Dari semua sifat dan watak orang Aceh yang telah digambarkan di atas menunjukkan di satu sisi orang Aceh pantang sekali dikasari dalam menyelesaikan permasalahan dengan mereka. Namun di sisi lain, dari watak dan sifat orang Aceh yang mudah memaafkan dan mudah melupakan terhadap sesuatu yang menyakitkan. Maka bagi mereka yang tahu kelemahan sifat orang Aceh ini, mereka dengan mudah pula memanfaatkan sifat orang Aceh ini untuk membohonginya.

Dalam banyak kasus dan peristiwa sejarah Aceh, pemanfaatan sifat kelemahan orang Aceh oleh pihak-pihak tertentu tidak hanya terjadi satu kali dan dua kali. Namun, dalam hampir sepanjang sejarah kontemporer Aceh, terutama setalah kemerdekaan tanpa tersadari orang Aceh seperti terpuruk dalam lubang-lubang yang sama akibat kelemahan sifatnya yang selalu dimanfaatkan oleh orang lain.

Maka benarlah apa yang dikatakan dalam banyak ilmu kebudayaan, bahwa untuk memahami sebuah kelemahan suatu bangsa pelajarilah sifat, watak, dan kerekter, serta kebudayaan dari sebuah bangsa itu. Ketika Anda sudah menguasai watak dan sifat serta kultur dari bangsa itu, maka Anda akan mengetahui kelemahan-kelemahannya untuk menguasai bangsa tersebut. Aceh hari ini dalam penguasaan kelemahannya oleh orang lain.

*Budayawan, tinggal di Banda Aceh.[]

Baca Juga: Kemiskinan dan Mitos Pembangunan Aceh