Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaBerita Aceh UtaraPj Bupati Aceh...

Pj Bupati Aceh Utara Datangi Balai Wilayah Sungai Soal Kelanjutan Bendung Krueng Pase, Begini Perkembangan Terbaru

ACEH UTARA – Penjabat Bupati Aceh Utara Azwardi kembali mendatangi Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I di Banda Aceh, Rabu, 31 Mei 2023, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat petani agar pembangunan Bendung Daerah Irigasi Krueng Pase segera dilanjutkan.

Pasalnya, masyarakat petani di delapan kecamatan dalam wilayah Aceh Utara sudah dua tahun tidak dapat menanam padi secara sempurna di sawah mereka lantaran tak ada suplai air akibat proyek Rehabilitasi Bendung DI Krueng Pase belum rampung.

Hasil pertemuan Pj. Bupati Azwardi dengan Kepala BWS Sumatera I dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Bendung Krueng Pase tersebut, disimpulkan bahwa proses pembangunannya akan dilanjutkan kembali dalam dua pekan ke depan.

“Kita memohon doa dan dukungan dari masyarakat Aceh Utara agar bendungan itu dapat dilanjutkan pembangunannya. Karena bendungan itu merupakan sumber air yang sangat dibutuhkan petani untuk menggarap persawahan. Kerja-kerja besar seperti ini akan bisa kita lakukan apabila kita lakukan secara bersama-sama,” kata Azwardi.

Sekadar informasi, sebelumnya proyek Rehabilitasi Bendung DI Krueng Pase bersumber dari APBN tahun 2021 dengan nilai kontrak Rp44,8 miliar itu dikerjakan PT Rudy Jaya asal Jawa Timur. Namun, rekanan gagal menuntaskan pekerjaan sehingga proyek bendung irigasi di Desa Lubok Tuwe, Meurah Mulia, Aceh Utara, itu mangkrak.

Pj. Bupati Aceh Utara Azwardi sudah turun ke lokasi Bendung Krueng Pase, Kamis, 2 Maret 2023, dan melihat langsung kondisi proyek tersebut yang mangkrak.

Belakangan diperoleh informasi, PPK proyek Bendung Krueng Pase di bawah Satker BWS Sumatera I Kementerian PUPR telah memutuskan kontrak pekerjaan tersebut dengan PT Rudi Jaya pada akhir Maret 2023 lalu. Sehingga pembangunan bendung irigasi itu akan dilanjutkan rekanan lainnya dengan kontrak baru.

Pemkab Aceh Utara berharap proyek tersebut dapat segera dilanjutkan lantaran kekeringan areal pertanian yang luasnya lebih dari 8.000 hektare di kawasan DI Krueng Pase sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Kami sangat merasakan keresahan masyarakat tani di delapan kecamatan ini. Perlu juga diketahui bahwa Pemkab Aceh Utara, dalam hal ini di bawah pimpinan Bapak Pj. Bupati, tidak duduk manis dalam menyikapi persoalan ini. Apapun yang bisa kita lakukan dan upayakan, telah kita upayakan untuk membantu masyarakat,” kata Asisten II Sekda Aceh Utara Risawan saat rapat bersama para Imum Mukim dan Keuchik, di Oproom Kantor Bupati di Landing Kecamatan Lhoksukon, Selasa, 16 Mei 2023.

Risawan menjelaskan bahwa masalah pembangunan Bendung Krueng Pase itu bukanlah kewenangan Pemkab Aceh Utara. “Kita tidak bisa mengintervensi terhadap pelaksanaan pembangunan, karena hal itu di luar dari kewenangan Pemerintah Daerah. Begitupun, kami tidak lepas tangan, kami tetap menjalankan fungsi koordinasi, misalnya mendatangi pihak Balai Sungai untuk meminta penjelasan dan solusi dari mereka terhadap kekeringan di DI Krueng Pase,” jelasnya.[](*)

Baca juga: