LHOKSEUMAWE – Peranan Ibu dalam pendidikan anak memiliki pengaruh yang sangat penting, terutama pada awal masa balita dan masa tumbuh kembang anak. Keberhasilan pendidikan anak sangat ditentukan oleh sentuhan tangan ibu, meski keikutsertaan ayah tidak dapat diabaikan. Perkembangan dan pembentukan pribadi anak menjadi wadah awal tempat bimbingan dan latihan anak dalam kehidupan mereka.

 

Hal itu dibahas dalam sosialisasi psikologi yang digelar Korem 011/Lilawangsa di Gedung KNPI setempat, Rabu, 17 Mei 2017. Sosialisasi dari Dispsiad yang mengusung tema 'Mendisiplinkan Anak Tanpa Marah' itu dihadiri 250 anggota Persit.

 

Kegiatan sosialisasi ini merupakan sebuah program yang direncanakan dari Dispsiad (Dinas Psikologi Angkatan Darat), guna memberikan penyuluhan kepada satuan jajaran Kodam Iskandar Muda, termasuk Korem 011/Lilawangsa tentang bagaimana mendisiplinkan anak tanpa dengan adanya marah ataupun kekerasan.

 

Mengisi kegiatan penyuluhan, Letkol Caj (K) Drs. Tuti Rustati yang bertidak sebagai ketua Tim, PNS IV/a Indah Swaraswati, S. Psi, M. Psi sebagai Pemberi materi dan Kapten Inf Agus Purwanto, S. Psi sebagai operator.

 

Dalam sambutan Ketua persit KCK Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda Ny. Agus Firman Yusmono, menyebutkan, kegiatan itu bertujuan memberikan penyuluhan kepada para ibu Persit, tentang bagaimana cara mendidik dan mendisiplinkan anak dengan baik dan tanpa adanya kekerasan.

 

“Ini sangat penting, mengingat saat ini masih banyak yang salah dalam mendidik anak, sehingga anak kita menjadi bandel,bahkan tidak mau menurut dengan kata orang tua” ujarnya.

 

Pemateri, PNS IV/a Indah Swaraswati, S. Psi, M. Psi  menambahkan, anak itu diibaratkan seperti kertas kosong, maka dari itu bagaimana cara membuat kertas kosong itu menjadi indah, baik dan tertata. Pribadi anak terbentuk berdasarkan lingkungan, salah satunya orang tua.

 

“Disiplin pada anak itu penting, karena pola asuh itu terbentuk dari 5 tahun awal yang merupakan pemahaman dari pola asuh ibu. Sesuai dengan teori 0 – 5 tahun adalah masa perkembangan. Apabila anak tidak bisa melalui fasenya dan fase itu tidak bisa dilewati, maka saat nanti usia 17 tahun, perilaku itu akan muncul” katanya.

 

Usai pemberian materi, juga dibuka sesi tanya jawab oleh ketua Tim Dispsiad  Letkol Caj (K) Drs. Tuti Rustati. Dalam sesi itu, cukup banyak ibu-ibu yang menanyakan tentang perilaku dan sikap anak – anaknya. Pertanyaan tersebut merupakan bagian dari penyuluhan itu sendiri.

Di lokasi hadir Pembina Harian Persit KCK Rem 011 (Letkol Inf M. Zainal Abidin Rambe), Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 011 berserta pengurus, Ketua Persit KCK sejajaran koorcab Rem 011,Ketua Ranting dan Anak Ranting Koorcab Rem 011, pengurus IKKT, pengurus PIA dan pengurus LANAL. []