LHOKSUKON – Selain pada remaja, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara juga memberikan perhatian kepada ibu hamil dalam rangka mencegah stunting. Masa kehamilan menjadi prioritas dalam mencegah stunting lantaran kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada status gizi ibu sebelum dan selama hamil.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, SKM., M.Kes., mengatakan bayi yang sehat umumnya lahir dari ibu yang sehat dan lahir sesuai waktunya. “Karena itu, kita memang harus memberikan perhatian maksimal kepada ibu hamil. Kebutuhan asupan gizi ibu hamil harus tercukupi,” ujarnya, Rabu, 2 Juli 2025.

Menurut Jalaluddin, dukungan dari suami dan anggota keluarga yang lain juga sangat penting bagi ibu hamil. Sebab, kehamilan adalah periode penting yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan.

Dinkes Aceh Utara, kata Jalaluddin, terus berkomitmen memberikan akses layanan kesehatan yang baik bagi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan perempuan. Dia pun menekankan hal itu kepada semua Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah Aceh Utara.

Seperti diketahui, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan telah memberikan jaminan pada setiap orang untuk hidup sehat melalui penyediaan layanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau bagi seluruh warga negara Indonesia. Termasuk anak, ibu hamil, dan remaja putri, salah satunya melalui layanan gizi.

Sejalan dengan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2025 -2029, salah satu kelompok sasaran yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu nifas.

Adapun intervensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) kepada kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu nifas adalah: Pemberian tablet tambah darah; Pemeriksaan kehamilan; Pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil kurang energi kronik (KEK); Makanan bergizi seimbang pada ibu hamil; serta Keluarga Berencana dan pengaturan jarak kelahiran.

Mengutip buku Stunting-pedia: Apa yang Perlu Diketahui tentang Stunting, stunting berisiko tinggi terjadi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ini adalah periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.

Kekurangan gizi dapat berdampak pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan organ dalam janin, di antaranya hati, ginjal, pankreas, dan otak.

Pada masa kehamilan, terjadi berbagai perubahan fisiologis, misalnya perubahan hormon dan peningkatan volume darah untuk mencukupi kebutuhan ibu dan janin yang tumbuh.

Dengan demikian, ibu hamil berisiko mengalami penurunan Hb, sel darah merah, serta serum protein. Oleh karena itu, asupan zat gizi ibu hamil harus ditambah guna mencukupi kebutuhan tersebut.

Tidak hanya asupan gizi pada masa kehamilan, stimulasi fisik-motorik, kognitif, bahasa, dan sosio-emosional sejak janin di dalam kandungan juga berperan dalam menciptakan kualitas sambungan antar sel-sel saraf otak sehingga dapat mengoptimalkan fungsi kerja otak.

Gizi buruk yang dialami ibu sebelum dan selama kehamilan dapat menyebabkan terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR) pada anak.

Tidak hanya masalah gizi, kecemasan berlebihan, termasuk adanya pengalaman kurang menyenangkan pada kehamilan sebelumnya, kehamilan yang terjadi tanpa adanya rencana, hingga berubahnya fisik ketika hamil, dapat memicu stres pada ibu hamil.

Selain itu, ibu hamil yang bekerja keras, dapat memicu terjadinya peningkatan radikal bebas dan juga hormon kortisol. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan sehingga bayi berisiko mengalami BBLR dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bayi, khususnya pada dua tahun pertama.

Oleh karena itu, orangtua harus memahami cara mengelola stres yang dapat timbul selama masa kehamilan. Dukungan untuk ibu pada masa kehamilan juga perlu dilakukan, baik oleh suami maupun anggota keluarga yang lain.

Dukungan ini dapat diberikan dalam bentuk dorongan bagi ibu hamil untuk mau mengikuti kelas ibu hamil, mendukung ibu hamil untuk mengonsumsi tabet tambah darah (TTD) secara teratur, serta mendukung ibu dan ayah untuk memberikan stimulasi pada janin.

Hal tersebut penting diberikan pada ibu selama masa kehamilan untuk mencegah anak lahir stunting.[](*)