BLANGKEJEREN – Pasangan suami istri (pasutri) asal Kabupaten Aceh Besar mengalami laka lantas tunggal saat melintasi Jalan Gayo Lues-Abdya. Sepeda motor metic jenis Honda Beat yang dikendarai korban terjun ke jurang Bur Nipis Kecamatan Terangun, Gayo Lues, sedalam puluhan meter hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kapolres Gayo Lues AKBP Setiyawan Eko Prasetiya, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Terangun Ipda Gunawan, S.H., Selasa, 14 Januari 2025, mengatakan kedua korban yang terjun ke jurang Bur Nipis Terangun itu Edy, 60 tahun, dan istrinya Lusi, 55 tahun. Keduanya warga Lambhe Barat Ketapang, Aceh Besar.

“Berdasarkan informasi yang kita terima, korban ini berangkat dari Gayo Lues menuju Aceh Besar pada Minggu kemarin pukul 07:00 WIB mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat. Setibanya di Bur Nipis, Desa Tongra, Kecamatan Terangun, kendaraan yang dibawa korban terjun ke jurang, sehingga satu orang atas nama Edy meninggal dunia, dan istrinya sudah dilarikan ke Rumah Sakit Muhammad Ali Kasim karena mengalami luka dan trauma,” kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan awalnya pihak kepolisian dihubungi keluarga korban di Gayo Lues terkait korban yang tak kunjung sampai ke tujuannya Aceh Besar. Kemudian Kapolsek Terangun mengarahkan keluarga korban melakukan pencarian bersama anggota Polsek ke daerah Bur Nipis.

“Setelah sampai ke Bur Nipis, anggota kita bersama keluarga korban sudah mendapati korban atas nama Lusi di pinggir jalan, dan mengatakan suaminya berada di dalam jurang sejak jatuh hari Minggu kemarin. Kemudian Ibu Lusi langsung dilarikan ke RS, dan suaminya yang sudah meninggal dunia baru bisa dievakuasi pukul 06:00 WIB tadi, dan akan diberangkatkan ke Aceh Besar,” ujarnya.

Akibat seringnya terjadi kendaraan masuk jurang di Bur Nipis, Kapolsek Terangun mengimbau masyarakat selalu waspada, dan berhenti sejenak di Bur Nipis sebelum melanjutkan perjalanan supaya rem kendaraan tidak blong saat menuruni tanjakan panjang.

“Begitu juga dengan kendaraan roda empat, sebaiknya lebih berhati-hati saat melintas, karena jalur itu sangat ekstrem, dan sudah banyak korban di lokasi tersebut,” katanya.[]