25.5 C
Banda Aceh
Jumat, Desember 2, 2022

Jaksa Tangkap Mahdi Mantan Anggota Dewan Terkait Perkara Batu Gajah

BIREUEN – Tim Kejaksaan Negeri Bireuen menangkap Mahdi bin Hasballah, terpidana perkara pencurian batu besar (batu gajah), yang buron sekitar lima tahun. Mantan anggota DPRK Bireuen periode 2009-2014 itu ditangkap Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejari Bireuen dibantu aparat TNI dan Polres Bireuen, di kediamannya di Desa Meunasah Mamplam, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, Rabu, 23 Februari 2022, sekitar pukul 19.30 WIB.

“Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan terpidana Mahdi Bin Hasballah sedang berada di kediamannya,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Bireuen, Muliana, S.H., dalam siaran persnya, Rabu malam.

Muliana menyebut sebelumnya Mahdi “melakukan, menyuruh melakukan, atau ikut melakukan perbuatan mengambil sesuatu benda yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk menguasai benda tersebut secara melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 362, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP”. Tindak pidana tersebut dilakukan Mahdi di Desa Pulo Dapong, Kecamatan Simpang Mamplam pada September 2014.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bireuen Nomor: 109/Pid.B/2016/PN Bir tanggal 16 Oktober 2016, menyatakan Mahdi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian, dan dijatuhkan pidana penjara tujuh bulan. Vonis PN Bireuen itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penutut Umum Kejari Bireuen yang menuntut Mahdi dihukum penjara satu tahun.

Putusan PN Bireuen tersebut diperkuat putusan banding Nomor: 19/PID/2017/PT BNA, dan putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor: 803 K/PID/2017 tanggal 16 November 2017 yang memperkuat putusan banding.

“Kami mengimbau kepada seluruh (buronan yang masuk) Daftar Pencarian Orang (DPO) di Kejaksaan Negeri Bireuen untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena kami akan terus mengejar kemanapun dan dimanapun para buronan ini berada,” kata Muliana atas nama Kajari Bireuen.

Kronologi perkara

Berdasarkan penjelasan dalam dakwaan primer yang dibacakan JPU Kejari Bireuen, perkara tersebut berawal saat Mahdi Bin Hasballah, Zainuddin bin Isa dan Muhammad bin M. Thaib (terdakwa dalam berkas terpisah), menguasai tanah kebun tanpa izin dari pemiliknya yaitu Najlak dan (almarhum) M. Nasir Abdullah Aqil atau ahli warisnya. Di dalam tanah kebun di Gle Arab Dusun Mata Ie, Desa Pulo Dapong, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, itu terdapat batu besar (batu gajah).

Pada Rabu dan Kamis, 10-11 September 2014, sekira pukul 09.00 sampai 17.00 WIB, Mustawa alias Caplin bin Abdurrahman (terdakwa dalam berkas terpisah), mengambil batu gajah dari dalam tanah kebun milik Najlak berdasarkan sertifikat hak milik No. 06/2009, dan tanah kebun milik alm. M. Nasir yang belum ada sertifikatnya.

Sebelumnya saksi Husleimi bin Nurdin mengatakan kepada Mustawa ingin membeli batu gajah untuk kebutuhan pekerjaan proyek pembangunan pemecah ombak di Kuala Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam, yang sedang dikerjakan. Saat itu, Mustawa mengatakan sanggup menyediakan batu gajah untuk Husleimi.

Selanjutnya, Mustawa menjumpai Mahdi, Zainuddin dan Muhammad untuk membeli batu gajah. Lalu ketiganya menyuruh Mustawa mengambil batu gajah di tanah kebun yang mereka kuasai, di Gle Arab Dusun Mata Ie, Desa Pulo Dapong. Setelah itu, Husleimi mengirimkan alat berat ekskavator kepada Mustawa untuk memulai pekerjaan mengambil batu gajah.

Mustawa mengambil batu gajah dengan ekskavator, lalu diangkut menggunakan truk interculer sebanyak 35 truk, dan dijual kepada Husleimi Rp30.000 per muatan truk. Total penjualan batu gajah Rp1.050.000.

Uang hasil penjualan itu diberikan Mustawa kepada Mahdi Rp300 ribu untuk pembelian 10 truk batu gajah di tanah kebun yang dikuasai Mahdi. Selain itu, diberikan kepada Zainuddin Rp300 ribu untuk pembelian 10 truk batu gajah di tanah kebun yang dikuasai Zainuddin, dan diberikan kepada Muhammad Rp450 ribu untuk pembelian 15 truk batu gajah di tanah kebun yang dikuasai Muhammad.

Dari penjualan batu gajah tersebut Mustawa memperoleh keuntungan dari Mahdi Rp100 ribu, dari Zainuddin Rp50 ribu, dan dari Muhammad Rp50 ribu. Total keuntungan Mustawa Rp200.000.[](red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Berikan Bonus Atlet Peraih Medali Popda Aceh Barat, Ini Harapan Pj Bupati Pidie

SIGLI - Sebanyak 40 atlet dan pelatih Pidie peraih medali di Pekan Olahraga Pelajar...

PN Lhoksukon Tolak Praperadilan Tersangka Kasus Monumen Samudra Pasai

ACEH UTARA - Pengadilan Negeri Lhoksukon memutuskan menolak permohonan praperadilan yang diajukan kuasa hukum...

Urang Tue dan Camat Terangun Usulkan Pj Pengulu Tongra dan Garut, Ini Namanya

BLANGKEJEREN - Urang Tue dan Camat Terangun, Kabupaten Gayo Lues, mengusulkan nama Pj. Pengulu...

Tingkatkan Pemberdayaan UMKM, PT PIM Raih Penghargaan dari Pupuk Indonesia

SURABAYA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memperoleh penghargaan kontribusi peningkatan pemberdayaan Usaha Mikro...

Hari Ketiga Pekan Imunisasi Polio di Pidie Capai 47 Ribu Lebih, Ini Kecamatan Tertinggi

SIGLI - Hingga hari ketiga Pekan Imunisasi Polio di Kabupaten Pidie, mencapai 47.331 anak...

Pimpinan dan Anggota MPU Aceh Utara 2023-2027 Dikukuhkan, Ini Kata Pj Bupati Azwardi

LHOKSUKON - Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi, AP., M.Si., menghadiri pengukuhan Ketua, Wakil Ketua,...

Pendaftar Try Out PPPK Membludak, KNPI Gayo Lues Pindahkan Lokasi

BLANGKEJEREN - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gayo Lues terpaksa memindahkan lokasi Try...

Pj Bupati Aceh Utara Lepas Kontingen 15 Cabor ke Pora Pidie

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah, melepas keberangkatan kontingen 15 cabang...

Walkot Subulussalam Janjikan Bonus Rp10 Juta Peraih Medali Emas di PORA Pidie 2022

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E melepas keberangkatan kontingen Subulussalam...

Anggaran TPP Sampai Rp15 Miliar, Ketua DPRK Subulussalam: Laporan Kinerja Harus Real Jangan Manipulasi

SUBULUSSALAM - Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, S. Ked mengatakan pemerintah memplotkan...

DPRK Sahkan APBK Kota Subulussalam Tahun 2023 Rp 686 Miliar

SUBULUSSALAM - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam menyetujui dan mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja...

Tim Dinas Pengairan Provinsi Turun ke Tanggul Sungai yang Rusak di Aceh Utara

LHOKSUKON - Tim Dinas Pengairan Aceh turun ke Kabupaten Aceh Utara, Ahad, 27 November...

Disiapkan Layani Atlet PORA XIV Pidie, Pj Bupati Tinjau Kesiapan Dua Rumah Sakit

SIGLI - Dua rumah sakit (RS) milik Pemerintah Kabupaten Pidie disiapkan melayani atlet dari...

Tiga Artis Aceh Penutup Parade Maestro Seudati di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Penampilan tiga artis Aceh, Jol Pase, Acun Lhok, dan Safira, menutup Parade...

Hadiri Rakornas Investasi 2022, Pj Wali Lhokseumawe Siap Ikuti Arahan Presiden

JAKARTA - Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, mengikuti pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)...

Kakanwil Kemenkumham Aceh Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Drs. Meurah...

Ini Pagu Pokir Anggota DPRK Aceh Utara dan Lhokseumawe dalam RAPBK 2023

LHOKSEUMAWE – DPRK Aceh Utara dan Lhokseumawe telah menyetujui alias ketuk palu Rancangan Qanun...

Kakanwil Kemenkumham Aceh Tunjuk Efendi Plt. Kalapas Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Drs. Meurah...

MaTA: Anggaran Titipan di BRA Rp13 Miliar Penting Dilidik dan Audit

BANDA ACEH - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta aparat penegak hukum menyelidiki (lidik) pengelolaan...

Imran Paparkan Kebijakan Pengembangan Lhokseumawe, saat jadi Dosen Tamu di Universitas Indonesia

JAKARTA - Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, M.Si., MA.Cd., menjadi dosen tamu pada...