Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaInspirasiSastraRekor Pribadi, Taufik...

Rekor Pribadi, Taufik Sentana Mencipta 200 Puisi dalam Dua Bulan

Sejak 2007, Taufik Sentana mulai terlibat intens dalam dunia kesusastraan, khususnya puisi. Secara modern, puisi adalah seni kata, suatu kegiatan mengkonsentrasikan bahasa untuk keindahan dengan pengertian tertentu.

Keterlibatannya bermula dari ulasan ringan tentang Puisi Alm Doel CP yang terbit di media SI, begitu juga beberapa puisi pribadi yang terbit di media yang sama.

Sebelum itu, sejak 1995 sampai 2000
Taufik memang berusaha fokus pada puisi, walau ia ada juga menulis beberapa esai ringan tentang pendidikan, sosial-budaya. Namun secara khusus, antologi pribadinya dimulai dari tahun 2000 ke 2016, pada periode 16 tahun itu ia hanya mencipta sekitar 90 puisi.
(Agar Langit jadi Teduh, Seni Menikmati Hidup dan Jejak Makrifat) dan Kumpulan Romansa, sekitar 50 puisi Doa Dua Jiwa (2000-2003).

Dalam priode 2017, dia tidak mengingat detil puisinya, namun beberapa memang tersimpan di komputer, dengan gender puisi yang ringan dan spontan, dengan tetap berwarna religi dan eksistensial.

Adapun puncak eksperimen Taufik pada puisi, adalah saat ia mulai aktif secara rutin menerbitkan puisinya di Portalsatu, sejak 2018 sd 10 Juli 2021. Rerata ia menulis tiga puisi perpekan, atau lebih dari itu, selain beberapa artikel lepas. Dalam periode ini, setidaknya ada sekumpulan puisi pribadinya seperti berikut:

1.Password Kebahagiaan (sosial, eksistensial dan urban).2. Taman Penyubur Jiwa (Religi-romantis)
3. Gerbang Musafir (eksistensial-romantis. 4. Surat/Kamus hujan (semua judul ttg hujan:religi,romantis,eksistensial)
5. Puisi eksperimental: puisi inspiratif dan cepat saji, puisi yg ditulis dalam tiga jam.

Rekor Personal:
Dalam jurnal ringkas ini, rekor personal yang dicapai Taufik Sentana, khususnya mewakili daerah Meulaboh, Aceh Barat, atau Aceh secara umum, yaitu sejak ia aktif di blog asuhan Kompas, Taufik berhasil mencipta 200 puisi/lebih dalam masa dua bulan (22 juli 2021 sd 22 Sept 2021): rerata ia mencipta 5 puisi perhari, bahkan pernah sampai 10 puisi, sehari lalu (5 okt 2021).
Dalam periode ini, kumpulan personalnya ia rangkum dalam:
1. Ruang Instalasi dan Beberapa Peristiwa di dalamnya. 2. Rindu & Impresi. 3. Sekumpulan Puisi Inspiratif

Menurut Taufik, yang menetap di Aceh sejak 1996 ini, semua yang ia wacanakan dan karyakan dalam puisi tidak hanya sebagai medium ekspresi melainkan sebagai upaya untuk. mengakrabkan puisi kepada masyarakat dan memperkokoh puisi sebagai karya yang bernilai seni tinggi.

Sebagai penutup, berikut ada tiga puisi beliau yang bisa kita sajikan sebagai contoh:

Rindu dan Impresi

1// Bilik Hatiku:

tentang engkau yang menjangkau
kekosongan siang, pada kemarau
yang menanti keriangan hujan.

serimbunan dahan dahan hijau
membentuk lembaran peristiwa
yang diyakini tak bertepi
hingga ke perjamuan akhir.

ada tangga tangga cahaya
kita menitinya berhati hati
bergandengan
menindih sepi sepi
menimpuk segala takut.(kompasiana.2021)
*
“Surat Sang Musafir”.

1//
Surat itu berisikan perjanjian
Tentang pertemuan
Setelah meredam keterasingan
2//
Sang musafir hanyalah wujud fana
Yang nisbi
Dalam rupa yang dahaga
Dalam cawan kesendirian
3//
Musafir hanya perlu membaca isyarat
Dengan jeda jeda penat, takut dan cemas
Sedang tujuan adalah keniscayaan,
4//
Apa tugas musafir?
Menuntaskan tujuan
……..dst (portalsatu,2020)
*
Meja Makan Berisi Lamunan

jangan ambil pisau!
meja makan berisi lamunan
dan sepinggan kentang goreng
yang dingin merambat ke urat kaki.
Silahkan ambil roti! syukuri.

jendela jendela terbuka
angin beku.daun tidur.sepi mengukur
berat isi dada.malam tetap tebal.
esok pagi, kita menimbun rahasia ini.

lepaskan tangismu
dimana pisau tadi?,
meja makan pergi
disenyap waktu
sini ambil garpu
cabik risaumu
dalam timbunan
kebun belakang (kompasiana, 2021)

Demikian sekilas tentang upaya personal Taufik Sentana dalam menuntaskan misi pribadinya dalam puisi. Kiranya bisa dikonfirmasi dengan warga Aceh lainnya dalam kegiatan sejenis. Taufik sedang berusaha dalam mengumpulkan semua karyanya dan diterbitkan secara massif.

Kini dia menetap di Aceh Barat, sejak 2003, bersama istri dan 6 orang anak. Kesehariannya untuk mengajar materi PAI dan Bahasa Arab, menulis serta beberapa kegiatan sosial/pengembangan komunitas. Taufik lahir di Medan 4 Des 77, dari ayah dan ibu Syahruddin-Rajeni.[]

Baca juga: