SUBULUSSALAM – Pergantian kepengurusan Yayasan Pendidikan As Silmi Kota Subulussalam bukan sekadar estafet jabatan, melainkan momentum memperkuat fondasi kelembagaan dan membawa kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT Hafas) menuju masa depan yang lebih maju, berkualitas, dan berdaya saing.

Pesan itu mengemuka saat Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin (HRB), yang juga Pembina Yayasan Pendidikan As Silmi, mengukuhkan jajaran pengurus yayasan masa bakti 2026–2031 di Aula STIT Hafas Subulussalam, Senin 12 Oktober 2026. Prosesi tersebut dirangkai dengan serah terima jabatan dari pengurus periode sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, HRB juga mengajak seluruh hadirin mengenang dan mendoakan para pendiri Yayasan Pendidikan As Silmi dan kampus STIT Hafas yang telah berjasa meletakkan fondasi pengembangan pendidikan di Kota Subulussalam. Dua tokoh yang dikenang adalah almarhum H. Merah Sakti Kombih, S.H., mantan Wali Kota Subulussalam sekaligus pendiri yayasan, serta almarhum H. M. Damhuri yang turut menjadi bagian dari pendiri kampus STIT Hafas.

Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas pengabdian kedua tokoh tersebut, HRB memimpin pembacaan Surah Al-Fatihah yang diikuti para hadirin. Doa itu menjadi pengingat bahwa keberadaan yayasan dan kampus bukan hanya hasil kerja kelembagaan, tetapi juga buah perjuangan, niat baik, dan pengabdian para pendirinya.

Bagi keluarga besar Yayasan Pendidikan As Silmi, perjuangan para pendiri merupakan warisan yang harus dijaga dan dilanjutkan. Yayasan dan kampus yang mereka rintis diharapkan terus berkembang menjadi amal jariyah, tempat ilmu pengetahuan diajarkan, generasi dididik, dan manfaatnya dirasakan masyarakat dari masa ke masa.

HRB: Amanah Pendidikan Harus Dilanjutkan

Dalam sambutannya, HRB menegaskan bahwa pergantian kepengurusan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus amanah pengabdian yang harus dijalankan secara adil, jujur, transparan, dan penuh tanggung jawab sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yayasan.

“Estafet kepengurusan menjadi bagian penting dalam melanjutkan pengabdian di bidang pendidikan secara tertib dan tulus. Pendidikan bukan sekadar pekerjaan dalam satu masa, melainkan proses berkelanjutan yang melibatkan peran tenaga pendidik, tanggung jawab pengurus, serta kepercayaan masyarakat yang harus terus dijaga,” ujar HRB.

Ia mengibaratkan yayasan sebagai fondasi bangunan yang mungkin tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi menjadi penopang utama bagi pertumbuhan dan keberlanjutan sebuah institusi. Karena itu, pengurus baru harus mampu menjaga fondasi yang telah dibangun para pendahulu sekaligus melakukan pembenahan agar lembaga semakin kuat.

Menurut HRB, tantangan kepengurusan ke depan bukan hanya memastikan roda organisasi berjalan, tetapi juga mendorong STIT Hafas berkembang menjadi kampus yang lebih maju, tertata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

Pengelolaan yayasan, kata dia, harus dilakukan secara profesional dengan memperkuat kerja sama, meningkatkan kualitas tata kelola, serta membangun komitmen bersama untuk mengembangkan kampus. Kepercayaan masyarakat menjadi modal penting yang harus dijaga melalui kinerja nyata dan tanggung jawab seluruh unsur yayasan.

HRB juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan terus mengalami perubahan, mulai dari perkembangan teknologi, karakter peserta didik, metode pembelajaran, hingga tuntutan dunia kerja. Oleh sebab itu, lembaga pendidikan harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan, yakni membentuk manusia yang berilmu, berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

Sejalan dengan visi pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, HRB menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu penentu kemajuan bangsa. Dalam konteks daerah, kampus memiliki peran strategis untuk melahirkan generasi terdidik yang dapat berkontribusi bagi pembangunan Kota Subulussalam.

Melanjutkan Perjuangan Para Pendiri

Keberadaan STIT Hafas menjadi bagian dari ikhtiar membangun akses pendidikan tinggi di Kota Subulussalam. Karena itu, HRB berharap kepengurusan baru tidak hanya meneruskan administrasi organisasi, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kampus, memperkuat kelembagaan, dan memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat.

Penghormatan kepada almarhum H. Merah Sakti Kombih, S.H., dan almarhum H. M. Damhuri dalam acara tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan. Apa yang telah dirintis para pendiri harus dirawat dan dikembangkan agar tidak berhenti sebagai catatan sejarah, melainkan terus hidup melalui kemajuan lembaga dan lahirnya generasi baru.

Yayasan dan kampus yang dibangun atas dasar pengabdian diharapkan menjadi amal jariyah bagi para pendiri dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangannya. Setiap ilmu yang diajarkan, setiap generasi yang dididik, dan setiap manfaat yang lahir dari keberadaan kampus menjadi bagian dari nilai pengabdian yang terus berlanjut.

Susunan Pengurus Masa Bakti 2026–2031

Pengurus harian Yayasan Pendidikan As Silmi Kota Subulussalam yang dikukuhkan terdiri atas Ilyas, S.Ag., M.A., sebagai Ketua Harian; H. Khalidin Umar Barat, S.Pd.I., M.A.P., sebagai Sekretaris; Mulyadi Kombih, S.E., sebagai Wakil Sekretaris; Hj. Endang Mariani, S.H., sebagai Bendahara; dan Dia Rahmiaty, S.T., sebagai Wakil Bendahara.

Dewan Pengawas diketuai Drs. H. Salmaza, M.A.P., dengan anggota H. Rusdy Hasan, S.I.P., M.M., dan Drs. H. M. Ya’kub KS, M.M.

Sementara itu, Dewan Pembina dijabat H. M. Rasyid Bancin secara ex officio selaku Wali Kota Subulussalam, didampingi Wakil Ketua H. Mukmin Pardosi, S.E., dan H. Zakirun, S.Ag., M.Ag.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Subulussalam Asrul Asani, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Abdul Rahman Maha, S.Pd.I., sejumlah pengurus periode sebelumnya, Ketua STIT Hafas Subulussalam Dr. Safnial, S.E., M.M., jajaran senat, dosen, serta mahasiswa.

Dengan kepengurusan baru ini, harapan besar disematkan agar Yayasan Pendidikan As Silmi semakin kokoh dalam tata kelola dan STIT Hafas terus berbenah menuju kampus yang lebih maju. Semangat tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para pendiri: melanjutkan perjuangan mereka melalui kerja nyata, menjaga amanah pendidikan, dan memastikan manfaat yayasan serta kampus terus mengalir bagi generasi mendatang.[](ril)