Dari sisi lapangan usaha (LU), pertanian diperkirakan pada triwulan II-2021 akan mengalami peningkatan sejalan dengan masuknya periode panen raya komoditas tanaman pangan dan perkebunan di Aceh. Komoditas padi secara historis memasuki masa panen pada Maret hingga pertengahan triwulan II-2021. Selain itu, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit juga diperkirakan meningkat seiring dengan tren peningkatan harga CPO.
Sejalan dengan pertanian, LU perdagangan diperkirakan turut mengalami akselerasi sejalan dengan proyeksi peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga di tengah perkiraan meningkatnya pendapatan masyarakat pada masa periode panen raya serta berlanjutnya berbagai program bantuan sosial dari pemerintah, sehingga perdagangan retail diperkirakan akan meningkat. Sementara itu, mulai membaiknya perekonomian dunia dan terdapat HBKN Idulfitri serta bulan Ramadhan diperkirakan meningkatkan LU perdagangan.
Pada LU pertambangan diproyeksikan mengalami peningkatan disebabkan perbaikan permintaan batubara pada negara-negara importir utama sejalan dengan prediksi membaiknya perekonomian dunia. Meningkatnya indeks produksi industri India sebagai tujuan utama komoditas batubara Provinsi Aceh, diperkirakan meningkatkan permintaan. Ditambah lagi, masih terjadinya restriksi yang diberikan Tiongkok untuk batubara Australia berpeluang meningkatkan harga komoditas tersebut.
Secara keseluruhan tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Aceh diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2020. Peningkatan kinerja perekonomian pada tahun 2021 terjadi hampir pada seluruh komponen permintaan, utamanya pada konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Meningkatnya pertumbuhan komponen konsumsi rumah tangga dipengaruhi kinerja beberapa lapangan usaha utama yang secara umum diperkirakan meningkat sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat.
Selain itu, ekspektasi penambahan kasus COVID-19 yang terus berkurang sejalan dengan langkah pemerintah yang sudah mulai melakukan vaksinasi masal mulai awal tahun 2021 diperkirakan dapat mendongkrak aktivitas dan mobilitas masyarakat dan diikuti oleh tingkat belanja yang lebih tinggi.
Sementara itu, ekspor luar negeri secara keseluruhan tahun 2021 juga diperkirakan meningkat di tengah outlook perekonomian global yang baik seiring dengan normalisasi berbagai kegiatan ekonomi pasca lockdown yang terjadi di berbagai negara pada saat pandemi COVID-19 di tahun 2020, di antaranya kembali dibukanya kegiatan di pelabuhan atau bandara sebagai jalur distribusi barang.
World Bank dalam publikasinya Global Economic Prospect Januari 2021 memperkirakan bahwa perekonomian dunia pada tahun 2021 akan tumbuh sebesar 4,0%, meningkat dibanding dengan realisasi 2020 yang terkontraksi di angka -4,3%. Hal tersebut diperkirakan akan mendorong berbagai harga komoditas ke level yang lebih tinggi, di antaranya batubara dan kopi sebagai komoditas ekspor luar negeri utama Aceh.
Dari sisi LU, perkiraan akselerasi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 utamanya disebabkan positifnya kinerja LU pertanian, pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan.
Secara umum proyeksi kinerja positif pada LU tersebut disebabkan membaiknya perekonomian dunia serta normalisasi aktivitas masyarakat sejalan dengan langkah pemerintah melakukan vaksinasi massal COVID-19 di awal tahun. Membaiknya perekonomian dunia secara positif akan mendorong harga berbagai komoditas untuk meningkat, baik itu komoditas pertanian (kopi), tambang (batubara), dan industri (CPO). Membaiknya harga komoditas tersebut akan meningkatkan pendapatan dan daya beli mayarakat sehingga LU perdagangan akan terakselerasi.
Lebih lanjut, ekspektasi menurunnya tambahan kasus COVID-19 setelah vaksinasi massal diperkirakan akan meningkatkan mobilitas penduduk sehingga LU transportasi akan memiliki kinerja yang positif.
Rekomendasi Kebijakan
Bank Indonesia memberikan beberapa rekomendasi terkait upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2021.
1. APBA tahun anggaran 2021 dapat direalisasikan pada awal tahun (front loading) dan diiringi dengan penetapan skala prioritas dalam pelaksanaan program kerja tahun 2021. Dalam realisasi anggaran, fokus program kerja tahun 2021 diharapkan memperhatikan aspek kebutuhan, urgensi serta dampak ekonominya. Sektor-sektor yang aman untuk dibuka, memiliki daya ungkit, menyerap tenaga kerja serta memberikan multiplier effect yang besar kiranya harus menjadi fokus pemerintah. Realisasi anggaran pada paruh pertama 2021, dimana proses vaksinasi massal masih berlangsung sehingga aktivitas masyarakat belum sepenuhnya pulih, juga menjadi salah satu kunci utama meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021.






