BANDA ACEH – Dari 47 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), Dinas Pendidikan Aceh mengelola paket kegiatan dan pagu anggaran terbanyak pada tahun anggaran 2021.

Data Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Pendidikan Aceh Tahun Anggaran (TA) 2021, yang diteken Sekda Aceh Taqwallah, 14 Januari 2021, dilihat portalsatu.com/ pada laman resmi Dinas Pendidikan Aceh, Senin, 11 Oktober 2021, target PAD dari retribusi daerah Rp94,8 juta. Sedangkan pagu belanja Rp3.562.242.752.270 (Rp3,562 triliun lebih).

Dari jumlah itu, Belanja Operasi Rp3.053.574.251.524. Rinciannya, Belanja Pegawai Rp1.567.831.184.893, Belanja Barang dan Jasa Rp1.472.311.189.631, dan Belanja Hibah 13.431.877.000.

Sementara Belanja Modal Rp508.668.500.746 (Rp508,668 miliar lebih). Rinciannya, Belanja Modal Tanah Rp16.985.000.000, Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp111.690.458.866, Belanja Modal Gedung dan Bangunan Rp301.538.531.880, dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya Rp78.454.510.000.

Dilihat portalsatu.com/ pada laman resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP RI, Senin (11/10), dalam RUP Dinas Pendidikan Aceh TA 2021 terdapat 4.579 paket kegiatan dengan total pagu anggaran Rp2,056 triliun (T) lebih. Rinciannnya, melalui penyedia 2.222 paket, pagu Rp418,247 miliar (M) lebih; swakelola 771 paket, pagu Rp1,604 T lebih; dan penyedia dalam swakelola 1.586 paket, pagu Rp34,101 M lebih.

Baca juga: Al-Walid MZ, Anak Berprestasi Mengharumkan Aceh, Ayahnya Bilang ‘Rumoh Meulestrek Golom Na’

Paket melalui penyedia dengan pagu besar, di antaranya Pengadaan peralatan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) SMA (Negeri), volume pekerjaan 44 paket untuk 12 kabupaten/kota, pagu Rp9.240.000.000. Pembangunan Asrama SMAN 15 Takengon Kab. Aceh Tengah Rp5.452.142.000. Revitalisasi RKB SMAN 2 Sigli Kab. Pidie Rp4.500.000.000. Revitalisasi Ruang Kelas Baru (RKB) SMAN 1 Ingin Jaya Kab. Aceh Besar Rp3.660.500.000. Pembangunan Asrama Putri SMAN Modal Bangsa Aceh Kab. Aceh Besar Rp2.459.281.500.

Dalam daftar paket melalui penyedia, paling banyak pengadaan langsung (PL) dengan pagu di bawah Rp200 juta.

(Tangkapan layar SIRUP LKPP menampilkan data RUP SKPA Tahun Anggaran 2021. Foto: portalsatu.com/)

Adapun paket melalui swakelola yang pagunya besar, di antaranya Honorarium Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non PNS (Bidang GTK) untuk Belanja Jasa Tenaga Pendidikan Rp83.673.000.000. Nama paket dan lokasi yang sama, beda pagu Rp54.954.000.000.

Insentif Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PNS (Bidang GTK) untuk Belanja TKG PNSD Rp59.551.200.000. Nama paket dan lokasi yang sama, beda pagu Rp22.815.000.000.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Negeri untuk Belanja Pegawai BOS [BOS Pusat], Belanja Barang dan Jasa BOS [BOS Pusat] Negeri, Belanja Modal Aset Tetap Lainnya BOS [BOS Pusat] untuk 12 bulan Rp74.284.800.000.

Bimtek Pembekalan Seleksi Guru PPPK (Bidang GTK) untuk 266 kegiatan, deskripsi paket: Belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor- bahan cetak, honorarium narasumber atau pembahas, moderator, pembawa acara, dan panitia, honorarium penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan, belanja jasa tenaga kebersihan, belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor- kertas dan cover, belanja makanan dan minuman aktivitas lapangan, pagu Rp7.309.514.000.

Biaya Makan Minum Peserta Didik Pendidikan Khusus Berasrama [Bid. Pemb. SMA & PKLK] untuk Belanja Makanan dan Minuman pada Fasilitas Pelayanan Urusan Pendidikan Rp5.226.000.000.

Penyediaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Negeri dan Swasta [Bid. Pemb. SMA & PKLK] untuk Belanja Barang dan Jasa BOS Rp490.664.400.000.

Penyediaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP Negeri dan Swasta [Bid. Pemb. SMA & PKLK] untuk Belanja Barang dan Jasa BOS Rp241.137.970.000.

Beasiswa Anak Yatim, Piatu dan Yatim Piatu [Bid. Pemb. SMA & PKLK], Rp198.806.400.000.

Penyediaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA [Bid. Pemb. SMA & PKLK] untuk Belanja Pegawai BOS, Belanja Barang dan Jasa BOS, Belanja Modal Aset Tetap Lainnya BOS Rp163.584.000.000.

Penyediaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA Swasta [Bid. Pemb. SMA & PKLK] untuk Belanja Barang dan Jasa BOS, Rp25.272.000.000.

Biaya Operasional Sekolah Beasrama [Bid. Pemb. SMA & PKLK], deskripsi: Belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-alat tulis kantor, belanja tagihan air, belanja tagihan listrik, belanja modal alat peraga praktik sekolah lainnya, belanja jasa tenaga administrasi dan belanja pemeliharaan bangunan gedung-bangunan gedung tempat kerja-bangunan gedung tempat pendidikan, pagu Rp19.726.900.000.

Penyediaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) [Bid. Pemb. SMA & PKLK] untuk Belanja Pegawai BOS, Belanja Modal Aset Tetap Lainnya BOS, Belanja Barang dan Jasa BOS Rp10.470.000.000.

Pelatihan ToT Bimtek Pembekalan Seleksi Guru PPPK (Bidang GTK), enam kegiatan, deskripsi: Belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor- bahan cetak, honorarium narasumber atau pembahas, moderator, pembawa acara, dan panitia, honorarium penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan, belanja jasa tenaga ahli, belanja perjalanan dinas biasa, belanja perjalanan dinas paket meeting dalam kota, belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor- kertas dan cover, belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-alat/bahan untuk kegiatan kantor lainnya, belanja makanan dan minuman aktivitas lapangan, belanja sewa hotel, pagu Rp1.140.144.000.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, dan Sekretaris Dinas (Sekdis), Teuku Nara Setia, dihubungi melalui nomor kontak mereka, Senin (11/10) jelang siang, tidak tersambung. Beberapa pertanyaan dikirim via pesan WhatsApp (WA) juga belum tersampaikan (masih tampak conteng satu).

Sementara Kabid Humas Dinas Pendidikan Aceh/Kepala UPTD Balai Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan, T. Fariyal, belum merespons beberapa pertanyaan dikirim portalsatu.com/ lewat pesan WA. Yakni, apakah data belanja, jumlah paket dan pagu anggaran Dinas Pendidikan Aceh TA 2021 tersebut benar? Dari jumlah paket sebanyak itu, berapa persen yang berkaitan langsung dengan peningkatan mutu pendidikan di Aceh? Dan sejauh ini berapa persen anggaran Dinas Pendidikan Aceh yang sudah terserap/direalisasikan?

Dilihat portalsatu.com/ pada laman resmi P2K-APBA, realisasi keuangan Dinas Pendidikan (Disdik) per 7 Oktober sebesar 54,3 persen dari target 66,5 persen sampai 15 Oktober 2021.[](nsy)