk memperoleh surat kelengkapan administarsi. “Ada masyarakat ingin buat surat kurang mampu, surat beasiswa anak yatim dan lainnya, terkendala, terhambat, karena tidak ada stempel keuchik. Ini merugikan masyarakat,” tegasnya.

Zainuddin menyebut para keuchik di Tanah Luas mengembalikan stempel ke Kantor Bupati Aceh Utara sebagai bentuk penolakan terhadap Perbup No. 1 Tahun 2021 tentang Tapal Batas Kecamatan Tanah Luas dan Paya Bakong.

“Pemkab Aceh Utara telah memberikan sebagian Kecamatan Tanah Luas kepada Paya Bakong, sehingga keuchik di Tanah Luas mengembalikan stempel. Kami meminta Pemkab Aceh Utara menanggapi dengan serius dan secepatnya menyelesaikan masalah ini agar tidak lagi berdampak terhadap masyarakat,” tutur Zainuddin.

Mulya Saputra mewakili Forum Keuchik Kecamatan Tanah Luas mengatakan saat ini pihaknya hanya bisa menandatangani surat keterangan yang dibutuhkan warga, tanpa dilengkapi stempel lantaran sudah dikembalikan ke Kantor Bupati Aceh Utara.

“Kami juga tidak bisa mencairkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan segala macam administarsi menyangkut APBG (Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong), karena tidak ada stempel. Stempel sudah kami kembalikan sebagai bentuk mosi (tidak percaya) kepada Pemkab yang tidak adil dalam mengambil suatu kebijakan (terkait tapal batas Kecamatan Tanah Luas dan Paya Bakong),” ujar Mulya Saputra kepada para wartawan di Kantor Camat Tanah Luas.

Dia menyebut saat ini baru segelintir masyarakat yang terkendala dalam memperoleh surat keterangan keuchik tanpa stempel, sehingga mendatangi kantor camat. “Hari ini mungkin hanya satu dua warga di masing-masing desa (dalam Kecamatan Tanah Luas) yang mengurus surat. Ke depan mungkin anak sekolah, anak dayah, surat fakir miskin, dalam satu desa bisa 10 sampai 15 orang per hari,” kata Mulya Saputra yang juga Keuchik Desa Manyang Tunong.

“Kalau camat sanggup menghadapi masalah ini, silakan. Kami sebagai keuchik hanya bisa tanda tangan surat, selanjutnya kami serahkan kepada Muspika. Jika ke depan masyarakat bergerak, jangan menyalahkan kami keuchik. Karena kami hanya bisa mengarahkan masyarakat ke kantor camat. Kami juga tidak bisa membendung bagaimana sikap masyarakat ke depan. Saya selaku perwakilan Forum Keuchik Kecamatan Tanah Luas hanya bisa berharap ada kebijakan dari Pak Camat, Muspika dan Muspida plus, menyangkut Perbup Nomor 1 Tahun 2021 itu,” tambah Mulya Saputra.

Mulya Saputra menyatakan pihaknya mengembalikan stempel ke Kantor Bupati Aceh Utara, bukan berarti berhenti dari jabatan keuchik. “Tapi sebagai mosi terhadap ketidakadilan Pemkab inilah (terkait tapal batas), kami mengembalikan stempel,” ucapnya.

“Forum Keuchik Kecamatan Tanah Luas dengan dukungan masyarakat, sejengkal tanah di Kecamatan Tanah Luas kami tidak akan rela untuk diambil alih kecamatan mana pun,” tegas Mulya Saputra.

Mulya Saputra menambahkan seharusnya Bupati atau pejabat terkait di Pemkab Aceh Utara memanggil kedua belah pihak (para keuchik di Tanah Luas dan Paya Bakong) untuk duduk bermusyawarah dan mufakat yang baik. “Jangan divoniskan secara Perbup, karena Perbup itu merugikan sepihak,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan keuchik/geuchik di Kecamatan Tanah Luas, mengembalikan stempel ke Kantor Bupati Aceh Utara, di Landeng, Lhoksukon, Senin, 8 Maret 2021.

Aksi itu dilakukan dengan mengusung spanduk bertuliskan “Geuchik beserta Imum Mukim se-Kecamatan Tanah Luas menolak Perbup No. 1 Tahun 2021 tentang Tapal Batas Kecamatan Tanah Luas dan Paya Bakong. Apabila tidak dicabut Perbup No. 1 Tahun 2021 maka kami mengembalikan stempel geuchik kepada Bapak Bupati Aceh Utara!”

(Baca: Puluhan Keuchik di Kecamatan Tanah Luas Kembalikan Stempel kepada Pemkab Aceh Utara) [] (*)

Baca juga: