LHOKSUKON – Pemenuhan gizi yang optimal pada ibu hamil akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin serta kesehatan ibu. Hal ini akan mencegah stunting pada bayi akan dilahirkan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, SKM., M.Kes., Jumat, 4 Juli 2025, mengatakan sumber zat gizi yang optimal dapat diperoleh dari makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Dia menganjurkan ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beragam, dan aman. Gizi seimbang bagi ibu hamil mengandung semua unsur yang diperlukan, yaitu makanan pokok (sumber karbohidrat), lauk pauk (sumber protein), serta buah-buahan dan sayuran (sumber vitamin dan serat) pada tiap trimester kehamilan.

Anjuran tersebut juga dijelaskan dalam buku Stunting-pedia: Apa yang Perlu Diketahui tentang Stunting?

Lebih lanjut berikut dipaparkan dalam buku tersebut:

Energi dan Zat Gizi Makro

Energi adalah sumber tenaga atau bahan bakar utama bagi tubuh untuk dapat beraktivitas, tumbuh, dan berkembang. Adapun zat gizi makro adalah zat gizi yang banyak menyumbang energi bagi tubuh.

Selama hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi. Pada trimester dua dan tiga, kebutuhan kalori bertambah sekitar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil.

Lalu, karbohidrat dan serat. Sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, ubi jalar, singkong, sagu, roti, dan mie, adalah sumber utama untuk menambah kalori yang dibutuhkan selama kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama.

Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi, dan pasta. Selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil. Hal ini untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.

Adapun protein sumbernya antara lain seperti ikan, telur, ayam, daging, tahu, dan tempe. Kebutuhan protein bagi wanita hamil bertambah sekitar 1 sampai 30 gram pada trimester satu sampai trimester tiga. Tambahan protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, termasuk plasenta dan janin.

Protein dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel dan perkembangan otak. Untuk membentuk
perkembangan otak janin dalam kandungan, ibu hamil sangat dianjurkan lebih banyak mengonsumsi ikan. Asam lemak omega-3 dan omega-6 yang terdapat dalam ikan dan produk olahannya berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan anak.

Sementara itu, konsumsi sumber lemak tidak jenuh tunggal, seperti kacang-kacangan (kacang tanah, kacang kedelai, kacang mede, kacang almond), minyak nabati (alpukat, minyak kelapa, minyak zaitun) sangat baik bagi tubuh.

Seperti halnya lemak tak jenuh tunggal, lemak tidak jenuh ganda juga baik untuk kesehatan, seperti kandungan omega-3 pada ikan salmon, ikan sarden, ikan makarel, dan kacang kenari, serta kandungan omega-6 pada kacang kedelai, kacang kenari, biji bunga matahari, biji wijen, dan jagung.

Kebutuhan lemak perempuan dewasa sekitar 60-65 gram per hari (tidak lebih dari lima sendok makan per hari) dan bagi perempuan hamil, kebutuhan lemak bertambah sekitar 2-3 gram per hari. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber energi.

Lemak adalah sumber tenaga yang penting untuk pertumbuhan jaringan plasenta serta membantu penyerapan berbagai vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester 3. Tubuh ibu hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir.

Zat Gizi Mikro

Zat gizi mikro adalah zat gizi yang terdiri dari vitamin dan mineral, yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, tetapi memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan hormon, mengatur aktivitas enzim, sistem imun, dan sistem reproduksi. Ibu hamil membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin dan proses diferensiasi sel.

Tambahan vitamin yang dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, dan vitamin B5. Vitamin B6 dan vitamin B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah. Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino.

Kebutuhan kalsium saat kehamilan juga bertambah untuk pertumbuhan dan perkembangan organ, otot, dan saraf janin. Kebutuhan akan iodium juga meningkat mencegah perkembangan janin yang lambat, pertumbuhan fisik yang buruk, serta mencegah penyakit gondok pada ibu.

Anjuran Khusus Selama Kehamilan

Idealnya, asupan zat gizi yang optimal bagi ibu hamil diperoleh dari sumber makanan. Namun, suplementasi bagi ibu hamil juga menjadi hal penting, terlebih pada kelompok perempuan yang rentan mengalami kekurangan zat gizi. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan sumber zat besi, seperti ikan, hati, daging, dan makanan yang diperkaya dengan zat besi.

Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan sumber asam folat seperti hati sapi, hati ayam, telur, daging, sayuran hijau (bayam, selada, brokoli) dan kacang-kacangan, papaya, jeruk, pisang, melon, serta makanan sumber serat yang banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan.

Keanekaragaman bahan makanan adalah kunci dari menu makanan bergizi seimbang. Apabila ibu hamil baru mengonsumsi menu bergizi setelah beberapa minggu kehamilan, diharapkan keterlambatannya tidak lebih dari trimester dua atau masa terjadinya pertumbuhan janin terbesar.

Konsumsi TTD

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk mencegah anemia selama hamil dan setidaknya selama tiga bulan setelah persalinan. TTD yang berasal dari pemerintah mengandung 60 mg zat besi elemental (ferro sulfat, ferro fumarat, ferro glukonat) dan 0,4 mg asam folat.

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi TTD satu tablet setiap hari sesegera mungkin selama kehamilan (minimal sembilan puluh tablet). Tablet disarankan diminum setelah makan, bersama dengan air putih atau air jeruk dan buah-buahan lain yang mengandung vitamin C, untuk membantu penyerapan zat besi dan mengurangi rasa mual.

Konsumsi TTD tidak boleh bersamaan dengan teh, kopi, dan susu karena akan mengganggu penyerapannya. TTD juga dapat diminum sebelum tidur untuk mengurangi rasa mual.[](*)