Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaNewsSolusi Atasi Kemiskinan...

Solusi Atasi Kemiskinan di Aceh dari Dekan Fakultas Ekonomi UGP

TAKENGON – Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Abd. Jali, M. Si meminta Pemerintah Aceh segera memikirkan potensi berwirausaha bagi masyarakat Aceh sebagai solusi mengatasi kemiskinan. Menurutnya dengan memperbanyak peluang wirausaha Aceh bisa bangkit dan menekan pertumbuhan penduduk miskin. Wirausaha katanya telah terbukti memulihkan Indonesia dari krisis moneter pada 1998 silam.

“Pemerintah Indonesia kala itu hampir kewalahan dalam menghadapi krisis moneter. Namun akhirnya hanya dengan langkah usaha mikro saja, ternyata krisis moneter yang menerpa republik ini kala itu dapat teratasi,” katanya kepada portalsatu.com di sela-sela seminar praktik wirausaha di Gedung Pendari Takengon Kota, Senin, 11 Januari 2016.

Tanpa langkah sigap dari pemerintah dalam menangani kemiskinan di Aceh kata Jali, kondisi perekonomian Aceh akan semakin terpuruk. Hal itu diperparah dengan banyaknya lahir sarjana muda yang sebagian besar dewasa ini menggantungkan hidupnya pada pekerjaan dari pemerintahan lewat kontrak atau PNS.

“Perguruan tinggi sekarang di mana-mana. Pertahun ribuan sarjana menganggur karena lapangan kerja minim. Maka salah satu jalan, pemerintah harus menggalakkan wirausaha” ujarnya.

Ia juga berharaap agar pengusaha asal Aceh, untuk kembali ke daerah dan membangun Aceh yang bermartabat dan sejahtera.

Dengan pengetahuan baru dari pengusaha yang telah sukses tersebut kata Jali, tentu dapat memberi jalan keluar dan membangun jiwa berwirausaha di kalangan sarjana muda.

“Sekarang sudah waktunya pengusaha Aceh di luar kembali. Aceh sudah aman dan damai, tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan,” pintanya.

Pemerintah melalui petugas Dinas Pertanian juga diminta untuk melakukan sosialisasi cara bercocok tanam kepada petani. Hal itu dimaksudkan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti beras, bawang dan cabai yang kian melambung.

“Ini penting juga menjadi perhatian, agar harga kebutuhan pokok bisa stabil,” katanya. “Sebenarnya rancu juga, kita punya banyak lahan kosong, tapi kenapa kita bisa kekurangan beras,” katanya.[] (ihn)

Baca juga: