Dengan segala keterbatasan, Rohani, pelukis disabilitas terus berkarya. Ia berjuang dengan segala keterbatasan, ia mengharap bantuan untuk bisa merehab rumah orang tuanya.
Perempuan berusia 40 tahun itu tampak kurus. Ia terbaring lemas di kasur. Sudah 15 tahun ia tidak bisa berjalan akibat lumpuh. Tapi putri dari pasangan almarhum Muhamamd Yusuf dan Aminah (69) ini tidak patah semangat. Ia terus berkarya dengan kuas dan kanvasnya, menghasilkan lukisan sesuai pesanan.
Gampong Pulo, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara ini memasarkan lukisannya lewat media sosial. Harganya satu lukisannya dibanderol dari Rp 50 ribu hingga Rp 3 juta, tergantung rumitnya lukisan. Lukisannya sudah terjual hingga ke Jawa dan Bali.
Saat melukis, untuk bergerak mengambil sesuatu dari dekat tempat tidurnya, ia harus dibantu kakaknya, Sawiyan (47). Dengan segala keterbatasannya, ia ingin membantu merehabilitasi rumah panggung berkonstruksi kayu tempat mereka tinggal. Rohani butuh dukungan dan bantuan semua pihak untuk mewujudkan itu.
Baca Juga: Rohani Penyandang Disabilitas Yang Jago Melukis
Dinding rumah itu tampak sudah bolong, ventilasi dapur juga seadanya, hanya dipasang beberapa papan dan beratap rumbia. Bahkan lantai dapur rumah panggung itu sebagian dari bambu tampak sudah tua dan pada posisi itu dijadikan sebagai tempat memasak, hanya setengah dari lantai yang terpasang papan.
“Sudah lama saya ingin merehab dapur, tapi mau bagaimana lagi, karena keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik saya seperti ini. Tidak ada penghasilan lain selain saya menerima pesanan untuk lukisan dari orang,” kata Rohani, saat ditemui di rumahnya, yang juga didampingi Ketua Lembaga Peduli Dhuafa (LPD) Aceh Utara, Sriwahyuni beberapa waktu lalu.
Bagi Rohani, paling penting rehab rumah, agar lebih nyaman dan bisa memudahkannya dalam berkarya dan menyimpan lukisan-lukisannya. “Kalau kebutuhan peralatan melukis itu, Alhamdulillah tidak ada kendala. Yang saya butuhkan sekarang ini adalah ruangan khusus untuk melukis, supaya lebih leluasa, makanya saya ingin mereb dapur ini,” ujar Rohani.
Rohani mulai dikenal orang sebagai pelukis adalah ketika memposting hasil karyanya di media sosial. Dirinya pun berteman di akun medsos itu dengan orang-orang luar daerah yang memang konsen di bidang melukis, sehingga seiring berjalannya waktu karyanya itu mendapat orderan dari beberapa orang luar Aceh.
“Alhamdulillah, sekarang sudah banyak yang memesan, baik dari Aceh maupun luar daerah. Ini berkat para dermawan yang selama ini sudah ramai ikut membantu untuk memunculkan karya-karya saya di media massa,” pungkasnya.[]





