BIREUEN – Mendidik anak agar menjadi generasi rabbani dan didambakan bukanlah persoalan yang mudah sehingga sebagai orangtua butuh pengetahuan dan ilmu. Di sini, kehadiran sosok ayah dalam mendidik anak merupakan sesuatu yang sangat penting.

Demikian satu poin disampaikan Ketua Yayasan Ar Risalah Aceh, Ustaz T. Akmal, S.T., pada kegiatan Azkiya Parenting School digelar SDIT Azkiya berkolaborasi dengan Yayasan Ar Risalah Aceh, di Aula Setda Bireuen, Sabtu, 5 November 2022.

Kegiatan mengangkat tema “Seni Berbicara dengan Buah Hati, Mendidik tanpa Ngegas”, itu menghadirkan narasumber Doni Hardiani Siregar, M.Psi., dari Perkumpulan Salimah Medan, dan diikuti ratusan orangtua siswa, dan para ustaz dan ustazah SDIT Azkiya Bireuen.

Abi Akmal—sapaan Ustaz T. Akmal—mengatakan yang menjadi pemimpin di rumah itu adalah sosok ayah, sehingga kewajiban seorang ayah menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka.

“Untuk itu, kegiatan hari ini bagian untuk memberi pemahaman kepada para orangtua dalam mendidik anak agar terbangun sinergitas antara didikan di sekolah dan pola asuh di rumah,” jelasnya.

Kepala SDIT Azkiya, Ustazah Wildanum, S.Pd., menuturkan membentuk generasi rabbani bukan saja tanggung jawab orangtua atau sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

“Di sekolah, kami sangat menjunjung komunikasi antara ustazah dan para orangtua, tujuannya agar terbangun keselarasan. Saya di sekolah sangat menekankan kepada para ustazah untuk membangun komunikasi dengan orangtua siswa,” jelasnya.

Anak-anak kita, kata Wildanum, bisa saja menunjukkan perilaku yang berbeda antara di sekolah dan di rumah. Bisa jadi di sekolah berperilaku sangat baik, sedang di rumah tidak bisa diatur. Begitu juga sebaliknya, di sekolah tidak bisa diatur tapi di rumah menunjukkan sikap yang sangat baik.

“Oleh karena itu, Azkiya Parenting School yang kita inisiasi hari ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada para orangtua dan juga ustazah di sekolah agar mampu membangun komunikasi yang baik dalam mendidik calon-calon generasi rabbani,” ujarnya.

Doni Hardiani Siregar dalam paparannya menerangkan kepada seluruh peserta kegiatan Azkiya Parenting School bahwa tanggung jawab penuh didikan anak-anak itu berada pada pundak ayah, tapi peran ibu juga tidak bisa dikesampingkan.

“Ibu memang guru pertama dalam pendidikan anak, tapi yang harus mendesain pendidikan untuk anak adalah sosok ayah. Sama halnya seperti di sekolah, guru bertugas mengajarkan, sedangkan yang mendesain pola ajar adalah tanggung jawab kepala sekolah,” tuturnya memberi contoh.

Oleh karena itu, lanjutnya, jadilah ayah yang bijaksana dan hadirlah bersama ibu dalam mendidik anak-anak kita di rumah. “Insya Allah, jika sosok ayah hadir, yakinlah bahwa kita akan mampu membentuk anak-anak kita menjadi generasi yang rabbani dan diharapkan”.

Kegiatan Azkiya Parenting School turut dimeriahkan tari ranup lampuan oleh siswa-siswa SDIT Azkiya. Ada juga tahmid dan pembacaan doa oleh siswa. Selain itu pemberian souvenir kepada peserta yang aktif dan cenderamata kepada narasumber.[](ril)