Pada dasarnya, masyarakat Aceh memang memiliki kelembutan sifat yang terpuji. Meski berwatak keras, namun memiliki sifat yang sangat ramah. Keramah-tamahan sifat orang Aceh ini selain tercermin dalam bahasanya (baca hikayat Aceh) juga terlihat dalam sifatnya keramahannya dalam memuliakan tamu. Orang Aceh sangat menghargai dan memuliakan setiap orang luar yang datang berkunjung ke daerahnya.
Memuliakan tamu (pendatang) bagi orang Aceh adalah suatu kewajiban yang diyakini sebagai anjuran dari ajaran agama yang dianutnya, yaitu Islam. Karena Islam mengamanahkan, apabila datang tamu pada saat kita sedang makan, dan makanan lain tidak tersedia, maka makanan yang sedang dimakan itu harus dibagi kepada tamu yang datang. Anjuran agama ini sangat dipegang teguh oleh orang Aceh. Karenanya jangan heran, apabila Anda datang ke kampung-kampung di Aceh, pasti akan dimuliakan dengan suguhan sesuatu makanan sebagai tanda mulia orang Aceh pada tamunya.
Selain itu, orang Aceh juga memiliki sifat toleransi sosial yang sangat tinggi. Hal ini tercermin dalam sifat tolong-menolong antarsesama. Baik dalam bentuk yang bersifat material, maupun dalam bentuk fisik (pikiran) dan ternaga. Sehingga bila ada musibah atau kemalangan yang dialami oleh seorang warga masyarakat di Aceh, maka warga lainnya datang beramai-beramai membatu warga yang terkena musibah atau kemalangannya.
Yang menariknya lagi, dari sifat orang Aceh adalah mereka sangat mudah memaafkan kesalahan orang lain, dan sangat mudah diajak berdamai dalam menyelesaikan setiap persoalan (konflik) yang terjadi, baik antarsesama warga maupun dengan orang lain. Hal ini dapat dilihat dalam budaya sayam yang dianut oleh orang Aceh.
Dalam budaya sayam orang Aceh jelas sekali terlihat bagaimana sifat rasa pemaaf orang Aceh yang luar biasa terhadap kesalahan orang lain. Meskipun kesalahan orang yang dilakukan terhadapnya hingga membawa kehilangan nyawa. Namun bagi orang Aceh kesalahan orang tersebut masih bisa dimaafkan dengan cara damai melalui budaya sayam yang dianutnya, dan setelah itu mereka tidak lagi menaruh dendam dan dengki terhadap kesalahan orang yang telah dimaafkan.



