BANDA ACEH – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Ridwan Hadi, mengatakan pesta demokrasi yang akan dihelat di Aceh 2017 mendatang adalah sebuah momen besar. Menurutnya, pilkada di Aceh bukan hanya persoalan menang atau kalah di kancah politik.
Namun lebih dari itu. Pilkada ini harus mampu menjaga keberlangsungan perdamaian di Aceh, kata Ridwan saat ditemui portalsatu.com di kantornya, di Banda Aceh, Kamis, 14 Juli 2016.
Ridwan mengatakan, pilkada adalah pesta demokrasi yang juga implementasi dari sebuah konsep kedaulatan rakyat. Pemilihan pemimpin langsung oleh rakyat, menurut Ridwan, merupakan sebuah hal besar dimana rakyat yang menentukan perjalanan negerinya. Hal tersebut tidak boleh disia-siakan dengan menyatakan diri sebagai golput.
Ia meminta semua masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menggunakan haknya. Pasalnya, satu suara tersebut sangatlah menentukan bagaimana akan berlangsungnya perjalanan pemerintahan beberapa tahun ke depan.
Saya harap semua pihak menggunakan hak pilihnya karena semua suara itu akan sama saat dihitung. Pilihan presiden sekalipun juga tetap dihitung satu suara, sama seperti suara kita (rakyat), katanya.
Namun, Ridwan menjelaskan, sebuah proses pemilu atau pesta demokrasi yang sehat haruslah memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat. Pendidikan politik tersebut dapat dilakukan oleh semua pihak terkait, termasuk partai politik.
Parpol itu tak hanya menyuruh memilih dia, tapi juga memberikan pemahaman politik bagi pemilihnya. Begitulah seharusnya pesta demokrasi yang sehat diselenggarakan, ujar Ridwan.[](bna)



